Tubuh Gemetar Setelah Minum Kopi? Ketahui 6 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Natasha Riyandani | Beautynesia
Rabu, 11 Feb 2026 17:00 WIB
3. Minum Kopi saat Perut Kosong
Minum kopi saat perut kosong/ Foto: Freepik.com/senivpetro

Jauh sebelum tren minum kopi meningkat pesat, kopi telah menjadi minuman yang populer dan digemari banyak orang. Kandungan kafeinnya dipercaya dapat meningkatkan energi, fokus, dan mencegah rasa kantuk, menjadikannya minuman andalan di pagi hari sebelum mulai beraktivitas.

Meski begitu, kopi juga memiliki dampak terhadap kesehatan, baik yang disadari secara langsung maupun tidak. Salah satu dampaknya disebut “coffee jitters”, yaitu sensasi gemetar, jantung berdetak kencang, kecemasan, pusing, hingga mual, yang timbul setelah mengonsumsi kopi atau kafein.

Lantas, apa saja penyebab tubuh gemetar setelah minum kopi dan bagaimana cara mengatasinya? Simak!

Kenapa Badan Gemetar Setelah Minum Kopi?

Alasan badan gemetar setelah minum kopi/ Foto: Freepik.com/stockking

Ahli gizi klinis, Reshma Nakter, menjelaskan penyebab di balik rasa gemetar, gelisah, dan kecemasan setelah minum kopi kemungkinan terjadi karena zat aktif farmakologis yang ada di dalam kafein.

Kafein bekerja dengan merangsang sistem saraf pusat, meningkatkan kewaspadaan, dan mengatasi kelelahan untuk sementara waktu. Meskipun ini dapat bermanfaat dalam jumlah sedang, namun konsumsi kafein berlebihan atau tidak tepat waktu dapat menyebabkan efek samping seperti tremor dan kegelisahan.

Adapun beberapa hal yang menjadi penyebab utama tubuh gemetar yang muncul setelah mengonsumsi kopi, di antaranya:

1. Sensitivitas Kafein

Sensitivitas kafein/ Foto: Freepik.com/jcomp

Tidak semua orang dapat memetabolisme kafein pada tingkat yang sama. Ada beberapa orang yang memetabolisme kafein lebih lambat sehingga lebih rentan terhadap efeknya, seperti kecemasan, kegelisahan, dan tremor. Itu karena kafein merangsang sistem saraf pusat secara berlebihan.

Kondisi ini dapat memicu pelepasan adrenalin, meningkatkan detak jantung, dan menyebabkan otot bekerja lebih aktif. Hal ini sangat umum terjadi saat asupan kafein melebihi toleransi tubuh, khususnya pada orang yang sensitif terhadap kafein.

2. Asupan Kafein Tinggi

Asupan kafein tinggi/ Foto: Freepik.com/pressfoto

Menurut jurnal Current Neuropharmacology (2015), asupan kafein berlebih, melebihi 500 – 600 mg per hari, bisa menyebabkan badan gemetar dan memicu detak jantung lebih cepat.

Adapun batas aman asupan kafein bagi orang dewasa adalah sekitar 400 mg per hari, atau sekitar empat cangkir kopi. Apabila kamu mengonsumsinya berlebihan dapat meningkatkan adrenalin dan merangsang otot bekerja berlebihan, yang berujung pada gemetar.

3. Minum Kopi saat Perut Kosong

Minum kopi saat perut kosong/ Foto: Freepik.com/senivpetro

Jangan abaikan pentingnya mengisi perut dengan makanan sebelum konsumsi kafein. Minum kopi saat perut kosong bisa memperburuk efek samping kafein, salah satunya mempercepat penyerapan.

Saat perut kosong, kafein diserap lebih cepat ke dalam aliran darah sehingga menyebabkan lonjakan adrenalin dan peningkatan aktivitas saraf yang memicu gemetar, jantung berdebar, hingga kecemasan.

4. Toleransi Kafein Rendah

Toleransi kafein rendah/ Foto: Freepik.com/lookstudio

Konsumsi kafein dalam jumlah yang berlebihan dapat menyebabkan overstimulasi sistem saraf, terutama jika kamu tidak biasa mengonsumsinya. Kafein bisa menyebabkan hipereksitabilitas, yang membuat otot bekerja terlalu aktif dan menimbulkan getaran secara tidak sadar.

Orang dengan toleransi kafein yang rendah cenderung lebih sensitif dan sering mengalami ini, yang dikenal dengan sebutan coffee jitters.

5. Bahan Tambahan dalam Kopi

Bahan tambahan kopi/ Foto: Freepik.com/azerbaijan-stockers

Siapa sangka, bahan tambahan yang dicampurkan dalam kopi juga bisa memicu coffee jitters, lho. Mulai dari susu, krimer, sirup, perasa, hingga pemanis yang kerap ditambahkan ke kopi bisa menyebabkan perasaan gelisah dan lonjakan energi.

Sebaliknya, kopi hitam tanpa tambahan gula atau susu bisa menjadi pilihan ideal untuk meminimalisir efek samping coffee jitters, serta baik bagi kamu yang sedang menjalani diet atau menjaga berat badan.

6. Dehidrasi

Dehidrasi/ Foto: Freepik.com/freepik

Dehidrasi memang dapat memicu beberapa komplikasi serius setelah minum kopi, salah satunya adalah tubuh gemetar bahkan hingga kejang. Tubuh yang kekurangan cairan dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit seperti natrium dan kalium, yang mengganggu fungsi sistem saraf dan otot.

Kondisi ini seringkali memicu kelemahan otot, kedutan, dan gemetar akibat tubuh kekurangan cairan untuk beraktivitas. Oleh karena itu, segera konsumsi air putih untuk mengatasinya.

Cara Mengatasi Tubuh Gemetar Setelah Minum Kopi

Cara mengatasi tubuh gemetar setelah minum kopi/ Foto: Freepik.com/azerbaijan-stockers

Efek gemetar setelah minum kopi dapat bertahan selama beberapa jam setelah seseorang mengonsumsi asupan berkafein. Kondisi ini tentunya bikin tubuh terasa tidak nyaman.

Dilansir dari detikHealth, berikut beberapa cara ampuh mengatasi tubuh gemetar setelah minum kopi, antara lain:

1. Imbangi dengan Air Putih

Minum banyak air putih menjadi cara efektif untuk mengatasi tubuh gemetar setelah minum kopi. Air putih dapat membantu mengatasi dehidrasi akibat sifat diuretik kopi, serta mempercepat netralisasi kafein melalui urine.

2. Aktif Bergerak

Dengan bergerak atau melakukan olahraga ringan selama 10-15 menit efektif untuk mengatasi tubuh gemetar dan jantung berdebar setelah minum kopi. Aktivitas fisik membantu tubuh memetabolisme dan memproses kafein lebih cepat, serta merilekskan saraf.

Beauties bisa melakukan aktivitas fisik seperti peregangan, jalan cepat, maupun berjalan memutari kantor atau rumah agar kafein di tubuh dapat diproses lebih cepat.

3. Lakukan Latihan Pernapasan

Salah satu cara efektif mengatasi badan gemetar setelah minum kopi adalah dengan melakukan latihan pernapasan. Teknik pernapasan dalam (deep breathing) dapat membantu menenangkan sistem saraf yang terstimulasi berlebihan oleh kafein.

Beauties bisa melakukannya dengan menarik napas 4 detik, tahan selama 4 detik, lalu hembuskan secara perlahan.

4. Hindari Minum Kopi saat Perut Kosong

Konsumsi kafein saat perut kosong dapat memicu penyerapan lebih cepat, sehingga merangsang sistem saraf secara berlebihan. Sementara, makanan bertindak sebagai penyangga (buffer) yang dapat memperlambat penyerapan kafein.

5. Pilih Kopi Rendah Kafein

Sebagian orang memiliki toleransi kafein yang sangat rendah, meski hanya mengonsumsi

6. Batasi Asupan Kafein

Meskipun bisa jadi energy booster, ada kalanya kamu harus membatasi asupan kafein untuk mengatasi tubuh gemetar akibat kopi. Konsumsi idealnya adalah 2-4 cangkir atau 400 mg per hari.

Namun, jika gemetar atau tremor masih tetap muncul, maka kamu perlu mengurangi atau membatasi asupan kafein.

Sejatinya, gemetar setelah minum kopi merupakan hal yang wajar karena kafein merangsang sistem saraf pusat dan memicu adrenalin. Namun, jika kondisi ini terjadi sangat sering, pertimbangkan untuk mengurangi dosis kafein atau hindari mengonsumsinya saat perut kosong ya, Beauties!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE