Waspada! Ini 6 Dampak Buruk Terlalu Sering Baca Berita Buruk bagi Kesehatan Mental

Raihannisa Fitriah | Beautynesia
Jumat, 22 May 2026 18:00 WIB
Memperburuk kesehatan mental 
Dampak Buruk Terlalu Sering Baca Berita Buruk bagi Kesehatan Mental/ Foto: Freepik

Beauties, saat waktu senggang, kamu mungkin akan membuka ponsel untuk membaca informasi terbaru. Mungkin awalnya, kamu hanya ingin mengecek satu berita. Mulai dari peristiwa bencana alam, kriminal, berita artis, sampai konflik antarnegara.

Tanpa sadar, jarimu terus menggulir layar ponsel hingga akhirnya kamu kesulitan untuk menyudahinya. Nah, kebiasaan tersebut biasa disebut doomscrolling yakni aktivitas mengonsumsi berita, terutama yang negatif, secara terus menerus tanpa henti.

Pada era digital, fenomena ini sering kali terjadi bagi sejumlah orang. Meskipun terlihat sepele tapi doomscrolling dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan kesehatan mental, gangguan kualitas tidur bahkan depresi dan stres. 

Oleh karena itu, kamu perlu tau enam dampak buruk bagi kesehatan mental akibat terlalu sering doomscrolling. Yuk, simak!

Meningkatkan kecemasan dan ketakutan 

Dampak Buruk Terlalu Sering Baca Berita Buruk bagi Kesehatan Mental/ Foto: Freepik/ Stockking

Alih-alih ingin update mengenai berita terbaru, justru kamu merasa tidak tenang akibat terlalu lama melihat berita negatif. Terbiasa membaca atau menonton berita negatif bisa menimbulkan perenungan diri.

Dikutip dari Mental Health America, kebiasaan doomscrolling dapat memicu respon fight-or-flight (melawan atau lari) pada otak. Sehingga, hal tersebut dapat meningkatkan kecemasan dan ketakutan. 

Memperburuk kesehatan mental 

Dampak Buruk Terlalu Sering Baca Berita Buruk bagi Kesehatan Mental/ Foto: Freepik

Kebiasaan doomscrolling dapat memperburuk kesehatan mental. Sebab, kamu merasa bahwa permasalahan global menjadi masalah pribadimu. Padahal, berita negatif hanya suatu informasi yang di luar kendalimu. 

Dikutip dari Harvard Health Publishing, sebuah studi yang diterbitkan Computers in Human Behaviour Reports menunjukkan bahwa doomscrolling mampu meningkatkan perasaan kecemasan. Biasanya perasaan takut, gelisah, dan cemas ini muncul ketika kamu tidak mampu menghadapi keterbatasan di masa mendatang.  

 

Dapat mengganggu kualitas tidur

Dampak Buruk Terlalu Sering Baca Berita Buruk bagi Kesehatan Mental/ Foto: Freepik/ Jcomp

Sejumlah orang memiliki kebiasaan mengecek media sosial mereka sebelum tidur. Padahal, kebiasaan tersebut dapat mengganggu kualitas tidur sehingga memungkinkan munculnya perasaan cemas. Sebaiknya, hindari melihat ponsel sebelum tidur supaya tidak berdampak buruk pada kesehatan tubuh dan mental. 

Memicu stres berlebihan 

Dampak Buruk Terlalu Sering Baca Berita Buruk bagi Kesehatan Mental/Foto: Freepik/ DC Studio

Meskipun bisa meningkatkan stres, sering kali sebagian orang tetap mendorong dirinya mencari tahu peristiwa yang tengah terjadi. Pasalnya, bahaya doomscrolling ini bisa membuat seseorang overthinking terhadap sesuatu hal secara berlebihan. Paparan berita negatif dapat membuat seseorang berpikir bahwa seakan dunia tidak menyisakan secercah harapan. Akhirnya, muncul perasaan putus asa akan masa mendatang. 

Unggahan yang bertentangan memicu gejala depresi 

Dampak Buruk Terlalu Sering Baca Berita Buruk bagi Kesehatan Mental/ Foto: Freepik/ Tirachardz

Pada laman media sosial, kamu bebas untuk mengakses apapun, termasuk dengan berita negatif. Namun, sayangnya, berita yang bertentangan dapat memicu masalah kesehatan mental. Bahkan pada kondisi serius, seseorang bisa menderita gejala depresi. 

Dilansir dari Mental Health America, sebuah studi menunjukkan bahwa mengonsumsi berita negatif selama 14 menit dapat meningkatkan potensi gejala depresi. Gejala ini terlihat ketika seseorang tidak mampu mengatasi dan mencerna informasi setelah membaca berita negatif. Dengan demikian, rentetan berita negatif yang diterima dapat memunculkan perasaan keputusasaan akan masa depan. 

Kelelahan secara emosional 

Dampak Buruk Terlalu Sering Baca Berita Buruk bagi Kesehatan Mental/ Foto: Freepik/ Zinkevych

Terlalu sering bermain media sosial, terutama melakukan doomscrolling dapat meningkatkan hormon stres kortisol dan adrenalin. Kondisi tersebut bisa menyebabkan seseorang mengalami kelelahan secara emosional dan fisik. 

Selain itu, konsumsi berita negatif terlalu banyak memungkinkan seseorang kesulitan untuk berinteraksi sosial. Sebab secara tidak langsung, otak distimulasi untuk menerima berita negatif sehingga muncul fenomena brain popcorn atau perasaan otak yang meledak. 

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE