Waspada! Polusi Udara Terbukti Picu Penyakit Kronis hingga Gangguan Kehamilan
Polusi udara kian mengancam kesehatan dan kemakmuran global. Campuran zat-zat berbahaya ini berasal dari aktivitas manusia dan alam. Mulai dari emisi kendaraan bermotor, pembangkit listrik berbahan bakar batu bara, hingga asap dari kebakaran hutan.
Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), polusi udara menyebabkan 7 juta kematian setiap tahun di seluruh dunia. Angka tersebut terus mengalami peningkatan selama dua dekade terakhir.
Paparan polusi udara menyebabkan stres oksidatif dan peradangan pada sel manusia. Penelitian yang dilakukan National Institute of Environmental Health Sciences (NIEHS) menemukan bahwa polusi udara memicu sejumlah masalah kesehatan. Penasaran apa saja? Check this out!
Kanker
![]() Penyakit Akibat Polusi Udara. Foto: Pexels.com/Anna Tarazevich |
Penelitian terhadap lebih dari 57 ribu perempuan menemukan bahwa tinggal di dekat jalan utama bisa meningkatkan risiko terkena kanker payudara. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2000 hingga 2016 menemukan hubungan antara temuan kasus kanker paru-paru dengan peningkatan jumlah pembangkit listrik berbahan bakar batu bara.
Partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 2.5 µm (mikrometer) atau PM2.5 merupakan penyebab utama kanker. PM2.5 yang terhirup ke saluran pernapasan akan masuk ke dalam aliran darah. Radikal bebas yang menumpuk dalam tubuh bisa memicu munculnya sel kanker.
Penyakit Kardiovaskular
Penyakit Akibat Polusi Udara. Foto: Pexels.com/Towfiqu Barbhuiya
Partikel halus seperti PM2.5 dan PM10 bisa mengganggu fungsi pembuluh darah dan mempercepat pengapuran di arteri. Paparan polusi udara juga menyebabkan penurunan kadar High Density Lipoprotein (HDL) sehingga meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Para peneliti NIEHS menemukan hubungan antara paparan nitrogen oksida pada perempuan pasca-menopause dengan peningkatan risiko stroke hemoragik.Â
Penyakit Pernapasan
Penyakit Akibat Polusi Udara. Foto: Pexels.com/Karolina Grabowska
Polusi udara bisa mempengaruhi perkembangan paru-paru dan berimplikasi pada perkembangan penyakit emfisema, asma, dan penyakit pernapasan lainnya. Selain itu, polusi udara juga meningkatkan prevalensi dan tingkat keparahan asma.
Menurut penelitian yang diterbitkan pada tahun 2023, asma pada saluran napas anak-anak dipicu oleh dua polutan udara, yaitu ozon dan PM2.5. Paparan partikulat dan nitrogen dioksida dalam jangka panjang terbukti meningkatkan risiko penyakit bronkitis kronis.
Gangguan Kehamilan
Penyakit Akibat Polusi Udara. Foto: Pexels.com/Pavel Danilyuk
Menurut laporan National Toxicology Program (NTP), paparan polusi udara bisa meningkatkan risiko ibu hamil mengalami gangguan hipertensi. Hal ini bisa menyebabkan kelahiran prematur hingga kematian ibu dan janin.
Para peneliti dari University of California menemukan bahwa perempuan yang terpapar partikulat halus selama kehamilan berisiko melahirkan anak dengan autisme. Tak hanya itu, paparan partikulat pada ibu hamil juga berdampak buruk pada perkembangan otak janin hingga berat badan bayi yang rendah.
Paparan PM 2.5 selama masa kehamilan meningkatkan kemungkinan bayi mengalami tekanan darah tinggi di awal kehidupan. Tak hanya itu, paparan polusi udara sebelum lahir juga menyebabkan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) pada masa kanak-kanak.
Nah, itulah sederet dampak buruk polusi udara bagi kesehatan. Jangan lupa lindungi diri dan keluarga dari paparan polusi udara ya, Beauties!
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!
