STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600
BILLBOARD
970x250

5 Kebiasaan Buruk Ini Harus Dihindari karena Bisa Menghentikan Produksi Kolagen

Intan Dwi | Beautynesia
Jumat, 26 Mar 2021 18:00 WIB
5 Kebiasaan Buruk Ini Harus Dihindari karena Bisa Menghentikan Produksi Kolagen

Dengan seiring bertambahnya usia, produksi kolagen kulit mulai berkurang dan akibatnya kulit mulai kehilangan elastiisitasnya. Kolagen merupakan protein paling melimpah  yang ada di tubuh manusia dan bertanggung jawab untuk memelihara kulit agar tampak muda, rambut sehat dan kuku yang kuat.

Karena itu, kamu perlu bekerja lebih keras untuk merawatnya agar kulit tetap terlihat seperti yang kamu inginkan. Meskipun proses penuaan adalah bagian hidup yang tak terhindarkan, ini bukan satu-satunya hal yang memengaruhi. Berikut ini adalah beberapa kebiasaan gaya hidup sehari-hari yang tanpa disadari dapat merusak simpanan kolagen kamu!

Tidak cukup konsumsi Vitamin C

Sebuah penelitian menemukan bahwa vitamin C dapat merangsang sintesis kolagen dan sebagai antioksidan yang kuat.
Tidak cukup konsumsi Vitamin C/freepik.com

Banyak orang yang mengandalkan vitamin C untuk meningkatkan kekebalan tubuh, tapi tahukah kamu kalau vitamin C juga bisa diandalkan untuk mendapatkan kulit bercahaya? Sebuah penelitian menemukan bahwa vitamin C dapat merangsang sintesis kolagen dan sebagai antioksidan yang kuat.

Selain itu, juga akan membantu menargetkan radikal bebas yang lagi-lagi bertindak sebagai katalis dalam pemecah kolagen. Karena tubuh manusia tidak dapat menghasilkan vitamin C sendiri, maka meningkatkan pola makan yang kaya vitamin C sangat penting untuk menjaga produksi kolagen.

Tidak hanya meningkatkan pola makan, kamu juga bisa menggunakan produk skincare yang mengandung konsentrasi kuat vitamin C.

Gaya hidup sedentary

Kurangnya aliran darah, penurunan kondisi otot dan peningkatan berat badan, itu semua dapat membunuh kolagen kamu lebih cepat daripada yang bisa kamu gantikan.
Gaya hidup sedentary/freepik.com

Sedentary atau yang biasa disebut malas gerak merupakan pola perilaku seseorang yang minim melakukan aktivitas atau gerak fisik. Mereka yang menjalani gaya hidup ini biasanya orang-orang yang hampir sepanjang hari hanya duduk atau bermalas-malasan di kasur.

Karena itu, mereka pasti tidak melakukan cukup olahraga padahal itu dapat memperlambat kinerja tubuh. Kurangnya aliran darah, penurunan kondisi otot dan peningkatan berat badan, itu semua dapat membunuh kolagen kamu lebih cepat daripada yang bisa kamu gantikan.

Kurang tidur

ketika kamu terlalu lelah, sistem kekebalan kamu menderita dan pada akhirnya berdampak negatif pada integritas dan produksi kolagen.
Kurang tidur/freepik.com

Tidur adalah waktunya untuk tubuh kamu beristirahat, memulihkan diri dan meremajakan. Selain tubuh, kulit juga butuh istirahat dan kita semua tahu bahwa tidur menjadi peran utama dalam hal itu. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ketika kamu terlalu lelah, sistem kekebalan kamu menderita dan pada akhirnya berdampak negatif pada integritas dan produksi kolagen.

Terlalu banyak konsumsi gula

Melalui proses fisiologis alami yang disebut glikasi, molekul gula akan menempel pada kolagen dan elastin di kulit yang dapat menyebabkan keriput, peradangan dan masalah kullit lainnya.
Terlalu banyak konsumsi gula/freepik.com

Tidak ada salahnya sesekali menikmati makanan manis, tapi terlalu banyak konsumsi gula bisa membuat kamu menua lebih cepat. Melalui proses fisiologis alami yang disebut glikasi, molekul gula akan menempel pada kolagen dan elastin di kulit yang dapat menyebabkan keriput, peradangan dan masalah kulit lainnya.

Glikasi juga dapat menyebabkan jenis kolagen yang diproduksi berubah, dari tipe III yang kuat menjadi tipe I yang lebih lemah. Hal ini dapat membuat kulit lebih rentan terhadap kerusakan, terutama dari sinar matahari. Gula menurunkan kolagen 10 kali lipat dan berkontribusi pada kulit kendur dan menua.

Terkena sinar matahari

Sinar matahari memang memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan, tetapi tidak untuk kulit karena sinar matahari dapat menyebabkan kerusakan kulit yang parah.
Terkena sinar matahari/freepik.com

Sinar matahari memang memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan, tetapi tidak untuk kulit karena sinar matahari dapat menyebabkan kerusakan kulit yang parah. Sinar UV menyebabkan kolagen rusak lebih cepat daripada proses penuaan normal dan melakukannya dengan menembus dermis.

Sehingga hal itu menyebabkan penumpukan serat elastis yang tidak normal. Selain itu, kerusakan akibat sinar UV juga menghasilkan produksi radikal bebas yang meningkatkan jumlah enzim yang memecah kolagen.

(arm2/arm2)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE