Duh, Bahan Dalam Skincare Berikut Ini Ternyata Malah Bikin Kulit Berjerawat Makin Breakout!

Yasmin Artyas | Beautynesia
Selasa, 16 Jan 2018 02:30 WIB
Duh, Bahan Dalam Skincare Berikut Ini Ternyata Malah Bikin Kulit Berjerawat Makin Breakout!
https://i1.wp.com/acneoverview.com/wp-content/uploads/2017/04/teenage-acne.jpg?fit=839%2C571
Memakai skincare memang dibutuhkan setiap wanita agar wajah kembali mulus tanpa jerawat atau noda. Namun, bagi kulit berjerawat, tidak semua ingredient yang terkandung dalam skincare cocok untuk membasmi jerawat. Kalau tidak diperhatikan secara teliti, kulitmu akan semakin breakout!

Sintetic Oil


Sintetic Oil atau minyak sintesis adalah ingredient skincare pertama yang harus dihindari oleh si pemilik kulit berjerawat. Produk berbahan dasar minyak sintetis seperti mineral oil, petrolatum, coconut oil, shea butter, oleic acid (omega 9) ternyata berpotensi menyumbat pori-pori dan menimbulkan jerawat. Kok bisa? Karena konsistensi minyak sintesis yang cenderung berat bagi kulit wajah maka setelah pemakaian bisa timbul jerawat. Apalagi jika kandungannya terdapat dalam produk pelembap yang sifatnya meresap ke dalam kulit.

 


Foto: https://life.idntimes.com


Tapi jika kamu sering membersihkan wajah dengan bahan-bahan di atas, mungkin saja tidak begitu menimbulkan masalah berarti asalkan membersihkan dengan sabun wajah setelahnya hingga benar-benar bersih. Sebagai alternatif, cobalah skincare yang mengandung jojoba oil, grapeseed oil, tea tree oil, lavender oil, atau bahan minyak alami yang kaya akan kandungan lonoleic acid atau Omega 6. 

 


Scrub Exfoliator


Kalau kamu sering memasukkan exfoliator dalam skincare routine namun wajahmu masih berjerawat, coba cek kembali apakah exfoliator kamu ada butiran scrub-nya atau tidak. Bisa jadi butiran scrub tersebut yang membuat wajahmu semakin breakout. Butiran scrub yang seharusnya mampu mengangkat sel kulit mati, malah akan mengiritasi kulit berjerawat. Inilah yang kemudian akan memicu breakout. Sebagai ganti scrub, cobalah menggunakan bahan exfoliator yang lebih ringan seperti oatmeal. Jangan terlalu sering melakukan exfoliating, cukup satu kali dalam seminggu untuk menjaga wajahmu agar tidak breakout


Foto: https://www.dailymail.co.uk

Selain exfoliating, kamu juga harus memperhatikan kapan sebaiknya mencuci wajah. Mencuci wajah terlalu sering bisa membuat kulit wajah dehidrasi yang akan memunculkan jerawat atau breakout.

 

Salicylic Acid, Benzoyl Peroxide, dan Sodium Lauryl Sulfate (SLS)


Meski asam salisilat dan benzoyl peroxide terkenal luas sebagai salah satu bahan yang ampuh membasmi jerawat, namun dalam penggunaan jangka panjang kedua bahan ini kurang baik untuk jenis kulit berjerawat. Kedua bahan kimia ini dapat menyebabkan kulit kering, kemerahan, dan iritasi. Lebih baik kedua bahan tersebut digunakan sebagai spot treatment dengan mengoleskannya pada jerawat yang muncul, bukan keseluruhan wajah.


Foto: https://www.webmd.com

Bahan kimia lainnya yang perlu diwaspadai oleh pemilik kulit berjerawat adalah Sodium Lauryl Sulfate (SLS). Bahan kimia pembentuk busa melimpah yang biasanya ditemukan dalam pembersih wajah tersebut berbasis deterjen. Cara mengetahui bahwa dalam pembersih wajahmu terdapat SLS adalah efek yang diberikan kulit terasa kering setelah mencuci wajah. Dalam penggunaan jangka panjang, SLS dapat membuat kulitmu kemerahan, dan iritasi. Jadi, jangan heran jika jerawat tak kunjung sembuh kalau pembersih wajahmu mengandung bahan ini.

 


(ebn/ebn)
CERITA YUK!
Theme of The Month :

Theme of The Month :

Theme of The Month :

Theme of The Month :

Theme of The Month :

Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE