Kenali 7 Bahaya Skincare dengan Kandungan Steroid

Nindya Putri Hermansyah | Beautynesia
Jumat, 17 Apr 2026 17:00 WIB
5. Ketergantungan
Ilustrasi ketergantungan/freepik: freepik

Dalam beberapa tahun terakhir, produk skincare yang menjanjikan hasil cepat semakin mudah ditemukan di pasaran maupun media sosial. Banyak krim wajah diklaim mampu memutihkan kulit, menghilangkan jerawat, bahkan membuat wajah terlihat mulus hanya dalam hitungan hari. Bagi sebagian orang, hasil instan ini tentu sangat menggoda karena terlihat seperti solusi cepat untuk berbagai masalah kulit.

Namun, di balik perubahan yang terlihat begitu cepat, ada kemungkinan kandungan berbahaya yang tersembunyi di dalam produk tersebut. Salah satu bahan yang sering disalahgunakan dalam produk skincare ilegal adalah steroid, yaitu zat yang sebenarnya merupakan obat medis dan seharusnya digunakan dengan pengawasan dokter. Jika digunakan sembarangan, steroid dapat menyebabkan berbagai kerusakan pada kulit yang tidak selalu bisa diperbaiki dengan mudah.

Lalu, apa saja dampak berbahaya yang bisa terjadi jika kamu menggunakan skincare dengan kandungan steroid, Beauties?

1. Penipisan Kulit

Ilustrasi kulit tipis/Freepik: freepik

Penggunaan steroid topikal dalam jangka panjang dapat menyebabkan penipisan kulit atau yang dikenal sebagai skin atrophy. Kondisi ini terjadi karena steroid menghambat produksi kolagen dan elastin yang berperan penting dalam menjaga kekuatan serta ketebalan kulit. Akibatnya, lapisan kulit menjadi lebih tipis, rapuh, dan mudah mengalami luka.

Dilansir dari Allure, penggunaan steroid kuat pada wajah secara terus-menerus dapat melemahkan struktur kulit sehingga kulit menjadi sangat tipis dan sensitif terhadap iritasi. Ia juga menekankan bahwa kondisi ini bisa membuat kulit lebih mudah memar serta membutuhkan waktu lama untuk pulih.

Kulit yang mengalami atrofi biasanya tampak lebih transparan, terasa sangat sensitif saat terkena produk skincare lain, dan sering mengalami kemerahan. Dalam beberapa kasus, kerusakan ini bisa bertahan lama bahkan setelah penggunaan steroid dihentikan.

2. Muncul Spider Veins

Ilustrasi spider veins di wajah/Foto: crowsnestcosmeticandvein

Selain menyebabkan penipisan kulit, steroid juga dapat memicu munculnya spider veins atau pembuluh darah kecil yang terlihat jelas di permukaan kulit. Kondisi ini terjadi karena lapisan kulit yang semakin tipis membuat pembuluh darah di bawahnya menjadi lebih terlihat.

Healthline menjelaskan bahwa penggunaan steroid topikal dalam waktu lama dapat menyebabkan pelebaran pembuluh darah kecil di wajah. Akibatnya, muncul garis-garis merah atau ungu tipis yang sering terlihat di area pipi dan hidung.

Spider veins tidak hanya memengaruhi penampilan, tetapi juga menandakan bahwa kulit telah mengalami kerusakan struktural akibat paparan steroid yang berlebihan.

3. Jerawat Lebih Mudah Muncul

Ilustrasi jerawat steroid/Freepik: wayhomestudio

Salah satu efek samping yang sering muncul akibat penggunaan steroid pada wajah adalah steroid acne, yaitu jenis jerawat yang muncul karena perubahan keseimbangan kulit akibat paparan steroid.

Steroid dapat memicu produksi minyak berlebih serta mengganggu mikrobioma kulit. Hal ini membuat pori-pori lebih mudah tersumbat dan akhirnya memicu munculnya jerawat kecil yang menyebar secara merata di wajah.

Jerawat akibat steroid biasanya muncul secara tiba-tiba, berbentuk kecil-kecil, dan terasa meradang. Kondisi ini sering membuat pengguna merasa kulitnya semakin bermasalah meskipun sebelumnya terlihat membaik ketika pertama kali menggunakan krim tersebut.

4. Ruam di Sekitar Mulut

Ilustrasi ruam sekitar mulut/Foto: mydoctor.kaiserpermanente.org

Penggunaan steroid pada wajah juga dapat menyebabkan kondisi yang disebut perioral dermatitis, yaitu ruam merah yang muncul di sekitar mulut. Dilansir dari Self Magazine bahwa penggunaan steroid topikal pada wajah dalam jangka panjang dapat memicu peradangan di area sekitar mulut, hidung, dan dagu.

Ruam ini biasanya terlihat seperti bintik merah kecil yang terasa gatal atau perih. Dalam beberapa kasus, ruam juga dapat disertai sensasi terbakar dan kulit kering. Kondisi ini sering kali semakin parah jika penggunaan steroid terus dilanjutkan.

5. Ketergantungan

Ilustrasi ketergantungan/freepik: freepik

Salah satu bahaya terbesar dari skincare dengan steroid adalah munculnya ketergantungan kulit terhadap kandungan tersebut.

WebMD mengatakan bahwa kulit yang terlalu sering terpapar steroid dapat mengalami fenomena yang disebut topical steroid withdrawal. Ketika penggunaan dihentikan, kulit bisa mengalami kemerahan hebat, rasa panas, hingga peradangan yang cukup parah.

Kondisi ini membuat banyak orang merasa bahwa kulit mereka hanya membaik ketika menggunakan krim tersebut. Padahal sebenarnya kulit sedang mengalami reaksi akibat penghentian steroid yang sebelumnya digunakan dalam jangka panjang.

6. Stretch Mark

Ilustrasi stretch mark/Foto: venicecosmetic.com

Efek lain yang juga dapat terjadi akibat penggunaan steroid adalah munculnya stretch mark pada kulit. Kondisi ini biasanya terjadi karena steroid melemahkan jaringan kolagen dan elastin yang berfungsi menjaga elastisitas kulit.

Menurut penjelasan dermatolog Dr. Hadley King dalam artikel Allure, penggunaan steroid kuat secara berlebihan dapat menyebabkan kulit kehilangan kekuatan strukturalnya. Ketika kulit tidak lagi mampu menahan tekanan, garis-garis stretch mark bisa muncul di beberapa area wajah atau tubuh.

Stretch mark akibat steroid sering terlihat sebagai garis tipis berwarna kemerahan atau keunguan yang kemudian berubah menjadi lebih pucat seiring waktu.

7. Rambut Halus Berlebihan di Wajah

Ilustrasi hipertrikosis//www.webmd.com

Penggunaan steroid juga dapat memicu pertumbuhan rambut halus berlebih pada wajah, kondisi yang dikenal sebagai hypertrichosis.

Dokter kulit dari Harvard Medical School, Dr. Esther Freeman, pernah menjelaskan dalam wawancaranya dengan media internasional CNN Health bahwa steroid topikal dapat memengaruhi aktivitas folikel rambut sehingga rambut halus pada wajah tumbuh lebih banyak dari biasanya.

Kondisi ini biasanya terlihat di area pipi, dahi, atau sekitar rahang. Bagi sebagian orang, pertumbuhan rambut halus ini dapat memengaruhi rasa percaya diri karena wajah tampak lebih berbulu dibandingkan sebelumnya.

Kulit yang sehat sebenarnya tidak membutuhkan hasil instan yang berisiko tinggi. Dengan memahami bahaya skincare yang mengandung steroid, kamu bisa lebih berhati-hati dalam memilih produk yang digunakan setiap hari.

Mulai sekarang, jangan mudah tergoda dengan janji perubahan cepat tanpa mengetahui kandungan di dalamnya. Yuk, rawat kulit dengan cara yang lebih aman dan bijak agar kecantikan yang kamu miliki bisa tetap sehat dalam jangka panjang.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE