Beauties, apakah kamu memiliki masalah kulit kusam dan merasa skincare-mu tidak bekerja dengan baik? Masalah kulit disebabkan oleh berbagai hal, bisa karena genetik, makanan, hormon, atau lingkungan tempat kamu tinggal. Tetapi, stres juga bisa mempengaruhi kondisi kulitmu lho, Beauties.
Sebenarnya, stres dibutuhkan sebagai sistem pertahanan. Dikutip dari Medical News Today, stres menghasilkan reaksi pada otak supaya lebih waspada dan membantu mengatasi masa sulit. Sayangnya sesuatu yang berlebihan juga tidak baik, termasuk dengan stres yang kamu rasakan.
Pengaruh Stres pada Tubuh Manusia
Pengaruh stress pada tubuh/Foto: pexels.com/Andrea Piacquadio |
Dr. Whitney Bowe, seorang ahli dermatologi dan penulis buku The Beauty of Dirty Skin melalui New York Times mengatakan bahwa terdapat 2 jenis stres yaitu stres akut dan stres kronis.
Stres kronis yang berkepanjangan bisa memperburuk kesehatanmu. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Whitehall II di Eropa menyatakan bahwa orang yang merasakan stres memberikan efek negatif pada organ tubuh salah satunya adalah resiko tinggi untuk mengalami masalah jantung koroner.
Kulit adalah salah satu organ terbesar pada tubuh manusia, jadi stres juga menyebabkan adanya masalah yang muncul pada kulit. Dikutip dari Healthline, saat stres tubuh memproduksi hormon cortisol. Cortisol menyebabkan bagian otak bernama hypothalamus untuk memproduksi corticotrophim-releasing hormone (CRH) serta melanocyte-stimulating hormone (MSH).
Stres Bikin Kulit Kusam dan Susah Glowing, Mengapa?
Ilustrasi kulit kusam/Foto: pexels.com/Andrea Piacquadio |
MRH ini menghasilkan pigmen warna kulit yang melepas butir melanin ke lapisan kulit, hal ini membuat kulit terlihat kusam dan lebih gelap. Dr. Bowe menambahkan bahwa hormon stres sangat memengaruhi skin barrier atau lapisan kulit. Skin barrier mengunci kelembapan kulit dan melindunginya dari polutan dan iritasi.
Saat stres, cortisol menghambat produksi minyak alami di kulit sehingga kulit menjadi lebih kering dan mudah iritasi. Tanpa adanya minyak alami, hidrasi akan “bocor” yang dikenal sebagai transepidermal water loss (TEWL).
Pengaruh Stres pada Masalah Kuit Lainnya
Pengaruh stres pada kulit/Foto: pexels.com/Polina Tankilevitch |
Menurut Dr. Ajay Rana melalui Health Shots, Corticotrophim-releasing hormone (CRH), stres juga bisa menyebabkan produksi minyak meningkat.
Hal ini bisa mengakibatkan beberapa masalah kulit seperti jerawat dan pori-pori tersumbat. Tidak hanya itu, cortisol juga menghambat produksi hyaluronic acid dan collagen. Padahal kolagen sangat berpengaruh untuk regenerasi kulit, tanpanya kulit akan lebih mudah muncul tanda penuaan.
Tips Menggunakan Skincare untuk Mengatasi Masalah Kulit Saat Stres
Tips memakai skincare/Foto: pexels.com/Tima Miroshnichenko |
Dr. Loretta Ciraldo yang merupakan seorang ahli dermatologi menyarankan agar menghentikan penggunaan produk eksfoliasi seperti glycolid acid atau salicylic acid, serta penggunaan retinol. Kamu bisa menambahkan skincare yang banyak mengandung antioksidan seperti vitamin A dan C. Tidak lupa selalu menjaga hidrasi serta kelembapan kulit.
Jangan lupa untuk mencari sumber stres dan berusaha menanganinya ya, Beauties. Kamu bisa melakukan relaksasi seperti meditasi, menulis jurnal, atau berjalan-jalan.
Jika kamu memiliki manajemen stres yang baik, masalah kulit atau masalah kesehatan lainnya juga akan lebih cepat pulih. Semoga bermanfaat!
_______________
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!