Beri Kesan Pertama yang Baik, Ini 4 Trik Psikologis saat Wawancara Kerja yang Wajib Kamu Coba!
Tahapan interview atau wawancara saat melamar pekerjaan bisa jadi sangat menegangkan bagi sebagian orang, terlebih bagi yang minim pengalaman. Bisa dibilang, wawancara kerja menjadi salah satu tahapan yang sangat penting untuk menentukan apakah kandidat cocok menjadi karyawan di suatu perusahaan.
Selain memiliki pengalaman yang sesuai dengan posisi yang dilamar serta cara komunikasi yang baik, ternyata ada trik psikologis yang bisa kamu terapkan saat interview kerja, lho! Trik psikologis ini bisa membantu kamu untuk sukses dalam memberikan kesan pertama yang baik saat wawancara kerja.
Tidak perlu mengubah kepribadian atau berpura-pura menjadi orang lain, berikut 4 trik psikologis yang bisa kamu terapkan saat wawancara kerja. Yuk, disimak!
Gunakan Pakaian Berwarna Netral
Ilustrasi interview kerja/Foto: Freepik |
Ternyata, warna pakaian bisa berdampak pada kesan pertama yang ditimbulkan saat wawancara kerja, lho, Beauties! Warna pakaian rupanya bisa menyampaikan kesan tertentu. Dengan menggunakan psikologi warna, kamu dapat secara halus memberi tahu pewawancara bahwa kamu memiliki kualitas yang dibutuhkan untuk posisi yang dilamar.
Melansir dari The Ladders, sekitar 23 persen pewawancara merekomendasikan menggunakan pakaian berwarna biru. Warna biru sendiri menunjukkan bahwa kandidat adalah seorang team player yang baik, tenang, dan dapat dipercaya.
Kamu bisa menyesuaikan warna pakaian dengan posisi yang kamu lamar. Berikut beberapa warna dan kesan yang ditimbulkan:
- Hitam menunjukkan potensi kepemimpinan.
- Abu-abu menunjukkan logis, fokus, dan dapat berpikir analitis.
- Coklat melambangkan seseorang yang dapat diandalkan, jujur, dan berkomitmen.
- Putih menunjukkan teratur, akurat, dan terhormat.
Lakukan Kontak Mata dan Jangan Senyum Berlebihan
Ilustrasi interview kerja/Foto: Freepik.com/Yanalnya |
Kesan pertama adalah hal yang penting saat wawancara kerja. Untuk memberikan kesan pertama yang baik kepada pewawancara, cobalah untuk melakukan kontak mata selama beberapa detik di awal interview. Tidak hanya di awal, mempertahankan kontak mata sepanjang interview juga bisa kamu lakukan.
Selain menjaga kontak mata, tersenyum adalah hal yang tidak boleh dilupakan. Namun yang harus kamu perhatikan, jangan sampai tersenyum berlebihan, ya! Tersenyum berlebihan bukan cara yang baik untuk membuat pewawancara terkesan. Sebab, ini hanya akan membuat kamu terlihat fake alias palsu!
Tiru Bahasa Tubuh
Dalam psikologi, ada sebuah istilah bernama chameleon effect atau efek bunglon. Istilah ini menggambarkan sebuah fenomena psikologis yang menggambarkan bagaimana orang cenderung lebih menyukai satu sama lain ketika mereka menunjukkan bahasa tubuh yang serupa.
Nah, trik psikologi satu ini juga bisa kamu terapkan saat wawancara kerja. Meniru bahasa tubuh lawan bicara bisa membuat mereka merasa nyaman, dan dapat menunjukkan bahwa kamu tertarik dan memahami apa yang dipaparkan pewawancara.
Jadi, jika pewawancara mencondongkan tubuh atau meletakkan tangan di atas meja, cobalah untuk meniru bahasa tubuh tersebut. Namun yang harus diperhatikan, pastikan jangan melakukannya secara berlebihan, ya!
Atur Jadwal Wawancara
Ilustrasi interview kerja/Foto: Freepik |
Sebenarnya, waktu terbaik untuk mengatur wawancara adalah waktu terbaik untuk pewawancara, bukan untuk kamu yang merupakan kandidat. Jika kamu bisa mengatur jadwal interview, cobalah untuk memilih pada pukul 10:00 hingga 10:30 di hari Selasa, Rabu, atau Kamis. Di waktu tersebut, load kerja pewawancara relatif sedang santai dan tidak hectic.
Selain itu, jika memungkinkan, hindari melakukan interview kerja di pagi hari, ketika pewawancara masih disibukkan dengan pekerjaannya. Hindari pula di sore hari ketika jam kerja sudah hampir berakhir, karena pewawancara mungkin sudah fokus pada apa yang akan ia lakukan di luar pekerjaan.
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!
Ilustrasi interview kerja/Foto: Freepik
Ilustrasi interview kerja/Foto: Freepik.com/Yanalnya
Ilustrasi interview kerja/Foto: Freepik