sign up SIGN UP

LIFE

Tips Karier: 5 Cara Supaya Bahagia dan Semangat di Tempat Kerja

Henny Alifah | Rabu, 16 Dec 2020 09:00 WIB
Tips Karier: 5 Cara Supaya Bahagia dan Semangat di Tempat Kerja
caption
Jakarta -

Bahagia selagi bekerja itu penting. Para psikolog dan career coach pun sepakat karena sebagian besar waktu manusia habis digunakan untuk bekerja, di tempat kerja.

Menurut life coach Eugene Seah, ada tiga jenis orang yang tidak bahagia di tempat kerja, Pertama, orang yang tidak bahagia karena bermasalah dengan rekan kerja atau atasan, biasanya bersifat sementara. Kedua, orang yang sangat tidak bahagia karena sebenarnya mereka ingin melakukan hal lain daripada bekerja di tempat kerjanya yang sekarang. Ketiga, orang yang tidak bahagia karena tidak yakin dengan apa yang sebenarnya mereka ingin kerjakan dalam hidup.

Ketidakbahagiaan di tempat kerja biasanya akan berpengaruh pada aspek kehidupan yang lain. Menurut Dr Victor Seah, dosen senior psikologi di Universitas Ilmu Sosial Singapura, ketidakbahagiaan di tempat kerja terkait dengan stres kerja, penurunan kesehatan mental, rendahnya tingkat kepuasan hidup, dan juga keluarga.

Ibu yang tidak bahagia dan stres di tempat kerja cenderung kurang menunjukkan kasih sayang dan penerimaan terhadap anak-anak mereka. Sementara itu, ayah yang tidak bahagia di tempat kerja cenderung mudah menghukum.

Hal ini akan berbeda jika orang merasa puas dengan pekerjaannya. Mereka cenderung berkinerja lebih baik. Mereka juga jauh dari perilaku negatif dan suka membantu rekan kerja lain dalam melakukan tugas.

Jadi, bagaimana caranya agar bahagia di tempat kerja? Berikut lima tips dari Karen Leong, direktur Influence Solutions dan penulis buku Win People Over – 75 Simple and Powerful Ways to Influence Anyone, seperti yang dilansir dari Her World Malaysia.

1. Ciptakan sendiri kebahagiaanmu

ilustrasi: bahagia di tempat kerja
Bahagia di Tempat Kerja/ Foto: Pexels.com/RF._.studio

Dua orang di tempat kerja yang sama, dapat menanggapi masalah yang sama dengan cara yang berbeda. Kalau kata para motivator, gelas yang setengah terisi dapat dilihat setengah penuh oleh satu orang, dan setengah kosong oleh orang yang lain. Tergantung sudut pandang mana yang diambil.

Kamu bisa hidup seperti singa, bahagia dan percaya diri dengan kepala terangkat tinggi. Atau, hidup seperti serigala, terus-menerus menoleh ke belakang dalam ketakutan dan mungkin masih ada saja panah yang ditembakkan ke arahmu.

Orang-orang akan memperlakukan kamu dengan cara kamu memperlakukan mereka. Semakin kamu bahagia dan percaya kepada mereka, semakin banyak orang yang akan mengembalikan energi positif yang sama kepadamu.

2. Lihat masalah sebagai peluang

ilustrasi: bahagia di tempat kerja
Bahagia di Tempat Kerja/ Foto: Pexels/Fox

Peluang ada di mana-mana, bahkan di balik sebuah masalah sekalipun. Karena itu, biar selalu bahagia di tempat kerja, cobalah melihat masalah dari perspektif lain. Alih-alih melihat masalah sebagai hal negatif, coba tanyakan pada dirimu, apa peluangnya? Orang yang dapat melihat peluang dalam masalah kemungkinan besar akan menjadi lebih positif dan sukses.

3. Temukan makna di setiap pekerjaan yang kamu lakukan

ilustrasi: bahagia di tempat kerja
Bahagia di Tempat Kerja/ Foto: Pexels/Amina Filkins

Jika kamu menganggap pekerjaanmu bermakna, kamu akan cenderung berpikir positif tentangnya. Demikian pula sebaliknya, kamu akan lebih mudah terhambat oleh emosi negatif saat menganggap pekerjaan hanya sebagai beban. Setelah kamu dapat melihat nilai dari apa yang kamu lakukan, kamu akan merasa lebih bahagia dan lebih puas.

4. Buat perubahan yang berharga

ilustrasi: bahagia di tempat kerja
Bahagia di Tempat Kerja/ Foto: Pexels/Ketut Subiyanto

Menerima umpan balik yang tidak terlalu bagus dari atasan jelas dapat menurunkan semangat. Namun umpan balik atau kritik yang membangun, meskipun sulit diterima, sebenarnya dapat menghasilkan hal-hal yang lebih baik.

Saat kamu mendapat tinjauan kinerja yang negatif, tanyakan pada diri sendiri, apakah kamu sudah memberikan yang terbaik? Jika belum, anggap itu sebagai peringatan untuk mengasah keterampilan dan menjadi yang terbaik di bidangmu.

Ubah emosi negatif menjadi energi untuk pertumbuhan diri. Dengan demikian, kamu memberi diri sendiri kesempatan untuk mengubah banyak hal menjadi lebih baik. Jika kamu berurusan dengan politik kantor atau perilaku negatif dari seorang kolega, berbicaralah dengan orang tersebut alih-alih mengeluh kepada orang lain.

5. Cari sisi positif

ilustrasi: bahagia di tempat kerja
Bahagia di Tempat Kerja/ Foto: Pexels/Ketut Subiyanto

Emosi negatif seringkali berasal dari interaksi manusia, entah itu dengan atasan, kolega, atau klien. Saat kamu merasa bermusuhan dengan seseorang, kamu cenderung mengurangi komunikasi dengan orang itu.

Meskipun menghindari konflik dapat bermanfaat, kamu tidak selalu dapat menghindari orang atau masalah tertentu. Jadi, lebih baik fokus pada sifat positif mereka. Misalnya, daripada melihat atasan sebagai sosok yang terlalu kritis, anggap mereka memiliki harapan yang tinggi padamu. Ketika kamu melakukan hal ini, kamu cenderung ingin memenuhi harapan tersebut dan dapat membuat hubungan rekanan kerja kalian jadi lebih baik.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id