sign up SIGN UP

BOLD MY LIPS

Maria Shandi: Tidak Memendam Sendiri dan Melaporkan Kasus Kekerasan yang Dialami adalah Bentuk Menyayangi Diri

Fina Prichilia | Senin, 15 Nov 2021 17:00 WIB
Maria Shandi: Tidak Memendam Sendiri dan Melaporkan Kasus Kekerasan yang Dialami adalah Bentuk Menyayangi Diri
caption
Jakarta -

Angka kekerasan pada perempuan masih memprihatinkan. Menurut data, pada Januari-Oktober 2021 yang dikutip dari laman Kemen PPA RI (Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), terdapat 7.913 korban kekerasan pada perempuan, yakni 14,5 persennya yang merupakan kasus kekerasan seksual.

Hal ini tentu harus menjadi perhatian bagi seluruh pihak demi bisa benar-benar keluar dari segala bentuk kekerasan, terlebih pada perempuan sebagai kelompok yang lebih rentan mengalami.

Bagi penyanyi rohani Kristiani Maria Shandi, hal ini sangat memprihatinkan bagi para perempuan Indonesia, Beauties. Terlebih ada faktor-faktor lain yang turut 'mendukung' langgengnya kasus kekerasan tersebut.

"Sangat memprihatinkan. Yang menyedihkan banyak perempuan di luar sana karena tidak punya pendidikan yang cukup akhirnya tidak punya keterampilan. Karena desakan ekonomi, mereka menggantungkan hidupnya sama orang lain. Mereka pasrah diperlakukan semena- mena demi bisa melanjutkan hidupnya," jelasnya kepada Beautynesia.

Pesan buat Para Korban dan Penyintas

Maria ShandiMaria Shandi/ Foto: Dok. Istimewa

Menurut perempuan kelahiran 20 November ini, sebisa mungkin agar jangan takut untuk bersuara dan datang ke pihak berwajib, sebagai bentuk menyayangi diri.

"Karena setiap perempuan punya hak untuk dihargai serta diperlakukan adil dan setara. Jangan ragu untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta karena Dia punya rencana yang indah untukMu. Jangan takut untuk kejar mimpimu. Sampai suatu hari dirimu yang baru akan berterima kasih karena kamu sudah mau berjuang untuk menjadi lebih baik lagi," katanya.

[Gambas:Instagram]


"Untuk para penyintas, kamu hebat sudah bertahan sampai di titik ini. Kalo kamu butuh cerita, jangan dipendam sendiri. Dukungan dari orang yang kamu percaya bisa bantu kamu untuk bangkit lagi. Terakhir dan terpenting, keadaan buruk yang telah kamu lewati akan buat pribadi kamu lebih baik lagi." sambungnya.

Menurutnya, demi memutus kasus kekerasan adalah pentingnya edukasi, baik edukasi untuk memaksimalkan kompetensi, maupun edukasi tentang hak bersuara sebagai perempuan.

---------------------

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(fip/fip)

Our Sister Site

mommyasia.id