sign up SIGN UP

5 Bahaya Kamu Terlalu Sering Pura-pura Bahagia

Budi Rahmah Panjaitan | Minggu, 07 Feb 2021 19:45 WIB
5 Bahaya Kamu Terlalu Sering Pura-pura Bahagia
caption

Ada banyak alasan yang membuat seseorang tetap tersenyum meski tengah berada di situasi yang menyedihkan. Mungkin saja tidak ingin membuat orang lain ikut bersedih atau selalu ingin menunjukkan hal bahagia saja di hadapan semua orang. Hal ini memang tidak bisa dipungkiri karena pada dasarnya berbagi kebahagiaan memang lebih mudah dibanding berbagi kesedihan.

Namun, memilih tetap tersenyum di balik perasaan sedih merupakan tindakan pura-pura bahagia. Alih-alih memberikan sugesti positif, pura-pura bahagia ini malah mendatangkan bahaya. Apa saja bahaya sering pura-pura bahagia? Simak selengkapnya di bawah ini.

Memperburuk Suasana Hati

Memperburuk Suasana Hati karena bersikap pura-pura bahagia/pexel.com
Memperburuk Suasana Hati/pexel.com

Pura-pura bahagia di balik rasa sedih yang membelenggu akan memperburuk suasana hatimu. Menampilkan sesuatu yang bukan sebenarnya sama artinya kamu tengah berbohong pada diri sendiri.

Alhasil hal ini malah akan berimbas pada semakin memburuknya suasana hati. Sejalan dengan itu, sebuah penelitian yang terbit dari Academy Management Jurnal menyebutkan bahwa berpura-pura bahagia di tengah rasa kesedihan merupakan tindakan yang menekan pikiran negatif.

Adanya tekanan ini membuat pikiran negatif semakin kuat. Adapun pikiran negatif di sini dianalogikan sebagai rasa kesedihan yang tengah dirasakan. Untuk itu, jujur dalam mengekspresikan perasaan yang tengah dirasakan akan lebih baik untuk dilakukan.

Merasa Tertekan

Merasa tertekan karena sering berpura-pura bahagia/pexel.com
Merasa tertekan/pexel.com

Selalu menghadirkan senyuman di tengah suasana hati yang sedang sedih ataupun kecewa akan membuat kamu merasa tertekan. Bagaimana tidak, rasa sedih yang sedang terpendam tersebut tidak bisa kamu bagi ke siapapun sehingga orang menganggap kamu sedang baik-baik saja. Bukannya mendapat support, kamu lebih berkemungkinan untuk diajak happy yang tentunya semakin menekan perasaanmu.

Menimbulkan Stres

Menimbulkan stress diakibatkan menipu diri dengan pura-pura bahagia/pexel.com
Menimbulkan stress/pexel.com

Selalu ingin terlihat bahagia merupakan sebuah obsesi yang terkadang sering dilakukan sebagian orang. Hal ini bisa muncul karena selalu berharap ekspektasi akan selalu menjadi kenyataan.  Namun sayangnya proses kehidupan tidak demikian. Ada kalanya seseorang harus merasakan pahitnya kegagalan yang selama ini diekspektasikan sebagai sebuah keberhasilan.

Dalam keadaan ini, tentu saja rasa terpukul akan muncul. Memilih pura-pura bahagia di atas rasa terpukul ini justru akan menimbulkan stress. Hal ini sesuai dengan pendapat seorang psikolog asal Denmark yang menyatakan bahwa obsesi terhadap kebahagiaan bisa menimbulkan stres karena kenyataan tidak sesuai dengan ekspektasi yang sudah dibangun.

Untuk itu, sebaiknya emosi yang dihadirkan juga perlu keseimbangan. Apabila sedang bersedih, maka cobalah untuk menerima dan mengekspresikannya. Jangan dipaksakan untuk tetap tersenyum demi penilaian orang lain bahwa kamu sedang baik-baik saja.

Membuat Rasa Tidak Puas Akan Hidup

Merasa tidak puas akan timbul saat sering pura-pura bahagia/pexel.com
Merasa tidak puas/pexel.com

Rasa tidak puas dalam hidup akan muncul ketika kamu terus terusan memaksakan diri untuk terlihat bahagia. Hal ini dikarenakan kamu semakin lupa tentang arti bersyukur. Kamu tidak menginginkan suatu kesedihan sehingga memilih untuk berbohong pada diri sendiri. Sejatinya, baik itu rasa sedih dan bahagia merupakan bagian dari garis-garis kehidupan yang terkadang memang tidak bisa dikontrol.

Untuk itu, bersyukur dengan segala kondisi yang sedang dihadapi sudah seharusnya dilakukan. Meski demikian, caranya tidaklah dengan membohongi diri sendiri. Cobalah menerima kesedihan dan tidak menipu diri sendiri dengan senyum kepalsuan.

Lupa Akan Jati Diri

Lupa akan jati diri karena berpura-pura bahagia/pexel.com
Lupa akan jati diri/pexel.com

Satu hal lagi yang cukup berdampak dari tindakan berpura-pura bahagia adalah lupa akan jati diri. Hal ini dapat timbul karena kamu akan lupa letak kebahagiaan yang sesungguhnya.

Kamu akan semakin sulit membedakan, mana kebahagiaan yang asli dan mana yang palsu. Ini semua dikarenakan terlalu sering menipu diri sendiri dengan menampilkan hal-hal yang tidak sebenarnya.

Apabila kamu sudah melupakan jati diri, maka ini akan berimbas buruk pada proses kehidupan yang kamu jalani. Oleh sebab itu, terimalah semua perasaan yang muncul dalam hidupmu. Jangan takut untuk mengekspresikannya. Sejatinya, kesedihan adalah hal yang normal dalam hidup ini. Semangat.

(kik/kik)

Our Sister Site

mommyasia.id