sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

Jangan Abaikan, Ini Tanda Kamu Korban Hubungan Toxic yang Perlu Segera Disadari

Dian Aprilia | Minggu, 23 May 2021 18:00 WIB
Jangan Abaikan, Ini Tanda Kamu Korban Hubungan Toxic yang Perlu Segera Disadari
caption

Istilah toxic relationship semakin sering dibicarakan belakangan ini. Toxic relationship adalah hubungan yang tidak sehat dan seringkali ditandai dengan salah satu pihak merasa direndahkan, diabaikan, dan dilukai baik secara fisik maupun psikis. Meskipun korban hubungan toxic merasa banyak hal ganjil dalam hubungannya, ia kerap memutuskan untuk tetap bertahan.  

Hal ini bisa disebabkan karena terlalu mencintai pasangan, takut memulai hubungan baru, khawatir dengan omongan orang lain, takut kesepian dan banyak lagi lainnya. Alhasil keputusan tersebut membuat korban hubungan toxic rentan tidak sehat secara fisik dan psikis. Berikut beautynesia.id telah merangkum 5 tanda kamu korban hubungan toxic yang perlu segera disadari dan diatasi:

Tidak Memprioritaskan Diri Sendiri

Tidak memprioritaskan diri
Tidak memprioritaskan diri/pexels.com

Hubungan yang toxic biasanya ditandai dengan perilaku mengontrol yang berlebihan dari pasangan. Mulai dari perilaku mengancam, menyalahkan, mengambil alih wewenang atau hak, menjauhkan korban dari orang lain, mengakses perangkat pribadi dan lainnya. Hal ini membuat ruang personal korban toxic menjadi sangat terbatas.

Korban hubungan toxic merasa dirinya tidak lagi berharga. Alhasil muncul sikap tidak memprioritaskan diri sendiri, melainkan lebih mementingkan pasangannya. Jika biasanya ia selalu makan tepat waktu, berdandan, melakukan hobi, berkumpul dengan teman-teman, saat terjebak dalam hubungan toxic, ia tidak bisa melakukan itu semua.

Terbiasa Mengalah Walau Tidak Salah

Terbiasa mengalah
Terbiasa mengalah/pexels.com

Selain itu hubungan toxic biasa diisi dengan komunikasi yang buruk dan saling menjatuhkan. Seperti halnya membentak, membanting barang, menghina fisik, menyalahkan pasangan, menyela, tidak mendengarkan pasangan dan lainnya.

Jika terus-terusan diperlakukan seperti itu, korban toxic akan terbiasa mengalah dan menganggap dirinya salah. Saat pasangannya menyalahkannya, dia akan cenderung mengalah dan mengikuti keinginan pasangan.

Tidak Bisa Berpikir Jernih

Tidak bisa berpikir jernih
Tidak bisa berpikir jernih/pexels.com

Seorang korban toxic relationship biasanya kesulitan untuk berpikir jernih. Sebab hubungan toxic membuatnya selalu mendukung pasangan meski banyak orang menasehatinya untuk berpisah. Dia kesulitan melihat fakta secara objektif, entah karena perasaan cinta yang terlalu dalam atau keterikatan dengan pasangan.

Bahkan, korban toxic relationship bisa mengorbankan persahabatannya dan hubungan keluarga demi kekasih. Meski sudah diberikan alasan logis untuk berpisah dan ditunjukkan bukti-bukti perilaku buruk sang kekasih, ia bisa menolak dan menentangnya.

Susah Membuka Diri

Susah membuka diri
Susah membuka diri/pexels.com

Salah satu hal yang hilang dalam hubungan toxic adalah kepercayaan kepada pasangan. Jika dalam hubungan yang sehat, pasangan bisa tumbuh kepercayaan, kesetiaan dan menjaga komitmen. Sementara dalam hubungan toxic, dipenuhi dengan kecurigaan pada pasangan.

Muncul dugaan-dugaan negatif atau ketakutan satu sama lain. Mulai dari takut pasangan selingkuh, takut mendapatkan kekerasan, takut ditinggalkan dan banyak lagi lainnya. Hal ini membuatnya tidak mudah juga percaya dengan orang lain. Sebab korban berpikir jika seseorang yang dicintainya saja tidak bisa dipercaya, apalagi orang lain. Selain itu, dia kesulitan untuk menceritakan masalahnya dengan kekasih pada orang lain karena takut dihakimi dan disalahkan.

Itulah 4 tanda kamu termasuk korban hubungan toxic yang harus segera disadari. Bagi kamu yang sedang mengalaminya, jangan ragu untuk mencari pertolongan pada ahli seperti psikolog atau psikiater.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id