sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

Pasangan Minta Break? Gak Usah Banyak Berharap!

Budi Rahmah Panjaitan | Rabu, 17 Mar 2021 20:15 WIB
Pasangan Minta Break? Gak Usah Banyak Berharap!
caption

Ada kalanya hubungan asmara yang telah terjalin dalam kurun waktu tertentu mulai mencapai titik kejenuhan. Di saat itulah muncul keinginan untuk menjaga jarak demi memulihkan banyak hal yang sudah terjadi dalam hubungan tersebut. Hal ini juga dikenal dengan istilah 'break'.

Meskipun tidak secara gamblang disebut dengan putus, break ini patut dipertimbangkan dengan bijaksana. Terlebih lagi jika satu pihak yang memintanya. Menaruh harapan besar saat hubungan sudah mencapai kata break sepertinya memang harus dipikir ulang. Ya, hal ini dikarenakan hubungan yang terlanjur break menjadi rentan untuk berakhir menyedihkan.

Lantas apa yang harus dilakukan saat pasangan minta break? Simak selengkapnya di bawah ini.

Minta Penjelasan kepada Pasangan

Berbicara dengan pasangan sekaligus meminta penjelasan terkait keinginan untuk break/pixabay.com
Berbicara dengan pasangan/pixabay.com

Hal pertama yang harus dilakukan saat pasangan minta break adalah meminta penjelasan kepadanya. Ini sangat penting dilakukan agar semuanya jelas. Pokok paling penting dalam penjelasan yang diinginkan tentu saja terkait dengan alasan meminta break dalam sebuah hubungan. Pahamilah setiap kalimat yang diutarakan oleh pasangan. Perhatikan pula gelagat yang ditampilkan.

Kamu yang sudah menjalin hubungan dalam kurun waktu tertentu bersamanya tentu bisa menilai seberapa serius dan meyakinkan alasan yang diutarakan olehnya sehingga break menjadi keputusan terbaik untuk hubungan kamu dan dia. Ingatlah, pada saat meminta penjelasan ini, jangan gunakan emosi. Berpikirlah dengan jernih dan bersikaplah dengan bijaksana.

Tetapkan Limit Waktu Break

Bersama pasangan tetapkan limit waktu break yang akan dijalankan/pixabay.com
Bersama pasangan/pixabay.com

Selanjutnya yang harus dilakukan adalah menetapkan limit waktu break. Keputusan tentang seberapa lama break ini seharusnya bisa diambil oleh kam dan si dia dengan kesepakatan yang utuh. Menetapkan limit waktu ini sangat penting karena menyangkut kejelasan hubungan ke depannya.

Jangan sampai hubungan kamu malah menggantung karena sedang berada di fase break. Selain itu, adanya batas waktu untuk break ini juga menghindarkan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan akan sebuah hubungan karena mungkin masing-masing dari kamu akan mulai sibuk dengan diri sendiri dan kehidupan di luar sana.

Atur Rules Selama Break

Berdiskusi dengan pasangan terkait rules selama break/pixabay.com
Berdiskusi dengan pasangan/pixabay.com

Meskipun status hubungan kamu dan si dia saat ini sedang break, ada baiknya dibuat rules yang menentukan cara berhubungan. Misalnya saja terkait dengan komunikasi yang akan dijalankan selama break. Pada dasarnya, break ini memang bermacam-macam, tergantung keputusan masing-masing pasangan. Ada yang sama sekali tidak berkomunikasi, namun ada juga yang berkomunikasi namun dibatasi.

Oleh sebab itu, buatlah rules atau ketentuan dalam menjalin hubungan selama fase break. Ingatlah bahwa hal utama yang harus diperhatikan adalah demi kebaikan hubungan ke depannya. Selama kamu dan dia masih yakin bahwa hubungan saat ini memang cocok dikatakan break, maka ambil lah keputusan terbaik yang untuk hubungan kamu dan dia.

Intropeksi Diri

Intropeksi diri dan juga hubungan saat break/pixabay.com
Intropeksi diri/pixabay.com

Salah satu tujuan utama dari adanya break tentu memberi waktu kepada masing-masing untuk melakukan intropeksi diri supaya lebih baik lagi ke depannya. Oleh sebab itu, waktu break bisa kamu manfaatkan semaksimal mungkin untuk intropeksi diri terkait kekurangan dan kelebihan serta apa saja yang harus diperbaiki ke depannya dalam hubungan kamu dan si dia.

Berpikirlah maju ke depan dengan memikirkan hal terbaik yang bisa dilakukan untuk hubungan kamu dan si dia. Aturlah konsep hubungan sedemikian rupa sehingga saat fase break berakhir, kamu bisa membicarakan lebih lanjut bersamanya.

[Gambas:Instagram]

Bersikap Bijaksana

Bersikap bijaksana dalam hubungan yang sedang break/pixabay.com
Bersikap bijaksana/pixabay.com

Ada banyak kemungkinan yang akan terjadi selama break berlangsung. Oleh sebab itu, kamu harus memikirkan kemungkinan buruk yang akan terjadi yaitu pasangan ingin mengakhiri hubungan. Apabila hal tersebut memang sudah terjadi pada hubungan kamu, maka sebaiknya bersikaplah dengan bijaksana.

Biasanya, pasangan yang sudah tidak menginginkan hubungan terus berlanjut akan menunjukkan sikap acuh tak acuh, sulit diajak berkomunikasi dan bahkan menghilang atau yang biasa disebut ghosting. Untuk itu, mintalah kembali kejelasan padanya secara baik-baik dan ambil keputusan dengan bijaksana apakah hubungan masih bisa diperbaiki atau malah harus merelakan dan berjuang untuk move on.

(kik/kik)

Our Sister Site

mommyasia.id