sign up SIGN UP

Masih Peduli Tapi Ingin Putus, Apa yang Harus Dilakukan?

Dyah Na | Kamis, 10 Dec 2020 12:00 WIB
Masih Peduli Tapi Ingin Putus, Apa yang Harus Dilakukan?
caption
Jakarta -

Ladies, pernah enggak kamu berada dalam fase sayang dengan pasangan kamu, tapi kamu sadar jika hubungan ini tidak bisa diteruskan? Memang, setelah menjalani hubungan sekian lama dengan seseorang, kata hati seringkali terbentur oleh perasaan kita sendiri.

Setelah sulit meyakinkan diri sendiri, tahap sulit selanjutnya adalah "Bagaimana Cara Mengungkapkan Keinginan Ini ke Pasanganmu?"

Jika kamu masih sayang dan peduli pada pasangan, apakah ada cara yang "benar" untuk mengakhiri hubungan?

Meskipun tidak ada cara yang benar atau salah, ada beberapa prinsip yang bisa kamu terapkan.

Tidak ada kepastian bisa menjadi alasan putus untuk yang sudah berpacaran tahunanputus cinta/Freepik.com

Pertama, hati-hatilah dalam memilih waktu dan tempat untuk mengatakan putus. Tentu, saat kamu masih peduli padanya, kamu enggak mau semakin menyakiti hatinya kan?

Kesalahan paling umum yang biasa dilakukan oleh banyak orang adalah menghilang tanpa memberitahu bahwa semuanya sudah berakhir. Malah yang lebih buruk, kamu mungkin akan meminta "break", padahal sebenarnya yang kamu inginkan adalah putus.

Kalau kamu masih ragu, ikuti tips untuk mengakhiri hubungan dengan cara yang paling baik.

 

Tempatkan Diri Kamu pada Posisinya

Pasangan Kekasih Putus Cintaputus cinta/Freepik.com

Saat merasa kesulitan mengungkapkan sesuatu, coba tempatkan diri kamu saat ada di posisi pasanganmu.

Jika hal ini terjadi padamu, hal apa yang kamu harapkan? Apakah kamu ingin pertemuan langsung dan pembicaraan yang jujur, atau lebih baik jika dia ghosting dan tiba-tiba hilang kabar?

Dengan menempatkan diri di posisi mereka, kamu akan lebih bijak untuk memilih langkah yang tepat, Ladies.

 

Jangan Menyalahkan

Kamu tahu benar kalau keputusan untuk berpisah ini mungkin bukan 100 persen kesalahannya. Karena itu, jangan mencari pembenaran yang bisa menyudutkannya. Katakanlah apa yang kamu rasakan tentang hubungan kalian dengan jujur, tanpa perlu menyalahkannya.

Komunikasikan apa yang tidak berhasil dari sudut pandang kamu. Sebisa mungkin, gunakan pernyataan yang dimulai dengan 'aku'. Misalnya, "aku merasa hidupku hampa", "aku merasa hubungan ini sulit berkembang" atau "aku sepertinya perlu waktu untuk berdamai dengan diri sendiri"

Kalimat tersebut akan lebih netral daripada kamu berkata "kamu membuat aku merasa hampa", "kamu tidak bisa membuang hubungan ini berkembang" atau "kamu tidak pernah memberi aku waktu untuk diriku sendiri".

Jadi, pastikan kamu menggunakan pemilihan kata yang tepat, ya.

Jangan Bohong

Mengatasi Hubungan/freepik.computus cinta/freepik.com

Tidak apa-apa untuk memikirkan kata-kata yang bisa "meredam" emosi, tapi jangan pernah berbohong tentang alasan kamu ingin putus. Singkatnya, jangan berbohong, tapi jangan kejam.

Kalau pasangan kamu meminta penjelasan, berilah satu atau dua alasan yang jujur namun kamu rasa tidak akan terlalu melukai perasaannya.

 

Tetapkan Batasan

Setelah kamu memberi tahu pasangan kalau kamu mau mengakhiri hubungan , penting untuk menetapkan batasan

Mungkin kamu tak tega membayangkan betapa sedihnya dia saat harus menjalani hari-hari dan minggu-minggu berikutnya tanpamu. Tapi, terus membiarkan dia menghubungi dan menemuimu hanya akan membuatnya gagal move on dan jadi semakin terluka.

 

Jangan Selalu Menyalahkan Diri Sendiri

Perempuan yang Merasa Kesepian/freepic.comPutus cinta/Freepik.com

Diputusin tentu akan membuatnya sakit hati. Namun, hal itu adalah proses yang memang harus dijalani. Jangan selalu menyalahkan dirimu sendiri atas rasa sakit hati yang mungkin pasanganmu alami.

Pahamilah kalau kamu juga perlu memperjuangkan kebahagiaan dan masa depanmu sendiri.

Memutuskan hubungan dengan pasangan memang bukan hal yang mudah. Namun jika memang hal itu perlu dilakukan, maka lakukanlah dengan cara paling baik yang bisa kamu usahakan.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id