sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

Tanda Pasanganmu Termasuk Toxic Masculinity, Hati-Hati Beauties!

Retno Wulandari | Minggu, 11 Jul 2021 13:00 WIB
Tanda Pasanganmu Termasuk Toxic Masculinity, Hati-Hati Beauties!

Toxic masculinity adalah keadaan di mana seorang pria memiliki sikap yang bertentangan dengan maskulinitas. Atau dengan kata lain, anggapan tentang sifat maskulinitas pada laki-laki yang sempit. Secara umum, pria baru akan dianggap maskulin kalau punya karakter 'yang lakik', seperti kekuasaan, kekuatan, tidak menangis, dan lain sebagainya.

Ini berarti toxic masculinity itu sendiri, merupakan perilaku yang cenderung kebablasan dari standar maskulinitas dan justru mengacu pada kekerasan. Jika sikap ini terus dibiarkan, maka bisa menimbulkan beragam masalah terutama dalam hubungan kamu, Beauties.

Biar nggak terjebak dalam toxic relationship, berikut tanda-tanda toxic masculinity yang harus diwaspadai!

Dominan dalam Hubungan

Tanda toxic masculinity
Dominan dalam hubungan salah satu tanda toxic masculinity/ Foto: Pexels/Yan Krukov

Pria yang memiliki sikap ingin terlalu dominan dalam hubungan, bisa jadi masuk ke dalam tanda toxic masculinity, Beauties. Soal hubungan, masih banyak perempuan yang nggak memiliki suara atau bahkan diabaikan ketika memutuskan suatu hal. Ditambah stigma perempuan sebagai kelas kedua di bawah pria semakin melemahkan posisi perempuan dalam hal apapun, termasuk dalam hubungan pacaran.

Nah, jika saat ini pasangan kamu ingin terus mendominasi di dalam hubungan pacaran, cobalah untuk menegurnya dan bicarakan baik-baik. Namun, jika cara ini sudah pernah kamu lakukan sebelumnya dan dia tetap nggak peduli, kamu harus segera mengambil keputusan yang tepat, seperti mengakhiri hubungan agar nggak terjebak dalam toxic relationship.

Bersikap Semena-mena

Tanda toxic masculinity
Bersikap semena-mena jadi salah satu tanda toxic masculinity/ Foto: Pexels/MART PRODUCTION

Ketika sudah mendominasi dalam hubungan, biasanya pasangan cenderung bersikap semena-mena terhadap kamu, Beauties. Misalnya, sering mengancam putus, mengintimidasi secara emosional hingga fisik ketika dia sedang emosi. Ini adalah salah satu tanda bahwa pasangan kamu termasuk toxic masculinity. Jika dia sudah bersikap semena-mena, ada baiknya kamu mengambil sikap tegas dengan mengakhiri hubungan tersebut.

Anti Kritik

Tanda toxic masculinity
Anti kritik jadi salah satu tanda toxic masculinity/ Foto: Pexels/Vera Arsic

Tanda toxic masculinity selanjutnya adalah pasangan kamu nggak bisa menerima kritikan. Padahal, dalam sebuah hubungan kritikan sangat diperlukan sebagai evaluasi diri demi hubungan yang lebih baik. Tapi jika pasangan kamu merupakan seorang anti kritik dan nggak bisa terima jika pendapatnya ditolak, maka kamu akan terjebak dalam hubungan yang toxic.

Sebaiknya, hindari untuk memilih bertahan, hanya karena dengan harapan dia akan berubah. Sebab, pasangan yang baik akan menerima kritikan bisa sebagai masukan atau evaluasi dalam hubungan. Menerima kritikan juga menandakan bahwa pasangan menghargai pendapat yang kamu berikan. 

(fip/fip)

Our Sister Site

mommyasia.id