sign up SIGN UP

Lawan Body Shaming di Industri Fashion, Vogue Tampilkan 2 Model Plus Size di Cover

Rayoga Firdaus | Jumat, 06 Aug 2021 12:00 WIB
Lawan Body Shaming di Industri Fashion, Vogue Tampilkan 2 Model Plus Size di Cover
caption
Jakarta -

Seolah kontras dengan pola pikir sebagian masyarakat yang masih melakukan body shaming bahkan yang terbaru menimpa atlet Nurul Akmal yang telah berjuang mengharumkan nama Indonesia di Olimpiade, Industri fashion justru mulai berbenah di mana dibuktikan pada konsep halaman depan majalah Vogue edisi September 2021 dengan menampilkan dua model plus size. Kedua model plus size tersebut adalah Precious Lee dan Yumi Nu, yang juga menjadi model plus size keturunan Asia-Amerika yang tampil di cover Vogue. Keduanya bersanding dengan sejumlah model lain seperti Kaia Gerber, Anok Yai, Ariel Nicholson sekaligus menjadi model transgender pertama di cover, Sherry Shi dan Lourdes Leon.

Vogue September 2021Vogue September 2021/ Foto: Vogue/Ethan James Green


Ini bukan kali pertama majalah Vogue edisi Amerika menampilkan model plus size. Sebelumnya Ashley Graham telah tampil sebanyak dua kali di halaman depan, lalu Paloma Elsesser serta dari ranah selebriti Vogue juga pernah mendaulat Lizzo untuk edisi Oktober 2020. Namun kali ini dianggap terasa lebih besar gaungnya karena tampil pada bulan September yang merupakan paling banyak dibaca oleh pecinta fashion, sehingga diprediksi akan berimplikasi lebih luas lagi.

Vogue September 2021Vogue September 2021/ Foto: Vogue/Ethan James Green


Konsistensi yang ditujukan Vogue tersebut juga seolah menunjukan bahwa majalah yang dipimpin oleh editor in chief legendaris Anna Wintour tersebut memang telah berubah. Sebelumnya di tahun 1998, Vogue meminta Oprah Winfrey untuk menurunkan berat badannya sebesar 20 pound atau sekitar 9 kilogram sebelum tampil di cover.

Tak hanya di media, industri fashion memang sudah lebih terbuka terkait body positivity. Kini beberapa desainer aktif merekrut model plus size untuk berjalan di runway maupun tampil sebagai bintang iklan mereka. Dan bila awalnya mereka hanya merekrut satu nama besar semisal hanya Ashley Graham atau Paloma saja, kini beberapa desainer juga mulai menampilkan lebih.

Lizzo di cover Vogue Oktober 2020Lizzo di cover Vogue Oktober 2020/ Foto: Vogue/Hype Williams


Dari segi bisnis, desainer juga mulai menambah varian ukuran. Seperti Mara Hoffman yang menawarkan ukuran dari mulai terkecil yakni double zero hingga 12 dan ukuran tambahn yakni XXS hinga 3X. Begitu juga dengan Dolce & Gabbana yang menjadi label mewah pertama yang menghadirkan ukuran 18 dalam standar Amerika seperti dikutip dari situs Vogue Business.
Upaya industri fashion untuk mulai berubah memang patut diapresiasi. Namun hal tersebut tidak lantas serta merta akan mengubah persepsi mereka yang masih belum mau terbuka pikirannya. Kini perlu upaya kolektif untuk saling mengedukasi bahwa definisi kecantikan telah lebih luas. Jika industri fashion yang dulu diskriminatif terkait standar kecantikan saja kini mulai berubah, sudah saatnya kita semua untuk bisa melihat kualitas orang bukan dari penampilan fisik. 

(raf/raf)

Our Sister Site

mommyasia.id