sign up SIGN UP

Ramai Promo 'Black Friday Sale', Ini Arti dan Sejarah di Baliknya!

Rayoga Firdaus | Kamis, 25 Nov 2021 15:30 WIB
Ramai Promo 'Black Friday Sale', Ini Arti dan Sejarah di Baliknya!
caption
Jakarta -

Selama beberapa hari terakhir media internasional dan di sejumlah akun personal shopper atau jasa titip (jastip) di luar negeri sedang ramai menawarkan promo 'Black Friday Sale'. Gaungnya memang belum sampai ke dunia ritel tanah air karena hari belanja tersebut lebih sering dirayakan di Amerika dan Eropa.
Lalu apa itu 'Black Friday'? Dan mengapa bisa sampai mendapat julukan demikian? Simak yuk Beauties rangkuman sejarahnya.

Arti 'Black Friday'

Beautiful  woman looking at shop window during shoppingIlustrasi berbelanja/ Foto: freepik- gpointstudio/Anna Bizon


Pada dasarnya 'Black Friday' merujuk pada hari sesudah perayaan Thanksgiving di Amerika yang berlangsung setiap Kamis di minggu keempat bulan November. Bagi masyarakat Amerika, Black Friday juga menandai akan awal persiapan menuju perayaan Natal. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan, intensitas belanja dan bertepatan dengan hari besar, momen ini pun dimanfaatkan oleh ritel untuk memberi diskon besar-besaran. Agar konsumen lebih banyak membeli barang.

Sejarah 'Black Friday'

ilustrasi belanja onlineilustrasi belanja online/ Foto: Johnstocker - freepik.com


Laman History melansir sebenarnya ada dua kisah akan pemakaian istilah 'Black Friday' dengan dua maksud yang cukup berbeda.

Versi pertama, istilah 'Black Friday' awalnya tidak ada kaitan dengan Thanksgiving namun merujuk pada krisis ekonomi. Tepatnya ketika jatuhnya harga emas di Amerika Serikat pada 24 September 1869. Hal itu terjadi ketika Jay Gould dan Jim Fisk yang bekerja di Wall Street bekerja sama memborong semua emas yang ada dengan harapan bisa mengendalikan harga pasar dan kemudian menjualnya untuk mendapatkan untung yang lebih besar. Pada hari jumat di bulan September tersebut imbas dari aksi mereka mulai terasa di mana membuat harga saham jatuh dan membuat banyak orang mengalami kebangkrutan dari mulai pegawai kantoran hingga petani.

Sementara itu di versi kedua, pemakaian istilah 'Black Friday' dipakai oleh kepolisian Philadelphia, untuk menggambarkan situasi kehebohan di masyarakat pasca perayaan Thanksgiving pada era 1950 an. Di mana para masyarakat lokal dan turis berbondong-bondong mendatangi pusat kota untuk menonton pertandingan football. Meningkatnya intensitas keramaian juga berimbas pada kemacetan dan aksi pencopetan. Membuat polisi harus bekerja lebih ekstra.

ilustrasi belanja saat 'Black Friday'ilustrasi belanja saat 'Black Friday'/ Foto: freepik.com

Lalu pada tahun 1961 muncul ritel setempat mencoba mensosialisasikan 'Big Friday' sebagai bagian dari strategi pemasaran mereka namun tidak terlalu populer. Baru pada akhir era 1980 an istilah 'Black Friday' mulai digunakan secara luas di Amerika Serikat dan mendapat citra yang positif serta mulai diidentikkan dengan promo belanja Thanksgiving.

Dipilih warna 'black' atau hitam konon karena menggambarkan perubahan margin profit ritel dari semula rugi yang diwakili warna merah, menjadi hitam atau kembali meraup untung.

[Gambas:Youtube]

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(raf/raf)

Our Sister Site

mommyasia.id