sign up SIGN UP

Memasuki Season Ketiga, 5 Alasan Kenapa Kamu Harus Nonton Serial Sex Education

Risma Oktaviani | Jumat, 18 Jun 2021 02:00 WIB
Memasuki Season Ketiga, 5 Alasan Kenapa Kamu Harus Nonton Serial Sex Education
caption

Buat kamu yang berlangganan Netflix, pasti tahu bahwa serial Netflix Original Sex Education masuk ke dalam jajaran drama komedi Netflix yang sukses dan menjadi perbincangan banyak orang. Di musim pertamanya yang tayang pada tahun 2019, Sex Education berhasil meraih 40 juta penonton, dan tentunya mendapat banyak respon positif dari para penikmat film karena ceritanya yang gamblang dan humor yang blak blakan.

Saat ini, Sex Education telah memasuki musim ketiga yang seharusnya tayang pada bulan Februari lalu. Namun, karena pandemi, jadwal penayangannya pun mengalami kemunduran dan belum ada kepastian.

Meskipun begitu, inilah 5 alasan kenapa Sex Education ini layak banget kamu tunggu penayangannya.

Jalan Cerita yang Menarik

jalan cerita yang menarik gak bikin bosan
mempunyai cerita yang menarik / instagram.com/sexeducation

Serial ini bercerita tentang Otis (Asa Butterfield), seorang remaja yang gak begitu populer di sekolahnya yang gak begitu merasakan gairah seksualitas. Dia sampai harus berpura-pura meletakan majalah dewasa dan tissue di atas kasurnya agar terlihat sebagai remaja ‘normal’ di hadapan ibunya yang merupakan seorang sex therapist. Karena ibunya ini, meskipun mempunyai keterlambatan dengan masalah seksualnya, Otis mempunyai pengetahuan tentang masalah seksualitas yang dimanfaatkan Maeve Wiley (Emma  Mackey) untuk membuka klinik konsultasi seks di sekolahnya.

Karakter yang Unik

perbedaan karakter yang unik
Karakter yang unik / instagram/netflix

Mulai dari Otis sebagai pemeran utama yang cupu dan susah untuk berinteraksi, Maeve yang mempunyai karakter kuat sebagai seorang feminis yang cerdas dan mandiri, Eric (Ncuti Gatwa) sebagai sahabat Otis yang ceria dan bangga akan jati dirinya sendiri. Selain itu, dalam serial ini karakter-karakter lainnya datang dari berbagai ras,etnis, agama, bahkan komunitas LGBTQ+ sangat terwakilkan dengan baik.

Frontal Namun Sangat Informatif

bahasa yang frontal namun informatif
bahasa yang frontal / imdb.com

Seperti judulnya, Sex Education ini sangat frontal namun sangat informatif dalam membahas masalah seksual. Mulai dari orientasi seksual, fetish seseorang, gimana cara berhubungan seks yang aman, sampai akibat yang ditimbulkan jika kamu melakukan seks tanpa persiapan yang baik dan matang.

Buat kamu atau orang-orang di sekitarmu yang masih belum terbuka tentang pendidikan seks, sarankan mereka untuk daftar Netflix dan nonton serial Sex Education ini. Selain informatif, humor yang asik juga membuat serial ini gak bakal bikin bosan.

Mendobrak Obrolan Sex yang Tabu

mendobrak hal-hal tabu tentang seksualitas
sex bukan hal yang tabu / instagram.com/sexeducation

Di Indonesia, pembicaraan tentang seksualitas dipandang sebagai sesuatu yang sangat tabu dan awkward untuk dibicarakan. Sehingga, pada akhirnya gak jarang pembicaraan tentang seks ini sebatas bisik-bisik aja atau bahkan ga dibahas sama sekali. Dalam serial ini, seks yang dilihat sebagai sesuatu yang tabu disindir habis-habisan lewat humor dan satire yang ciamik tanpa kesan menggurui. Namun, kamu dibuat aware bahwa banyak hal-hal seksual di luar sana yang sangat beragam.

Mengangkat Problematika Seksual Secara Apik

mengangkat isu kontroversial seperti aborsi
Keputusan tentang aborsi / instagram.com/sexeducation

Lewat Sex Education, kamu akan diperlihatkan tentang berbagai problematika seksual yang terjadi di sekitar kita, tanpa prasangka, menggurui, ataupun menghakimi. Serial ini mengangkat cerita tentang homophobia, orientasi seksual, pelecehan seksual, penyakit seksual, revenge porn, bahkan isu yang sangat kontroversial seperti aborsi yang dikemas dengan sangat apik dengan penyelesaian dan solusi yang sangat baik.

Contohnya, lewat karakter Maeve, Sex Education menunjukkan solusi tentang aborsi dengan cara memberikan ruang dan kepercayaan kepada perempuan untuk menentukan sendiri keputusannya atas nasib janin yang dikandungnya. Tentunya, tanpa mengolok-olok dan menghargai apa yang menjadi pilihan mereka.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id