sign up SIGN UP

LIFE

Benarkah Kita Harus Minum 2 Liter Air Sehari?

tjitradewi | Sabtu, 20 Feb 2021 07:00 WIB
Benarkah Kita Harus Minum 2 Liter Air Sehari?
caption

Kita telah lama mendengar bahwa manusia butuh minum air 8 gelas atau setara 2 liter dalam sehari. Namun, apakah benar kita harus minum air dengan jumlah tersebut?

Faktanya, setiap orang memiliki kebutuhan asupan air yang berbeda. Hal ini didasarkan pada jenis kelamin, berat badan, aktivitas, iklim dan temperatur, penyakit yang diderita, serta dalam keadaan hamil atau menyusui. Jadi, tidak ada ukuran pasti yang bisa digunakan setiap orang.

Aktivitas memengaruhi jumlah air yang diminum per harinya.
Aktivitas memengaruhi jumlah air yang diminum per harinya/freepik.com

Pada 2018, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia merilis bahwa kebutuhan air minum orang dewasa adalah delapan gelas air berukuran 230 ml atau setara 2 liter air. Tak hanya bersumber dari air putih, asupan cairan ini 20% nya bisa bersumber dari makanan kaya air, seperti semangka dan bayam.

Sementara itu Badan Kesehatan Dunia atau WHO juga mengatakan hal senada dengan Kemenkes. Pada 2018, WHO menyebut bahwa orang dewasa membutuhkan setidaknya 2 liter air seharinya. Namun jika seseorang tinggal di daerah dengan temperatur panas atau memiliki aktivitas tinggi, WHO menyarankan untuk minum 4 liter air atau lebih.

Setiap orang memiliki kebutuhan akan asupan cairan yang berbeda.
Setiap orang memiliki kebutuhan akan asupan cairan yang berbeda. (Freepik)

WHO menitikberatkan bahwa air yang dikonsumsi adalah plain water alias air putih, bukan minuman dengan tambahan rasa atau pemanis seperti gula. Sementara itu Badan Layanan Kesehatan Inggris atau NHS, menyebut susu rendah lemak, kopi, atau teh tanpa gula bisa dihitung sebagai asupan cairan.

Bila kamu sedang mengandung atau menyusui, kebutuhan asupan cairan pun meningkat. Biasanya dokter akan merekomendasikan untuk minum setidaknya 3 liter air per hari. Bagi ibu hamil, asupan cairan yang cukup berfungsi untuk menjaga kesehatan dan volume plasenta. Sementara bagi ibu menyusui, asupan yang cukup juga berpengaruh pada kuantitas ASI.

Ilustrasi ibu hamil
Ilustrasi ibu hamil (freepik)

Jika seseorang kurang mendapatkan cairan ditakutkan akan mengalami dehidrasi. Ciri-ciri dehidrasi adalah badan terasa lemah, tekanan darah rendah, pusing, dan warna urin yang sangat keruh.

Namun di sisi lain, over hidrasi atau kelebihan cairan juga bisa berdampak buruk bagi tubuh. Kondisi yang disebut dengan hiponatremia ini bisa membuat seseorang mual, muntah, sakit kepala, merasa lelah, sangat mengantuk, otot menjadi lemah, kejang, dan bahkan bisa berakibat koma.

Menjaga asupan cairan merupakan salah satu dasar dalam menjaga kesehatan tubuh.
Menjaga asupan cairan merupakan salah satu dasar dalam menjaga kesehatan tubuh. (Freepik)

Jadi, jangan lupa minum air sesuai kebutuhanmu ya Ladies!

(kik/kik)

Our Sister Site

mommyasia.id