sign up SIGN UP

LIFE

Fakta Penting Penyebab Nyeri Haid

Alfa Anggraini | Jumat, 29 Apr 2016 05:00 WIB
Fakta Penting Penyebab Nyeri Haid
caption
Rasa nyeri terkadang dirasakan oleh wanita yang sedang mengalami haid yang tidak lancar. Ketidakteraturan masa haid mempengaruhi jumlah cairan atau darah yang dikeluarkan selama masa haid. Salah satu faktor penyebab haid yang tidak lancar dan nyeri haid adalah karena kontraksi berlebihan pada dinding rahim. Yuk, kenali penyebab nyeri haid dan ikuti tips sehat berikut!
Jumlah darah yang dikeluarkan seorang wanita selama masa haid dapat digunakan untuk mengukur normal tidaknya kondisi seseorang. Sedikitnya cairan darah yang dikeluarkan atau yang sering dikatakan sebagai haid yang tidak lancar memicu timbulnya rasa nyeri pada perut. Banyak wanita yang kurang mengetahui secara pasti berapakah jumlah darah yang keluar saat siklus haid dan berapakah jumlah yang dapat dikatakan normal. Berikut adalah fakta penting berkaitan dengan jumlah dan kondisi darah yang dikeluarkan wanita saat haid:
Foto: https://0101.nccdn.net/
darah mengindikasikan normal tidaknya haid wanitahttps://0101.nccdn.net/

1. Berapakah Banyak Darah yang Dikeluarkan Pada Saat Haid Normal?


Cairan darah normal yang dikeluarkan wanita pada saat siklus haid normal berkisar 2,4 sendok makan atau setara dengan 35 ml per harinya. Batas maksimal banyaknya cairan yang dikeluarkan yaitu antara 1-6 sendok makan atau setara dengan 80 ml per hari. 90% wanita kehilangan kurang dari 6 sendok makan cairan darah setiap harinya. Jika lebih atau kurang dari batasan tersebut, haid dapat dikatakan kurang lancar. Inilah yang dapat memicu nyeri pada perut.

1. Meningkatkan Konsumsi Zat Besi


Jika nyeri haid disertai dengan keluarnya banyak darah melebihi jumlah normal, hal yang harus dilakukan adalah dengan mencoba mengurangi pendarahan. Kamu bisa mengonsumsi itamin C yang dapat membantu tubuh menyerap zat besi, dan memperkuat pembuluh darah.
Foto: https://1.bp.blogspot.com/
Hasil studi menunjukkan bahwa rendahnya asupan zat besi pada tubuh seseorang dapat menyebabkan peningkatan jumlah pendarahan saat haid. Artinya, semakin banyak kita mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi, semakin lancar pula siklus haid dan jumlah darah yang keluar menjadi normal serta rasa nyeri yang kita rasakan dapat diminimalisir.

2. Mengompres Bagian Perut


Foto: https://www.healthline.com/
Kompreslah perut dengan air hangat pada saat nyeri haid. Cara ini dapat menenangkan kontraksi sementara waktu. Sebelum memutuskan untuk meminum jamu atau obat pelancar haid, sebaiknya segeralah memeriksakan diri ke dokter. Mengompres perut dengan air dingin dapat dilakukan untuk mengantisipasi dan menekan banyaknya jumlah darah yang keluar sebelum sempat memeriksakan diri ke dokter.
Rasa nyeri yang sering muncul pada saat haid, jumlah darah haid yang kurang atau melebihi batas normal dapat menjadi indikasi bahwa tubuh sedang bermasalah. Jangan biarkan hal tersebut berlarut dan menjadi semakin parah, ya. Semoga bermanfaat!
“A really strong woman accepts the war she went through and is ennobled by her scars - Carly Simon”
(ebn/ebn)

Our Sister Site

mommyasia.id