sign up SIGN UP

LIFE

Mengenal Lebih Jauh Tentang Bakteri Vaginosis pada Miss V

Heldi Winar | Sabtu, 09 Jan 2016 01:00 WIB
Mengenal Lebih Jauh Tentang Bakteri Vaginosis pada Miss V
caption
Miss V terasa gatal dan mengeluarkan bau tak sedap? Banyak wanita salah mengira gejala ini merupakan tanda-tanda terjadinya infeksi jamur. Namun, bisa jadi ini merupakan tanda-tanda bakteri vaginosis yang juga menyerang miss V. Sebelum terlambat, mari kita pelajari lebih lanjut mengenai bakteri yang satu ini.
Foto: https://candidahub.com/Kristina-Tomlin/Kristina-J-Tomlin-Bacterial-Vaginosis-Cure-Review

1. Memiliki Bau Tak Sedap yang Khas


Beberapa gejala yang menandakan adanya bakteri vaginosis pada miss V adalah terjadinya iritasi dan keluarnya cairan berwarna keabu-abuan dengan bau tak sedap yang khas. Namun, gejala ini sering dikira sebagai infeksi jamur dan gejala ini tak kunjung hilang jika tak segera ditangani dengan benar. Perlu diperhatikan bahwa persamaan antara infeksi jamur dan bakteri vaginosis adalah rasa gatal yang menyerang. Bedanya, cairan yang keluar saat teradi infeksi jamur tidak berbau dan umumnya berwarna putih.

2. Penyakit Ini Tidak Menular


Bakteri ini berkembang di dalam miss V dan bukan merupakan penyakit yang ditularkan melalui hubungan seks. Karena penyakit ini mengakibatkan infeksi pada miss V, para pria tidak akan terjangkit bakteri vaginosis. Namun, aktivitas seks bisa berisiko karena dapat mempengaruhi perubahan pH di dalam miss V. Selain itu, stres, sakit, dan infeksi yang terjadi pada bagian tubuh lain juga dapat menjadi penyebab berkembangnya bakteri vaginosis.
Foto: https://www.theglow.com.au/lifestyle/is-it-worth-staying-in-a-sexless-marriage/

3. Seks Oral Dapat Meningkatkan Risiko


Melakukan hubungan seksual secara oral juga bisa meningkatkan risiko berkembangnya bakteri vaginosis pada miss V. Hal ini dikarenakan flora mikroba yang dari mulut dapat menyebabkan kondisi bakteri baik pada miss V menjadi tidak stabil. Sehingga menjadi lebih rentan bagi bakteri untuk berkembang biak.

4. Penyebab Paling Umum Keluarnya Cairan


Ternyata bakteri vaginosis menjadi penyebab utama di balik keluarnya cairan dari miss V, bahkan lebih sering terjadi dibandingkan infeksi jamur. Ahli ginekologi juga mengungkapkan bahwa 40-50% wanita yang baru melahirkan memiliki risiko terkena bakteri vaginosis di tahun yang sama.

5. Penyakit Ini Bisa Ditangani


Jangan keburu panik jika tanda-tanda di atas cocok dengan kondisimu sekarang. Tenang, bakteri vaginosis bisa disembuhkan dengan obat-obatan dari apotek, kok. Kamu bisa meminum antibiotik metronidazole selama 7 hari berturut-turut atau mengoleskan salep untuk miss V selama 5 hari berturut-turut sebelum tidur. Pilihlah salep yang mengandung metronidazole, ya. Ingat, jaga selalu kebersihan miss V dan konsultasikan dengan dokter maupun ahli ginekologi jika gejala tak kunjung mereda.
Foto: https://www.kaefproduk.com/product/ethical_products/gu_system_and_sex_hromones/trichomonacides/vagizol.html
(ebn/ebn)

Our Sister Site

mommyasia.id