sign up SIGN UP

Apakah Covid-19 Varian Mu Sudah Sampai di Indonesia? Bagaimana Gejalanya? Cek di Sini

Fina Prichilia | Kamis, 09 Sep 2021 14:00 WIB
Apakah Covid-19 Varian Mu Sudah Sampai di Indonesia? Bagaimana Gejalanya? Cek di Sini
caption
Jakarta -

Dunia saat ini tengah dihadapi varian covid-19 terbaru, bernama Mu atau B.1.621. Padahal sebelumnya, dikabarkan kita dihadapi dengan varian Delta yang disebut sangat menular.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemkes), varian Mu punya resisten terhadap vaksin covid-19, Beauties. Tentu hal ini bisa membuat siapa saja jadi khawatir.

Lantas bagaimana dengan statusnya kini di Indonesia dan seperti apa gejalanya?

Cara membuang masker sekali pakai/unsplash/enginakyurtWaspada waspada varian covid-19 baru Mu, perketat prokes. /Foto: unsplash/enginakyurt/

1. Belum Terdeteksi di Indonesia

Pada 6 September 2021, tertulis juga pada website Kemkes, bahwa varian ini belum terdeteksi di Indonesia. Meski begitu, masyarakat tetap diminta untuk terus waspada terhadap kemungkinan gelombang ketiga covid-19, bila masyarakat tak patuh protokol kesehatan.

"Di sekitar kita varian ini belum terdeteksi. Kita sudah melakukan genom sekuensing terhadap 7 ribuan orang di Indonesia dan belum terdeteksi varian tersebut. Mudah-mudahan varian Mu ini akan abortif," kata Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Dante Saksono Harbuwono dalam konferensi pers melalui kanal Youtube Setpres, Senin (6/9).

Meski begitu, menurut pakar epidemiologi Universitas Griffith Australia Dicky Budiman, kemungkinan varian Mu sudah masuk Indonesia.

Hal ini dikarenakan rentang waktu ditemukannya hingga kini sudah berjalan sembilan bulan di tengah kondisi pengetatan perbatasan (PPKM) yang dinilai belum begitu maksimal, Beauties.

Adapun virus yang pertama kali ditemukan di Kolombia ini memang sudah masuk ke Asia. Mengutip dari CNBC Indonesia, Menteri PPN/Kepala Bappenas menyebut Jepang dan Hong Kong.

"Di Asia dibawa oleh pendatang di Hong Kong. Di Hong Kong break pertama jenis ini ditemukan pada Januari. Sudah (tersebar) di 39 negara untuk virus jenis ini," kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso.

2. Varian Mu Tidak Sehebat Varian Delta?

Varian Mu ini juga perlu kamu ketahui terjadi secara konteks laboratorium, bukan dalam konteks epidemiologi.

"Varian Mu itu mempunyai resistansi terhadap kondisi vaksin, tetapi penyebarannya tidak hebat seperti penularan dari varian Delta," kata dr. Dante.

Cuci tanganPerketat protokol kesehatan dalam menghadapi covid-19/Foto: pexels.com/

3. Gejala Covid-19 Varian Mu

Mengutip dari laman Express (8/9), untuk saat ini varian Mu punya gejala umum yang sama dengan varian lain. Antara lain batuk, suhu tinggi, hingga kehilangan indera perasa dan penciuman.

Atau dengan kata lain belum adanya cukup data, bila memang ada gejala khusus lainnya lagi, Beauties. Pasalnya pada varian lain punya varian gejala lain, seperti jenis batuk tertentu maupun tambahan gejala tambahan lain.

Untuk itu, saat ini WHO menekankan perlunya untuk dilakukan penelitian lebih lanjut terkait varian ini.

Terkait kiat-kiat untuk menghadapi varian ini, secara garis besar masih sama. Di antaranya tetap menerapkan protokol kesehatan, melakukan vaksinasi, melakukan 3T: testing, tracing dan treatment.

(fip/fip)

Our Sister Site

mommyasia.id