Catat Bun, 6 Rempah-Rempah Ini Bisa Melawan Peradangan
Inflamasi atau peradangan adalah mekanisme tubuh dalam melindungi dari virus, bakteri dan jamur. Namun dalam beberapa situasi, peradangan bisa lepas kendali dan bertahan lebih lama dari yang diperlukan. Ini disebut peradangan kronis dan penelitian telah mengaitkannya dengan banyak penyakit, seperti diabetes dan kanker. Berikut ini ada enam rempah-rempah yang bisa membantu melawan peradangan.
Kunyit
![]() Kunyit/freepik.com |
Kunyit merupakan bumbu masakan khas India yang populer digunakan orang sejak zaman kuno. Kunyit memiliki lebih dari 300 senyawa aktif dan yang utama adalah antioksidan yang disebut kurkumin yang memiliki sifat anti-inflamasi yang kuat.
Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa kurkumin dapat memblokir aktivasi NF-κB molekul yang mengaktifkan gen yang mendorong peradangan. Namun, kunyit hanya mengandung 3% kurkumin dari beratnya dan tubuh tidak dapat menyerapnya dengan baik.
Tetapi kamu bisa mengkonsumsinya dengan lada hitam, karena kombinasi keduanya sangat meningkatkan seberapa banyak kurkumin yang diserap.
Rosemary
![]() Rosemary/freepik.com |
Rosemary salah satu rempah-rempah yang enggak hanya memiliki aroma yang harum tetapi juga memiliki khasiat untuk meredakan peradangan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ramuan yang berasal dari Mediterania ini dapat membantu mengurangi peradangan.
Hal ini diyakini karena kandungan polifenolnya yang tinggi, terutama asam rosmarinic dan asam karnosat. Rosemary juga kaya akan polifenol yang merupakan senyawa yang tampaknya memiliki efek anti-inflamasi.
Kamu bisa menggunakan rosemary sebagai bumbu dan cocok dengan beberapa jenis daging, seperti daging sapi, domba dan ayam. Kamu bisa mendapatkan rosemary sebagai herba kering, daun segar atau bubuk.
Lada Hitam
![]() Lada Hitam/freepik.com |
Lada hitam dikenal sebagai raja rempah-rempah, karena populer di seluruh dunia dan menambah kelezatan di makanan. Tapi secara tradisional, banyak orang yang menggunakan lada hitam untuk mengobati kondisi kesehatan tertentu, seperti asma, diare, lambung dan penyakit lainnya.
Penelitian menunjukkan bahwa lada hitam dan senyawa aktif utamanya piperin dapat berperan dalam mengurangi peradangan dalam tubuh. Lada hitam banyak tersedia dan mudah ditambahkan di makanan kamu, coba bumbui masakan dengan sedikit lada hitam bubuk.
Jahe
![]() Jahe/freepik.com |
Rempah-rempah yang satu ini memiliki rasa pedas tetapi manis dan menjadi bumbu masak yang lezat. Tapi di luar penggunaan kuliner, jahe telah digunakan selama ribuan tahun dalam pengobatan tradisional untuk menyembuhkan berbagai kondisi, termasuk pilek, migrain, mual dan lainnya.
Jahe mengandung lebih dari 100 senyawa aktif, seperti gingerol, shogaol, zingiberena dan zingerone. Ini kemungkinan bertanggung jawab atas efek kesehatannya, termasuk membantu mengurangi peradangan dalam tubuh.
Ginseng
![]() Ginseng/freepik.com |
Selama ribuan tahun orang-orang di Asia sudah menggunakan ginseng sebagai pengobatan herbal. Ada dua jenis ginseng yang paling populer, yaitu ginseng Asia (Panax Ginseng) dan ginseng Amerika (Panax Quinquefolius).
Keduanya bervariasi dalam efek dan jumlah senyawa aktifnya, untuk ginseng Asia dianggap lebih menyegarkan, sedangkan ginseng Amerika dianggap lebih menenangkan.
Rempah-rempah ini telah dikaitkan dengan banyak manfaat kesehatan, terutama karena senyawa aktifnya yang disebut ginsenosides. Efeknya termasuk dapat mengurangi tanda-tanda peradangan di tubuh.
Kayu Manis
![]() Kayu Manis/freepik.com |
Kayu manis adalah bumbu lezat yang terbuat dari kulit pohon dari keluarga Cinnamomum. Dua jenis kayu manis utama adalah kayu manis Ceylon yang juga disebut kayu manis “asli” dan kayu manis Cassia yang merupakan jenis paling umum.
Orang-orang menghargai kayu manis karena memiliki khasiat yang bagus untuk kesehatan selama ribuan tahun. Ada sebuah analisis menemukan dengan mengonsumsi 1.500-4.000 mg kayu manis setiap hari selama 10-110 hari dapat mengurangi penanda inflamasi CRP dan MDA, dibandingkan dengan plasebo.
Tidak hanya itu, kayu manis juga dapat meningkatkan kadar antioksidan dalam tubuh. Meskipun aman dikonsumsi dalam jumlah kecil, terlalu banyak konsumsi kayu manis bisa dikaitkan dengan kerusakan hati. Karena itu gunakan kayu manis dalam jumlah kecil, agar tidak menyebabkan efek samping yang berbahaya dalam dosis tinggi.





