sign up SIGN UP

Ekstrim Banget! Ini 5 Tren Diet yang Ternyata Berbahaya Bagi Kesehatan

Rumaysha Milhania | Selasa, 09 Mar 2021 20:00 WIB
Ekstrim Banget! Ini 5 Tren Diet yang Ternyata Berbahaya Bagi Kesehatan
caption

Tren diet berbahaya dan obsesi untuk mendapatkan bentuk badan yang kurus dan langsing ternyata sangat mengkhawatirkan. Beragam tren pola diet dibuat oleh banyak orang demi mendapatkan berat badan ideal dalam waktu yang cepat. Namun, banyak dari pola diet tersebut yang ternyata sangat tidak disarankan oleh para ahli gizi. Simak 5 tren pola diet yang ternyata berbahaya bagi kesehatan berikut ini!

Pada awalnya, pil arsenik ini dianggap bekerja dengan mempercepat metabolisme untuk membantu orang menurunkan berat badan.
Pil Diet/ Sumber: Freepik.com

Suplemen pil arsenik

Orang-orang di zaman Victoria sudah mulai memikirkan trik instan untuk menurunkan berat badan. Salah satu yang populer di masa itu adalah suplemen pil arsenik. Sayangnya, mengonsumsi pil ini sangat berbahaya dan berpotensi buruk bagi kesehatan. Bahkan, ada potensi kematian yang juga mengikuti asupan dari pil diet ini.

Pada awalnya, pil arsenik ini dianggap bekerja dengan mempercepat metabolisme untuk membantu orang menurunkan berat badan. Sayangnya, asupannya ternyata bisa memicu keracunan pada manusia. Jadi, hati-hati dengan tren obat diet, ya!

Puasa yang tidak diatur

Pada awal 1900-an, penulis Upton Sinclair sebuah tips diet dengan berpuasa. Dia bukan dokter atau profesional medis, tetapi buku dietnya mempromosikan pola diet dengan puasa yang tidak diatur. Meskipun tip darinya ini berbahaya, orang-orang mengikutinya dengan ketat.

Buku itu bahkan mengklaim puasa dapat menyembuhkan penyakit mengerikan. Bahkan yang membahayakan, rekomendasi ini mengatakan puasa hingga 40 dan 50 hari merupakan hal yang sehat dan umum. Tentu saja berat badanmu akan turun. Tapi, bukan karena metabolisme yang sehat, tetapi karena kamu memang tidak makan!

Mungkin itu memang benar jika rokok itu membantu mengurangi nafsu makan, tetapi mereka juga berkontribusi pada kesehatan yang buruk.
Diet Rokok/ Sumber: Freepik.com

Diet rokok

Pada tahun 1920-an, diet rokok menjadi populer untuk menurunkan berat badan. Para produsen rokok mempromosikan wanita-wanita dengan badan langsing sambil merokok. Mereka mengklaim bahwa merokok lebih baik daripada makan. Mungkin itu memang benar jika rokok itu membantu mengurangi nafsu makan, tetapi mereka juga berkontribusi pada kesehatan yang buruk.

Diet lemonade

Diet lemon menjadi populer di kalangan masyarakat sejak dulu hingga sekarang. Diet limun, yang juga dikenal sebagai Master Cleanse ini dibuat oleh penggemar kesehatan alternatif Burroughs Stanley. Diet ini diklaim sebagai proses detoxifikasi yang membersihan dan menghilangkan semua racun dari tubuh. Namun, hingga saat ini diet ini masih tidak dianjurkan oleh para ahli gizi. Sayangnya masih banyak yang percaya bahwa dengan minum air lemon kamu sudah bisa membakar lemak-lemak di tubuh.

Diet lemon menjadi populer di kalangan masyarakat sejak dulu hingga sekarang. Diet limun, yang juga dikenal sebagai Master Cleanse ini dibuat oleh penggemar kesehatan alternatif Burroughs Stanley. Diet ini diklaim sebagai proses detoxifikasi yang membersihan dan menghilangkan semua racun dari tubuh.
Diet Lemon/ Sumber: Freepik.com

Diet Cuka Sari Apel

Terakhir, diet yang juga populer belakangan ini adalah diet cuka sari apel. Diet ini diklaim dapat melakukan pembakaran lemak dan pembersihan hati. Diet cuka sari apel sebenarnya sudah mulai populer di tahun 50-an. Seorang dokter pernah mengklaim bahwa konsumsi cuka sari apel biasa akan membakar lemak. Ini dianggap sebagai asupan alami yang akan mencegah tubuh menyimpan lemak, membantu menurunkan berat badan dan pengurangan kolesterol. Sayangnya, hingga saat ini tidak ada bukti bahwa itu berhasil.

Nah, itulah beberapa diet berbahaya dan tidak memberikan khasiat untuk penurunan berat badan. Ingatlah bahwa proses menurunkan berat badan adalah proses yang panjang dan membutuhkan konsistensi dalam mengatur asupan yang cukup, sehat, dan seimbang. Ini juga harus diikuti oleh olahraga yang cukup. Bahkan, diet rekomendasi dari ahli gizi pun belum tentu cocok untuk semua orang. Jadi, waspada dalam memilih pola dietmu, ya!

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id