sign up SIGN UP

LIFE

Jangan Biarkan Area Miss V Lembab, Bisa Sebabkan Bahaya Jamur!

Nisrina Salsabila | Senin, 16 Nov 2020 17:15 WIB
Jangan Biarkan Area Miss V Lembab, Bisa Sebabkan Bahaya Jamur!
caption
Jakarta -

Miss V alias kemaluan wanita merupakan organ intim yang bersifat sensitif, karenanya memerlukan perawatan khusus agar senantiasa bersih. Apa kamu sering membiarkan celana dalam mu lembab atau basah setelah buang air kecil?

Mulai sekarang biasakan untuk mengeringkannya terlebih dahulu, ya. Pasalnya, kondisi lembab dan basah pada daerah di sekitar area kelamin dan bokong dalam jangka waktu lama dapat membantu perkembangbiakan bakteri sehingga menyebabkan bau tak sedap hingga infeksi.

Lantas apa lagi, ya, bahaya dari memakai celana dalam yang lembab?

Keputihan

Dampak memakai celana dalam basah
Penggunaan celana dalam basah bisa sebabkan keputihan hingga jamur/Foto: Pinterest

Direktur Medis dari Miami FemCare, James Franco mengatakan, kehangatan, kelembaban, dan gesekan di daerah selangkangan berpotensi terhadap iritasi dan perubahan pH yang membuat jamur tumbuh subur hingga menjadi infeksi klinis.

Infeksi jamur vagina/candidiasis vulvovaginal dapat menyebabkan peradangan pada vagina dan bibir vagina/vulva. Hal ini ditandai dengan keluhan keputihan, rasa gatal di daerah vulva, nyeri serta sensasi terbakar ketika buang air kecil atau seks. Gejala mungkin ringan hingga sedang, tetapi bisa menjadi lebih buruk jika tidak ditangani.

Keputihan atau cairan kental berwarna putih pada level yang aman merupakan hal yang wajar. Akan tetapi apabila keputihan mengalami perubahan pada jumlah dan tekskurnya, memiliki warna putih kehijauan, berbau tidak sedap, dan timbul rasa gatal, maka hal itu perlu diperhatikan.

Menjaga vagina tetap kering dan bersih akan membuat ekosistem alami vagina yang mengandung bakeri baik lactobacillus tetap terjaga, sehingga bisa mencegah terjadinya infeksi.

Kurap

Dampak memakai celana dalam basah
Kurap juga bisa tumbuh pada lipatan selangkangan dan bokong/Foto: Pinterest

Mengenakan celana dalam basah dapat menyebabkan infeksi kurap. Selain menginfeksi kaki (kaki atlet), tangan, kuku, dan kulit kepala, kurap dengan karakteristik ruam merah melingkar disertai rasa amat gatal ini juga bisa menginfeksi area selangkangan, paha bagian dalam, dan bokong (jock itch).

Eksim

Dampak memakai celana dalam basah
Jangan menggaruk eksim yang tumbuh di area miss V/Foto: Pinterest

Pakaian dalam yang basah dan ketat dapat memperburuk kondisi eksim. Rasa gatalnya semakin tak tertahankan, tetapi tetap tahan tanganmu untuk menggaruknya karena itu hanya akan memperburuk keadaan. Eksim ini merupakan bagian dari kondisi hipersensitivitas yang disebut dermatitis kontak iritan.

Jerawat

Dampak memakai celana dalam basah
Jerawat juga bisa tumbuh di area miss V/Foto: Pexels

Jangan salah, jerawat juga bisa muncul jika kamu kerap mengenakan celana dalam basah, terutama bila basah karena keringat. Kondisi panas dan lembab menyebabkan produksi sebum lebih banyak yang berujung pada timbulnya jerawat jika kamu rentan berjerawat.

Begitu pula celana dalam berbahan nilon yang memerangkap kelembapan dan mendorong pertumbuhan bakteri. Jika kamu terlalu banyak berkeringat, pilihlah celana dalam katun yang menyerap keringat dan minyak.

Inilah tips untuk menjaga daerah kewanitaan tetap bersih dan kering:

  1. Bersihkan area vagina menggunakan air dari depan ke belakang untuk mencegah bakteri dari anus masuk ke vagina. Kemudian keringkan secara lembut dengan tisu atau handuk kecil sebelum memakai celana.
  2. Gantilah celana dalam minimal 2x sehari atau jika mulai terasa lembab atau basah. Pastikan juga celana dalam mu tidak terlalu ketat, ya!
  3. Mengganti pembalut setiap 3-4 jam sekali selama menstruasi. Jika memang harus menggunakan pantyliner, sebaiknya tidak dipakai seharian agar tidak lembab.
(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id