sign up SIGN UP

Jangan Panik! Ketahui 5 Penyebab Vagina Gatal Sebelum Kamu Pergi ke Dokter

Febriyani Rahmania | Kamis, 16 Sep 2021 22:45 WIB
Jangan Panik! Ketahui 5 Penyebab Vagina Gatal Sebelum Kamu Pergi ke Dokter
caption
Jakarta -

Vagina, organ intim pada perempuan, merupakan bagian yang sensitif. Sedikit saja kesalahan terjadi di sana, kita pasti akan langsung merasakannya. Entah itu ditandai dengan gatal, panas, atau bahkan terasa terbakar. Duh, rasanya pasti nggak nyaman ya, Beauties?

Kalau sudah begitu, tak jarang kita jadi overthinking pada vagina kita. Meski terasa menakutkan, rasa gatal dan panas vagina adalah kondisi umum yang terjadi pada setiap orang yang memiliki vagina.

"Ketika kita mengatakan 'gatal dan terbakar pada vagina', kita terkadang mengacu pada vagina bagian dalam atau penyakit dalam, tetapi terkadang gejala tersebut sebenarnya datang dari luar, yaitu vulva (bagian luar alat kelamin) atau perineum (ruang di bawah lubang vagina)," kata Dr. Kelly Culwell, seorang Board Certified OB / GYN dan pakar kesehatan wanita yang terkenal di California, Amerika Serikat, dikutip dari Your Tango.

Menurutnya, ada banyak hal eksternal yang menyebabkan vagina gatal. Seperti yang telah dihimpun dari Your Tango berikut ini.

Waxing atau Bercukur

Bahan yang satu ini memang sudah terkenal mampu membuat vagina menjadi harum dan keset.Ilustrasi vagina. (Foto: freepik/doucefleur)

Rasa gatal vagina yang pertama bisa disebabkan dari waxing atau bercukur. Apakah kamu pernah melakukannya dalam waktu dekat ini? Menurut Dr. Kelly Culwell, alih-alih mencukur, kamu cukup rapikan rambut kemaluanmu saja.

"Cukup potong rambut kemaluanmu menjadi pendek, dengan begitu kamu akan mempertahankan kelenjar bermanfaat yang membuat vagina kamu tetap lembut dan terlumasi dengan baik, dan menghindari folikulitis (benjolan rambut) yang mengganggu," kata dr. Nicole Williams, OB/GYN bersertifikat, pendiri Institut Ginekologi Chicago, dan penulis This Is How You Vagina.

Kutu Kemaluan

Ada beberapa kondisi kulit yang umumnya menyebabkan gatal disekitar vagina, yakni psoriasis, dermatitisseboroik, dermatis kontak alergi, folikulitis, dan dermographismIlustrasi vagina. (Foto: Pexels/ Cliff Booth

Penyebab gatal atau tebakar berikutnya adalah kutu kemaluan. Hal ini mungkin nggak cuma gatal dan menjengkelkan, tetapi juga memalukan. Eits, tapi kamu bisa menanganinya dengan cara yang sama seperti kutu rambut, kok. Gunakan perawatan sampo dan memastikan pakaian dalam serta pakaianmu selalu bersih dan kering.

"Kutu kemaluan adalah organisme kecil yang bersembunyi di bawah kulit. Ini harus dirawat, jika tidak, dia akan bertelur dan berkembang biak. Mintalah spesialis vagina Anda memeriksa area tersebut dengan cermat," kata Dr. Nicolle Williams.

Perubahan Hormon

ilustrasi vagina selaput dara seksIlustrasi vagina. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Adene Sanchez)/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Adene Sanchez

Seseorang yang mengalami menopause memiliki kadar hormon estrogen yang lebih rendah. Itu artinya akna lebih sedikit aliran darah dan pelumasan alami di area vagina.

"Tingkat estrogen yang rendah berdampak pada jaringan vagina, membuat elastisitas yang kurang, lebih rapuh, dan lebih rentan terhadap infeksi, termasuk bakteri vagina," kata Dr. Alyssa Dweck, pakar kesehatan seksual dan reproduksi INTIMINA. 

Eksim atau Psoriasis

Vaginosis Bakterial (BV) adalah infeksi yang paling umum dan sering mempengaruhi perempuan di usia suburIlustrasi vagina. (Foto: Pexels/Booth Tebing)

Tidak menutup kemungkinan seseorang mengalami eksim atau psoriasis di bagian vagina. Seperti gejala eksim pada bagian tubuh lain, eksim pada bagian vulva juga bisa menyebabkangatal, terutama di bagian luar vulva yang terdapat rambut atau kulit yang lebih tebal dengan lipatan.

"Eksim merupakan penyakit yang cukup umum, terutama jika kamu menderita asma atau alergi lainnya," kata Dr Nicole Williams.

Dermatitis Kontak

Dermatitis merupakan peradangan kulit yang menyebabkan sensasi rasa terbakar dan gatal. Dermatitis pada vagina mungkin juga akan menimbulkan rasa sakit, terbakar, dan kasar di area vulva. Hal ini bisa disebabkan oleh penggunaan produk dengan kandungan pewangi.

Setelah mengidentifikasi penyebabnya, hindari kontak dengan iritan untuk membantu mencegah iritasi di area vagina pada masa depan.Ilustrasi vagina. (Foto: freepik.com)/ Foto: Intan Dwi

"Inilah mengapa saya menganjurkan perawatan vagina sederhana dengan sabun, air, dan sinar matahari," jelas Dr. Nicolle Williams. "Saat menggunakan sabun, minyak, atau produk lain yang wangi, hal ini bisa memicu reaksi alergi pada kulit vagina yang terkadang sensitif. Gunakan sabun biasa dan hindari scrubber. Juga, jangan memakai pakaian dalam saat tidur kecuali sedang menstruasi."

Itulah sederet alasan penyebab kenapa vagina terasa gatal. Menurut Dr. Alyssa Dweck, masalah vagina gatal sangat mudah ditangani, tetapi kamu juga perlu berhati-hati. "Sangat jarang kasus vagina gatal dan rasa terbakar yang terus-menerus, memburuk, atau berulang sebagai suatu gejala yang serius bahkan termasuk pra-kanker," jelasnya.

(fer/fer)

Our Sister Site

mommyasia.id