sign up SIGN UP

ENTERTAINMENT

5 Pelajaran Hidup yang Bisa Dipetik dari Drama Korea Navillera

Tyas Arini | Kamis, 10 Jun 2021 20:00 WIB
5 Pelajaran Hidup yang Bisa Dipetik dari Drama Korea Navillera
Pelajaran Hidup dari Navillera/ sumber: hancinema.net

Navillera menceritakan seorang kakek berusia 70 tahun yang bermimpi untuk menari ballet. Setelah pensiun dari pekerjaannya sebagai pengantar surat, Sim Deok-chul mengejar mimpinya untuk bisa menari ballet. Dalam perjalanannya, ia bertemu dengan seorang ballerino, Lee Chae-rok yang kemudian menjadi mentor balletnya.

Drama Korea Navillera tayang sejak bulan Maret hingga April di kanal tvN. Walaupun sudah selesai tayang, drama ini masih terus dibicarakan oleh banyak orang. Banyak yang berpendapat bahwa Navillera merupakan salah satu drama Korea terbaik. Navillera menawarkan paket lengkap dalam satu drama, ada cerita yang lucu, senang, sedih dan mengharukan. Ada 5 pelajaran hidup yang bisa dipetik dari Navillera. Apa saja? Simak di bawah ini.

1. Jangan Takut Bermimpi

Sim Deok-chul berusaha menggapai mimpinya untuk menari ballet
Sim Deok-chul menari ballet (sumber: hancinema.net)

Diadaptasi dari webtoon yang berjudul sama, Navillera mengfokuskan pada cerita Sim Deok-chul yang berusaha menggapai mimpinya untuk bisa menari ballet. Setelah harapannya untuk menari ballet saat muda pupus dikarenakan tidak diizinkan oleh ayahnya dan ia harus mencari nafkah untuk keluarganya, kali ini Sim Deok-chul tidak ragu-ragu untuk mengejar mimpinya. Walaupun pihak keluarganya menentang dan dianggap aneh bagi sebagian orang, Sim Deok-chul tetap yakin untuk terus menari ballet. Bahkan dia berani bermimpi untuk bisa tampil di panggung menarikan Swan Lake.

2. Berusaha Keras

Lee Chae-rok memberikan syarat agar Sim Deok-chul bisa menari ballet
Berusaha agar diterima menjadi murid (sumber: hancinema.net)

Tidak ada hasil tanpa usaha. Hal tersebut juga berlaku untuk Sim Deok-chul. Ketika ingin menari ballet, ia tidak serta merta langsung bisa. Ballerino Lee Chae-rok menolak untuk mengajarkan ballet padanya. Tapi Sim Deok-chul tidak sampai di situ saja, ia berusaha membersihkan studio ballet dan membujuk agar bisa diajari ballet. Hingga akhirnya Lee Chae-rok memberikan syarat untuk menguasai gerakan ballet dalam 1 minggu. Setelah berusaha keras selama 1 minggu, Sim Deok-chul bisa menaklukkan gerakan ballet tersebut.

Sim Deok-chul tampil untuk pertama kalinya di depan umum
Sim Deok-chul tampil pertama kalinya (sumber: hancinema.net)

Setelah diterima menjadi murid Lee Chae-rok, Sim Deok-chul tidak serta merta santai-santai. Ia terus berlatih ballet baik saat latihan ataupun saat di rumah. Hingga akhirnya ia bisa mendapatkan kesempatan audisi untuk tampil di panggung. Walaupun sudah berumur 70 tahun, Sim Deok-chul terus berusaha menampilkan performa terbaiknya dalam menari ballet.

3. Perhatikan Kesehatan

Lee Chae-rok cedera
Lee Chae-rok cedera (sumber: hancinema.net)

Ambisius boleh saja, namun tetap memperhatikan kondisi kesehatan. Hal ini diceritakan dalam drama Navillera. Ketika Lee Chae-rok cedera, ia bersikeras untuk ikut kompetisi ballet mendatang. Namun hal ini ditentang oleh guru balletnya, Ki Seung Joo. Ternyata di balik keputusan tersebut, ada cerita pahit. Dulu Ki Seung Joo dikenal sebagai ballerino terbaik, ketika ia cedera punggung, penampilannya di atas panggung digantikan oleh ballerino lainnya. Tidak terima, Ki Seung Joo memaksakan untuk tampil di atas panggung. Setelah ia tampil, cedera punggungnya menjadi lebih parah hingga akhirnya ia harus pensiun dari ballet.

Bersama pelatih ballet, ballerino Ki Seung Joo
Dengan pelatih ballet, Ki Seung Joo (sumber: hancinema.net)

Setelah mengalami pengalaman pahit tersebut, Ki Seung Joo tidak ingin muridnya, Lee Chae-rok mengalami hal yang sama. Oleh sebab itu, ia menolak Lee Chae-rok untuk ikut kompetisi saat cedera. Begitu pula teman Lee Chae-rok semasa SMA, Yang Ho-Beom yang kecewa karena tidak ikut dalam tim sepak bola. Usut punya usut ternyata, Yang Ho-Beom mengalami cedera lutut yang cukup parah.

4. Lakukan Hal yang Disukai

Lee Chae-rok saat berlatih ballet
Lee Chae-rok berlatih ballet (sumber: hancinema.net)

Menemukan hal yang disukai bisa dibilang susah-susah gampang. Lee Chae-rok mencoba dari sepak bola, berenang dan olahraga lainnya, namun ia merasa ia tidak berbakat. Setelah mencoba ballet, ia merasa sudah menemukan hal yang disukainya. Begitu pula dengan Sim Deok-chul yang berusaha melakukan hal yang disukainya walaupun umurnya tidak muda lagi.

Sim Eun-ho bertemu dengan Lee Chae-rok di tempat kerja
Sim Eun-ho bertemu dengan Lee Chae-rok (sumber: hancinema.net)

Ceritanya tidak berhenti di situ saja, cucu Sim Deok-chul, Sim Eun-ho sedang mengalami krisis kepercayaan diri. Ketika ayahnya menuntut Sim Eun-ho untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan terbaik, Sim Eun-ho justru gagal saat masa magang. Saat terpuruk, Lee Chae-rok memberikan motivasi untuk mencari hal yang dia sukai. Perjalanan mencari hal yang disukai pun dimulai oleh Sim Eun-ho

5. Waktu adalah Hal yang Paling Berharga

Sim Deok-chul mengidap penyakit Alzheimer
Sim Deok-chul mengidap Alzheimer (sumber: hancinema.net)

Di tengah cerita, Sim Deok-chul diketahui mengidap penyakit Alzheimer. Penyakit Alzheimer umumnya dikenal sebagai penyakit pikun. Saat penyakitnya menjadi semakin parah, Sim Deok-chul bahkan lupa dengan keluarganya dan gerakan ballet. Ia menjadi tersiksa karena terus melupakan hal yang penting. Anaknya, Sim Seong-Gwan merasa bersalah karena selama ini tidak meluangkan waktu untuk ayahnya hingga ia menjadi sakit. Bahkan Sim Seong-Gwan takut saat ayahnya melupakan dirinya.

Keluarga Sim Deok-chul saat merayakan ulang tahun ke-70
Keluarga Sim Deok-chul (sumber: hancinema.net)

Kedua anak lainnya, Sim Seong-san dan Sim Seong-suk menyesali waktu yang telah terlewat. Bahwa mereka tidak memperhatikan kondisi ayahnya karena sibuk sendiri. Ketiga anaknya merasa bahwa selama ini mereka tidak meluangkan waktu bersama dengan ayah ibunya. Padahal masa-masa bersama keluarga tidak bisa lagi diulangi. Oleh sebab itu, waktu adalah hal yang paling berharga.

Nah, itu dia 5 pelajaran hidup yang bisa dipetik dari drama Navillera. Kalau ada yang mencari rekomendasi drakor, coba nonton Navillera! Ceritanya ringan, hangat dan mengharukan. Navillera bisa ditonton di kanal tvN dan Netflix.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id