sign up SIGN UP

Miris, Ini 5 Alasan Mengapa Idol K-Pop Rentan Terkena Gangguan Mental

Dian Aprilia | Senin, 11 Oct 2021 08:30 WIB
Miris, Ini 5 Alasan Mengapa Idol K-Pop Rentan Terkena Gangguan Mental
caption
Jakarta -

Beauties, mungkin kamu pernah mendengar beberapa nama idol K-Pop yang meninggal karena bunuh diri. Salah satunya adalah Kim Jong Hyun, penyanyi utama dalam boy group SHINee. Ia meninggal karena bunuh diri pada usia 27 tahun. Selain itu, ada pula Sulli, idol K-Pop dan juga aktris yang meninggal di usia 25 tahun karena bunuh diri.

Tragedi menggemparkan tersebut bukan terjadi kebetulan atau tanpa alasan yang jelas. Hal tersebut disebabkan mereka mengalami gangguan mental seperti depresi. Jika menelusuri lebih dalam, maka banyak dugaan yang mengarah pada lingkungan dan berbagai seluk beluk dalam industri hiburan Korea.

Ini dia 5 alasan mengapa Idol K-Pop rentan terkena gangguan mental.

Tingkat Bunuh Diri Tertinggi dari Negara OECD

Sulli bunuh diri akibat depresi dan sering jadi target bully netizenSulli bunuh diri akibat depresi dan sering jadi target bully netizen/ Foto: Soompi.com

Dikutip dari unitedkpop.com, bahwa Korea Selatan merupakan negara dengan tingkat bunuh diri tertinggi dari negara-negara OECD berdasarkan statistik Korean Biomedical Review 2018. Data tersebut menunjukkan bahwa orang Korea melakukan bunuh diri setiap hari yang setara dengan satu kematian setiap 40 menit.

Selain itu, data tersebut juga menunjukkan bahwa 40% dari kasus bunuh diri diakibatkan karena penyakit mental.

Persaingan K-Pop yang Ketat

BLACKPINK
BLACKPINK/Foto: Soompi.com

Sudah menjadi rahasia umum yang tak terbantahkan bahwa industri K-Pop merupakan salah satu industri yang sarat dengan tekanan ekstrim dan dinilai cukup berat. Hal ini rentan menyebabkan para idol K-Pop lelah secara mental bahkan mengidap berbagai gangguan mental.

Hal ini terlihat dari pertumbuhan idol K-Pop dan regenerasi yang dilakukan secara terus menerus. Jumlah yang begitu banyak membuat persaingan K-Pop menjadi sangat ketat dan menjadi tekanan bagi para trainee atau idol K-Pop baru dan lama untuk mempertahankan eksistensinya di panggung hiburan.

Perjuangan Idol K-Pop Sebelum Debut

BTS
BTS/Foto: Soompi.com

Perjuangan idol K-Pop sebelum debut pun tak luput dari perhatian. Dikutip dari magdalene.co, saat proses audisi, mereka harus bersaing dengan ratusan bahkan ribuan orang yang memiliki mimpi sama. Setelah itu, mereka resmi menjadi trainee perusahaan dan terikat kontrak dan berbagai aturan yang cukup berat.

Apabila mereka berhenti di tengah jalan, biasanya dituntut untuk membayar sejumlah dana tertentu. Mereka mulai melakukan pelatihan ekstra keras di usia peralihan anak-anak menuju remaja yakni sekira 9-16 tahun.

Mereka harus berlatih keras dalam bidang menyanyi, menari, akting, bahasa agar bisa bersaing dengan trainee lain. Sedikit kesalahan saja bisa mengubur impian mereka untuk selamanya dan kesempatan diambil orang lain.

Tuntutan Kesempurnaan Selama Berkarya

NCT
NCT/Foto: Soompi.com

Setelah debut, idol K-Pop masih dihadapkan dengan sejumlah tekanan yang bisa berpengaruh pada kesehatan mental. Salah satunya adalah tuntutan untuk mempertahankan penampilan dengan melakukan diet ketat, olahraga dengan intensitas tinggi, perawatan kecantikan dan lainnya.

Hal ini dilakukan agar idol K-Pop bisa tampil sempurna saat syuting iklan, album, pemotretan atau tampil di berbagai acara TV. Jadwal padat dan berbagai agenda di luar syuting terkadang membuat mereka kelelahan ekstem.

Jadi, tidak hanya kesehatan mental yang terganggu, melainkan juga kesehatan fisik.

Netizen Korea yang Kerap Menghakimi

ITZY
ITZY/Foto: Soompi.com

Belum lagi masalah eksternal yang berasal dari netizen Korea atau biasa disebut K-Netz. Mereka dikenal sebagai penggemar yang 'bermulut pedas' dan ringan untuk memberikan komentar jahat dan menghakimi. Kesalahan kecil bisa menjadi bencana bagi para idol K-Pop jika sudah dikritisi oleh K-Netz.

Tidak hanya perilaku, kemampuan, dan penampilan yang menjadi sasaran kritik K-Netz pada idol K-Pop, melainkan juga masa lalu idol K-Pop. Bahkan kejadian di masa remaja bisa jadi catatan negatif dan menghancurkan karier idol K-Pop.

Hal ini membuat idol K-Pop seolah tak boleh membuat kesalahan apapun atau memiliki catatan negatif sedikitpun bahkan sejak terlahir ke dunia.

Itulah 5 alasan mengapa Idol K-Pop rentan terkena gangguan mental. Tertarik masuk di dunia industri hiburan Korea, beauties?

-----------

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(sim/sim)

Our Sister Site

mommyasia.id