sign up SIGN UP

Nggak Ada di Negara Lain, 5 Tradisi Perayaan Tahun Baru Islam Ini Cuma Ada di Indonesia

Zeyra Haya | Minggu, 08 Aug 2021 07:15 WIB
Nggak Ada di Negara Lain, 5 Tradisi Perayaan Tahun Baru Islam Ini Cuma Ada di Indonesia
caption

Tak terasa sebentar lagi kita akan menyambut tahun baru Islam 1443 H nih, Beauties! Tahun Baru Islam 1443 Hijriah akan dimulai pada 1 Muharram yang jatuh bertepatan pada Selasa, 10 Agustus 2021 mendatang.

Tahun baru Islam merupakan hari peringatan peristiwa hijrah nya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Tradisi tahun baru Hijriah ini dilakukan menjelang pergantian tahun, saat pergantian tahun, dan setelah pergantian tahun.

Serba serbi tahun baru Hijriah tentu saja dipersiapkan dengan antusias oleh umat Islam di seluruh penjuru dunia. Perayaan tahun baru Islam dilakukan dengan berbagai tradisi unik dan menarik.

Tak terkecuali Indonesia, yang memiliki beragam tradisi perayaan tahun baru Islam dengan memadukan unsur agama dan kebudayaan setempat. Uniknya, beberapa tradisi perayaan tahun baru Hijriah ini hanya bisa ditemukan dan cuma ada di Indonesia lho, Beauties! Berikut adalah 5 tradisi perayaan tahun baru Islam di Indonesia yang tidak bisa kamu temukan di negara lain.

1. Tradisi Satu Suro – Yogyakarta

Tradisi Satu Suro di Yogyakarta sambut tahun baru Islam/Foto: pinterest.com
(Tradisi Satu Suro di Yogyakarta sambut tahun baru Islam/Foto: pinterest.com)

Pada bulan Suro, masyarakat Jawa khususnya Yogyakarta percaya bahwa sebagai ciptaan tuhan, manusia harus selalu ingat tempatnya dan siapa dirinya serta menjauhi diri dari godaan yang bersifat menyesatkan. Oleh karena itu, tradisi Satu Suro diselenggarakan dengan melakukan ritual seperti lek-lekan, tidak tidur semalaman dan ritual tuguran dimana kita harus merenungkan dosa-dosa kita sambil berdoa. Bukti dari Bhineka Tunggal Ika, Tradsi Satu Suro turut disambut meriah oleh penganut aliran kepercayaan Kejawen dengan tirakatan atau selamatan tahun baru Islam.

2. Tradisi Kirab Kebo Bule – Surakarta

Kirab Kebo Bule khas Surakarta/Foto: cnnindonesia.com
(Kirab Kebo Bule khas Surakarta/Foto: cnnindonesia.com)

Tradisi Kirab Kebo Bule merupakan tradisi dari masyarakat Keraton Surakarta untuk menyambut tahun baru Hijriah. Setiap malam 1 Hijriah atau 1 Suro, digelar Kirab Kebo Bule yang berarti iring-iringan kerbau berkulit putih seperti bule.

Sekelompok kerbau yang dipercaya keramat itu akan diarak keliling kota. Konon, leluhur kebo bule ini adalah hewan klangenan atau kesayangan Paku Buwono II. Menariknya, masyarakat Solo sangat menanti-nantikan perayaan ini karena ingin berlomba menyentuh dan mengambil kotoran kebo bule yang dipercaya dapat membawa berkah.

3. Tradisi Tabuik – Pariaman

Begini cara masyarakat Padang rayakan tahun baru Islam/Foto: pinterest.com
(Begini cara masyarakat Padang rayakan tahun baru Islam/Foto: pinterest.com)

Mari menyebrang dari Jawa, kini kita membahas tradisi masyarakat Sumatra Barat. Tradisi Tabuik diselenggarakan untuk memperingati hari Asyura pada 10 Muharram. Tabuik diambil dari bahasa Arab yang berarti peti kayu.

Tabuik sendiri adalah patung menyerupai buraq, seekor kuda bersayap dengan kepala perempuan. Patung Tabuik terbuat dari bambu, rotan, dan kertas. Tradisi ini dilakukan dengan serangkaian pembuatan Tabuik yang dimulai pada 1 Muharram hingga 10 Muharram. Pada hari terakhirnya, Tabuik akan diarak dan dibuang ke laut.

4. Grebeg Suro – Ponorogo

Rayakan tahun baru Hijriah, masyarakat Ponorogo gelar Grebeg Suro/Foto: detikcom
(Rayakan tahun baru Hijriah, masyarakat Ponorogo gelar Grebeg Suro/Foto: detikcom)

Kembali ke tanah Jawa, Grebeg Suro merupakan tradisi perayaan tahun baru Islam di Indonesia oleh masyarakat Ponorogo, Jawa Timur. Masyarakat Ponorogo melakukan serba serbi tahun baru Hijriah dengan menggelar pawai, kirab sejarah, lerungan doa, tirakatan hingga penampilan seni Reog.

5. Tradisi Bubur Suro – Jawa Barat

Begini tradisi masyarakat Jawa Barat sambut tahun baru Hijriah/Foto: detikcom
(Begini tradisi masyarakat Jawa Barat sambut tahun baru Hijriah/Foto: detikcom)

Tradisi terakhir datang dari masyarakat Jawa Barat. Bubur Suro merupakan perayaan tahun baru Islam sekaligus sebagai peringatan atas wafatnya cucu Nabi Muhammad, SAW saat berperang.

Tepat pada 10 Muharram, masyarakat Jawa Barat akan memasak bubur Suro, bubur merah dan bubur putih yang disajikan secara terpisah. Bubur ini kemudian akan dibawa ke masjid dan dibagikan kepada seluruh warga dan jamaah masjid.

Itulah 5 tradisi perayaan tahun baru Islam di Indonesia yang tidak akan dijumpai di negara-negara lain. Selain unik, tradisi-tradisi tersebut sangat sarat akan nilai agama dan sebagian besar dilaksanakan secara sakral. Beauties, kamu sudah pernah ikut perayaan yang mana?

(ria/ria)

Our Sister Site

mommyasia.id