sign up SIGN UP

MUSLIM

Sejarah Idul Adha dan Awal Mula Munculnya Perintah Berkurban untuk Umat Islam

Dian Aprilia | Sabtu, 17 Jul 2021 19:00 WIB
Sejarah Idul Adha dan Awal Mula Munculnya Perintah Berkurban untuk Umat Islam
Hari raya Idul Adha/ foto: pexels.com/ArtHouse Studio

Hari Raya Idul Adha 1442 atau lebaran haji 2021 akan dirayakan Umat Islam pada Selasa 20 Juli 2021. Salah satu amalan istimewa yang hanya dilaksanakan pada hari raya Idul Adha adalah berkurban atau menyembelih hewan kurban. Apakah kamu sudah mengetahui sejarah Idul Adha dan awal mula munculnya perintah berkurban untuk Umat Islam?

Berikut beautynesia.id telah merangkum sejarah Idul Adha dan asal usul perintah berkurban:

Menyembelih Kurban Bukan Tradisi Baru

Hari Raya Idul Adha
Hari Raya Idul Adha/pexels.com/Jeswin Thomas

Sebenarnya tradisi menyembelih hewan kurban sebagai persembahan kepada sosok yang disembah atau "dituhankan" bukanlah hal yang baru di kalangan bangsa Arab. Ibadah kurban sudah menjadi tradisi yang mengakar di bangsa Arab yang sudah diperkenalkan oleh nenek moyang mereka. Alhasil tradisi ini sudah dilestarikan dari waktu ke waktu, termasuk saat jaman Arab Jahiliyah ketika marak penyembahan berhala.

Kurban di Masa Nabi Adam

Hari Raya Idul Adha
Hari Raya Idul Adha/pexels.com/Julia Volk

Tradisi menyembelih hewan untuk ibadah sudah ada sejak generasi pertama manusia yakni Nabi Adam. Dikisahkan pada saat itu ada perselisihan antara Habil dan Qabil yang akhirnya turun perintah dari Allah SWT untuk mempersembahkan kurban yang terbaik.

Habil kemudian mempersembahkan domba jantan terbaik untuk Allah, sementara Qabil mempersembahkan hasil tani yang buruk. Akibatnya persembahan Habil yang diterima, sementara persembahan Qabil ditolak oleh Allah SWT.

Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail

Hari raya Idul Adha
Hari Raya Idul Adha/pexels.com/Haydan As-soendawy

Selain Nabi Adam, ibadah kurban juga diamalkan dan dicontohkan oleh Nabi Ibrahim as. yang dikenal sebagai Bapak Para Nabi. Perintah kurban di masa Nabi Ibrahim di awali dengan mimpi menyembelih Nabi Ismail.

Menanggapi mimpi tersebut, nabi Ibrahim dihadapkan dilema besar. Pasalnya Nabi Ismail adalah anak yang sudah dinantikan kehadirannya sejak lama, lalu Allah SWT memerintahkan untuk menjadikan Nabi Ismail sebagai kurban. Orang tua mana yang tak akan patah hati dan dirundung kebingungan kala mendapat perintah tersebut.

Namun Nabi Ibrahim bisa dengan bijak merespon perintah tersebut. Ia menceritakannya terlebih dulu kepada sang anak. Saat Ismail menerima perintah tersebut dan berkenan disembelih, Nabi Ibrahim lalu ikhlas dan mengeksekusinya.

Dari pengorbanan besar kedua hamba Allah yang mulia yakni Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, Allah SWT lalu menebus Nabi Ismail dengan seekor sembelihan yang besar.

“Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS Ash-Shafaat: 104:107).

Turunnya Perintah Berkurban

Hari Raya Idul Adha
Hari Raya Idul Adha/pexels.com/RODNAE Productions

Pada masa Nabi Muhammad SAW, turun perintah berkurban saat hari Raya Idul Adha atau lebaran haji dalam surat Al Kautsar ayat 3 dan Al Hajj ayat 36 dan 37

Al Kautsar ayat 3

“Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah.”

Al Hajj 36-37

"Dan unta-unta itu Kami jadikan untuk-mu bagian dari syiar agama Allah, kamu banyak memperoleh kebaikan padanya. Maka sebutlah nama Allah (ketika kamu akan menyembelihnya) dalam keadaan berdiri (dan kaki-kaki telah terikat). Kemudian apabila telah rebah (mati), maka makanlah sebagiannya dan berilah makanlah orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami tundukkan (unta-unta itu) untukmu, agar kamu bersyukur." (Al Hajj: 36)

"Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu. Demi-kianlah Dia menundukkannya untuk-mu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik." (Al Hajj: 37)

Itulah asal usul dan sejarah perintah kurban saat Idul Adha. Semoga kita bisa menjadi Umat Islam yang bertaqwa dan menjalankan ibadah kurban saat lebaran haji dengan ikhlas.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id