sign up SIGN UP

LIFE

5 Mindset Brilian Para Miliarder yang Perlu Kita Miliki Sejak Muda

Dian Aprilia | Jumat, 12 Mar 2021 18:00 WIB
5 Mindset Brilian Para Miliarder yang Perlu Kita Miliki Sejak Muda
caption

Cara mencapai kesuksesan dengan jalan pintas ialah dengan meniru sikap, mindset dan juga kebiasaan orang sukses. Kita bisa mengambil banyak pelajaran dari kisah perjalanan dan dinamika tokoh-tokoh yang sukses. 

Salah satu hal penting yang mengantarkan para tokoh besar meraih kesuksesan adalah mindset yang kuat dan benar. Mindset itulah yang kemudian menjadi kekuatan mereka untuk melalui berbagai tantangan dan kesulitan dalam hidupnya.

Oleh sebab itu, kita juga perlu meniru dan juga menanamkan mindset para miliarder agar mampu mengikuti jejaknya:

Tidak Melihat Kegagalan Sebagai Hasil Akhir

Bill Gates
Bill Gates/time.com

Setiap orang sukses pasti melalui bertubi-tubi kegagalan dalam hidupnya. Kegagalan yang mereka alami tak dinilai sebagai hasil akhir dari perjalanan hidupnya, melainkan dijadikan kekuatan untuk terus maju. Mereka mengambil pembelajaran dari setiap kegagalan yang dialami untuk perbaikan secara terus menerus.

Seperti halnya, Colonel Sanders yang gagal berkali-kali di berbagai bidang pekerjaan, tapi berhasil sukses membuka usaha franchise yang hingga kini berjaya di berbagai negara. Dan juga Bill Gates pendiri Microsoft yang berhasil masuk dalam deretan orang terkaya di dunia.

“I failed in some subjects in exam, but my friend passed in all. Now he is an engineer in Microsoft and I am the owner of Microsoft.” – Bill Gates.

Semakin Kaya, Semakin Besar Tanggung Jawab

Alice Walton
Alice Walton/insider.com

“One of the great responsibilities that I have is to manage my assets wisely, so that they create value.”- Alice Walton.

Alice Walton adalah satu-satunya ahli waris perempuan dari pendiri Walmart Stores Inc. Bagi kamu yang belum tahu, Walmart adalah perusahaan di bidang ritel, spesifiknya pusat perbelanjaan yang sangat terkenal di Amerika. Walmart juga mendapatkan predikat perusahaan publik terbesar di dunia dengan pendapatan 514.405 miliar dolar.

Bisa kita bayangkan, bagaimana kekayaan atau harta yang dimiliki oleh Alice Walton, tentu berlimpah ruah. Ia memiliki mindset bahwa kekayaan itu harus digunakan secara bertanggung jawab dan bijak, sehingga kekayaan yang dimiliki bisa menghasilkan nilai yang besar.

Tidak Ada Kata ‘Menyerah’ dalam Kamus Hidupnya

Jeff Bezos
Jeff Bezos/fortune.com

 “If you want to be inventive, you have to be willing to fail” – Jeff Bezos.

Jeff Bezos yang merupakan pendiri Amazon berhasil menduduki posisi sebagai orang terkaya di dunia. Ia memiliki mindset pantang menyerah dalam menjalani bisnisnya. Ia percaya bahwa jika ingin menjadi orang yang punya daya cipta hebat, kamu harus mau untuk gagal berulang kali.

Yap, memang kesuksesan itu akan diraih oleh orang-orang yang tidak pernah menyerah dan selalu bangkit setelah melalui kegagalannya. Lalu berjalan dan fokus pada pencapaian dan visinya.

Uang Bukan Segalanya

Larry Ellison
Larry Ellison/time.com

“When I do something, it is all about self-discovery. I want to learn and discover my own limits.” – Larry Ellison.

Larry Ellison termasuk dalam deretan orang terkaya di dunia. Ia berprofesi sebagai pengusaha teknologi Oracle Corporation. Fokus bisnisnya adalah dengan mengembangkan dan memasarkan teknologi dan piranti lunak database, sistem rekayasa cloud, dan juga berbagai produk piranti lunak enterprise.

Larry memiliki mindset bahwa pekerjaan yang ia lakukan semata-mata untuk pengenalan diri. Ia ingin belajar untuk menemukan kemampuan dan batasan dirinya.

Jangan Takut Ambil Risiko

Mark Zuckerberg
Mark Zuckerberg/britannica.com

“The biggest risk is not taking any risk” – Mark Zuckerberg.

Pendiri Facebook ini memutuskan untuk berhenti kuliah di tahun keduanya menempuh pendidikan di Harvard University. Dilansir dari buku “The Facebook Effect”, Mark Zuckerberg memikirkan keputusan tersebut hanya lima menit saja.

Wow, inilah bukti bahwa Mark adalah seorang yang independent dan tidak takut dalam mengambil risiko.

Baginya, risiko terbesar adalah saat tidak mengambil risiko apapun. Jadi, penting juga bagi kita untuk tak terlalu takut dalam mengambil keputusan dan juga risikonya. Hal yang terpenting adalah cara menyikapi risiko tersebut.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id