sign up SIGN UP

Hati-hati Guilt Trip: Saat Pelaku Membuat Orang Lain Merasa Bersalah, Sehingga Akan Mengontrol Perilaku Korban

Siti Mukaromah | Selasa, 14 Sep 2021 23:30 WIB
Hati-hati Guilt Trip: Saat Pelaku Membuat Orang Lain Merasa Bersalah, Sehingga Akan Mengontrol Perilaku Korban
caption

Dalam suatu hubungan dengan teman, keluarga ataupun kekasih, kamu mungkin tidak jarang kerap merasa bersalah.. Namun, sebenarnya kalau ditelusuri, itu adalah kesalahan yang kemungkinan tidak kamu perbuat. Nah, fenomena ini disebut juga dengan guilt trip atau salah satu bentuk manipulasi, Beauties.

Dilansir dari laman Very Well Mind, guilt trip adalah suatu tindakan manipulatif yang menyebabkan orang lain merasa bersalah atau bertanggung jawab untuk tindakan atau perilaku yang tidak mereka lakukan. Dalam kasus lain, guilt trip mungkin menimbulkan rasa bersalah atau tanggung jawab yang tidak dapat dibenarkan untuk memanipulasi emosi dan perilaku orang lain.

Bentuk komunikasinya, mengutio dari laman Psychology Today, bisa secara verbal maupun non verbal, yang pada intinya dilakukan untuk memicu rasa bersalah, guna mengendalikan perilaku lawan bicara atau target.

Nah, seperti apa ciri-cirinya? Berikut ini Beautynesia jabarkan untukmu.

Mengungkit Semua Kesalahan yang Pernah Kamu Buat

guilt trip, mental health
Melakukan playing victim/pexels.com/iznmam khan

Orang-orang yang melakukan manipulasi terhadapmu biasanya akan mulai meng-highlight kesalahanmu yang sudah-sudah, kemudian membandingkan seberapa keras usaha dan pengorbanan yang sudah mereka lalukan untukmu. Sehingga kamu akan dibuat terjebak dalam kesalahan yang berlarut-larut, Beauties.

Melakukan Silent Treatment

Melakukan tindakan silent treatment atau menolak untuk bicara atau memberi kejelasan terhadap masalah yang terjadi, akan dengan mudah membuatmu merasa bersalah.

Karena tidak adanya kejelasan dari tindak-lanjut masalah yang timbul, kamu akan merasa serba salah jika melakukan sesuatu. Bahkan jika kamu sama-sama membalasnya dengan melakukan silent treatment.

Menanggapi Masalah Hanya dengan Bahasa Tubuh

guilt trip, mental health
Tidak ada komunikasi yang jelas/pexels.com/Liza Summer

Jika kamu sering menanggapi masalah hanya dengan menangis, memandangi lawan bicaramu dengan sinis atau ekspresi marah, menghela napas berkali-kali dan lain sebagainya. Itu artinya kamu sedang melakukan tindakan manipulatif pada lawan bicaramu lho, Beauties.

Membuat Sindiran atau Komentar Sarkasme

Sikap ini biasanya akan ditunjukkan oleh lawan bicaramu, ketika kamu sudah punya beberapa capaian atas upaya yang sudah kamu lakukan. Dari komentar sarkastik 'nyindir' inilah yang bisa membuatmu terbebani karena capaianmu sendiri.

Melakukan Guilt Trip dengan Fokus pada Diri Sendiri

guilt trip, mental health
Melakukan guilt trip dengan fokus pada diri sendiri/pexels.com/David Garrison

Saat melalui suatu masalah kamu mungkin pernah membanding–bandingkan dirimu dengan orang lain, tentang seberapa banyak usaha dan pekerjaan yang sudah kamu perbuat, dengan usaha yang sudah dilakukan orang lain.

Sehingga orang lain akan merasa kurang usaha dari apa yang telah mereka lakukan, tanpa mempedulikan posisi atau upaya yang telah orang lain lakukan.

Menyarankan Seseorang untuk Berhutang padamu

Hal yang satu ini mungkin paling sering dilakukan oleh para pasangan kekasih yang baru saja bertengkar, Beauties. Setelah amarah dari kedua belah pihak teredam, salah satu pihak akan mengajukan perjanjian yang disertai dengan konsekuensi.

Contohnya begini “Oke, kali ini aku maafkan, tapi janji ya nggak akan ulangi. Kalau diulangi nanti aku sita handphone-mu” atau “Deal ya! Kalau ingkar bayar aku Rp5 juta”, dan lain sebagainya.

Beauties, manipulasi seperti ini bisa saja terjadi dengan sengaja atau tanpa disengaja. Ada kemungkinan, kamu yang mungkin membuat seseorang merasa bersalah atas suatu tindakan tertentu. Di samping itu sangat penting untuk diingat jika komunikasi secara tidak langsung seperti manipulasi ini dapat terjadi dalam hubungan apapun. Baik asmara, keluarga ataupun sahabat.

Karenanya kenali dan bila dalam hal ini kamu adalah korban, maka kamu perlu berani untuk melawannya.

(fip/fip)

Our Sister Site

mommyasia.id