sign up SIGN UP

Bukan Hanya Gaslighting, Kenali 4 Tipe Manipulasi Psikologis yang Sering Terjadi di Sekitar Kita

Risma Oktaviani | Selasa, 08 Jun 2021 15:30 WIB
Bukan Hanya Gaslighting, Kenali 4 Tipe Manipulasi Psikologis yang Sering Terjadi di Sekitar Kita
caption

Pernah ga kamu ngerasa di posisi dia yang salah, tapi malah kamu yang minta maaf? Atau kamu ngerasa tersudutkan karena dia yang selalu ungkit-ungkit kesalahan terus? Atau bahkan ketika kamu memberikan pertanyaan buat pacar tapi pacarmu malah balik mempertanyakan pertanyaamu? Bikin kamu capek hati dan gak yakin dengan diri sendiri. Jangan lengah, jangan-jangan kamu lagi terjebak dalam toxic relationship!

Toxic relationship adalah hubungan yang membuat salah satu pihak merasa tidak didukung, direndahkan, atau diserang. Bentuk tindakan negatif dalam hubungan toxic yang bisa memengaruhi kesehatan mental seseorang ini bisa berbentuk serangan secara fisik, ataupun manipulasi psikologis dan emosional.

Manipulasi psikologis adalah suatu taktik mempermainkan titik lemah emosi seseorang dengan menciptakan sebuah skenario yang telah disesuaikan. Ketika emosi kamu dimanipulasi, seorang manipulator akan membuat kamu merasa bersalah tanpa mengeluarkan kalimat tuduhan secara langsung dari mulut mereka. Dan hal tersebut sangat berbahaya, karena kebanyakan manipulator pandai memainkan peran seolah mereka tidak sedang melakukan skenario pada emosi dan mental kamu. Ada 4 tipe manipulasi psikologis yang harus kamu waspadai.

Guilt-tripping

ilustrasi orang yang sedang merasa bersalah
merasa bersalah / pexels.com

Guilt tripping adalah suatu manipulasi psikologis dimana kamu dibuat merasa bersalah dan merasa gak enak terhadap seseorang seolah-olah kita melakukan hal yang salah. Kamu merasa takut untuk mengatakan ‘tidak’ karena takut mengecewakan orang lain, dan yang lebih parah, kamu akan dibuat merasa bahwa semua yang terjadi adalah salahmu.

The Spaghetti Test

mengingatkan kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan untuk kamu
Mengungkit masa lalu / freepik.com

Seorang manipulator akan seolah-olah mengatakan hal yang baik, kamu akan selalu diingatkan dengan hal-hal baik yang sudah mereka lakukan untukmu di masa lalu. Hal tersebut secara gak sadar dijadikan senjata untuk mengendalikan kita. Sehingga, ketika kamu menolak kemauan atau permintaan mereka, mereka akan terus mengungkit-ngungkit semua kebaikan yang telah mereka lakukan untukmu, kemudian kamu akan merasa bersalah dan gak enak. Pada akhirnya, kamu pun akan dengan berat hati mengatakan ‘iya’.

Gaslighting

gaslighting membuat seseorang kehilangan kepercayaan diri
meragukan diri sendiri / freepik.com

Bentuk manipulasi ini dilakukan oleh seseorang untuk terlihat berkuasa dan dapat mengontrol orang lain dengan cara membuat korbannya gak yakin dengan dirinya sendiri. Seorang manipulator akan memberikan pendapat dan opini yang dibuat seolah-olah valid dan meyakinkan, sehingga korbannya menjadi terus mempertanyakan dan meragukan pendapatnya sendiri.

Hasilnya? Korban gaslighting akan merasa terus bergantung, gak yakin dengan keputusan sendiri, merasa serba kurang dan meragukan diri sendiri. Di sisi lain, ia akan merasa kesal karena seolah-olah semua opininya gak berguna dan gak valid.

Flying monkey

flying monkey menyebarkan gosip untuk membuatmu terlihat buruk
gosip membuat kamu terlihat buruk dan lemah / freepik.com

Menurut Psychology Today, seorang flying monkey dapat menggunakan taktik gaslighting, agresi terbuka, dan rasa bersalah untuk membuat kamu merasa buruk dan lemah. Seperti, menyebarkan gosip, mencari kelompok-kelompok pendukung seolah kamu yang salah dan dia yang menjadi korban. Flying monkey membuat orang-orang kemudian ikut menyerang kamu. Bisa jadi, kamu malah terdorong untuk minta tolong kepada pelaku, padahal hal ini dia yang rencanakan.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id