sign up SIGN UP

LIFE

Jangan Sampai Self Love Kamu Malah Berubah Menjadi Toxic Positivity!

Risma Oktaviani | Sabtu, 05 Jun 2021 15:30 WIB
Jangan Sampai Self Love Kamu Malah Berubah Menjadi Toxic Positivity!
Self love / foto: freepik.com

Banyaknya kampanye tentang self love, membuat seseorang terdorong untuk lebih menerima dan lebih mencintai diri sendiri. Tapi apa sih yang dimaksud dari self love itu sebenarnya?

Dilansir dari laman Abrand Theraphy, menurut ahli therapist Abrand Brandt, self love bukan berarti kamu berpikir bahwa kamu adalah orang yang paling cerdas, paling berbakat, dan paling cantik di dunia. Sebaliknya, self love artinya ketika kamu tau cara mencintai diri sendiri, kamu akan menerima apa yang menjadi kelemahanmu, menghargai apa yang disebut kekuranganmu, ini sebagai sesuatu yang membuat kamu menjadi diri sendiri. 

Secara Tidak Sadar Terjebak dalam Toxic Positivity

tidak menghiraukan masalah
toxic positivity / freepik.com

Namun, tanpa disadari banyak orang yang tidak mengetahui batasan antara self love dengan toxic positivity.  Dilansir dari laman Very Well Mind, frasa toxic positivity mempunyai arti keyakinan bahwa tidak peduli seberapa parah atau sulitnya suatu situasi, orang harus mempertahankan pola pikir positif.

Secara singkatnya, toxic positivity ini hanya fokus pada hal-hal positif yang dapat menenangkan pikiran diri sendiri dan menolak hal-hal yang memicu emosi negatif. Pikiran positif ini yang kemudian akan berubah menjadi racun ketika seseorang mulai mengabaikan masalah dan hidup seolah-olah tidak ada masalah.

Kapan Sebenarnya Self Love Berubah Menjadi Toxic Positivity?

Tidak mengatur pola makan
Pola makan tidak sehat / freepik.com

Seruan ‘love yourself’ yang salah kaprah dan ditelan mentah-mentah dapat berubah menjadi toxic positivity. Misalnya, mendukung kebiasaan buruk seperti tidak mengontrol asupan makanan atau menghabiskan banyak uang untuk compulsive buying dengan dalih self reward, tidak berolahraga dan tidak merawat diri dengan dalih body positivity yang kemudian bersembunyi di balik kata self-love.

Kita masih perlu mengetahui masalah, dan cara untuk mengatasinya. Jangan malah lari dari kenyataan dan tidak bertanggung jawab terhadap diri sendiri. Contohnya, pada kasus obesitas, karena pemahaman self love yang salah, kamu tidak mengatur pola makan dan olahraga. Padahal, obesitas bukan bagian dari kampanye body positivity. Sebaliknya, body positivity akan membuat kamu menerima bahwa kamu obesitas dan itu bukan suatu hal yang baik, kemudian akhirnya kamu mau berubah dan menjalani pola hidup yang lebih sehat.

Menerima dan Improve

olahraga adalah bentuk mencintai diri sendiri
olahraga / freepik.com

Mencintai dan menerima diri sendiri bukan berarti kamu tidak diperbolehkan untuk berubah dan menjadi lebih baik. Ketika kamu benar-benar mencintai diri sendiri, kamu akan berusaha semaksimal mungkin untuk menemukan dan melakukan apa yang terbaik untukmu dan membuat kamu bahagia, menerima keadaan kamu saat ini dan menikmati prosesnya untuk terus menjadi versi terbaik dari diri kamu dan untuk kamu.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id