sign up SIGN UP

Jurus Jitu Mengubah Kebiasaan Toxic Menjadi Aktivitas yang Sehat dan Produktif

Dian Aprilia | Selasa, 18 May 2021 08:30 WIB
Jurus Jitu Mengubah Kebiasaan Toxic Menjadi Aktivitas yang Sehat dan Produktif
caption

Tanpa disadari, kita sering terjebak dalam kebiasaan toxic yang berdampak pada produktivitas kita. Tidak hanya itu, kebiasaan toxic juga rentan membuat kita kelelahan baik secara fisik ataupun mental. Meski begitu, kita seolah merasa sedang terjebak dalam kebiasaan tersebut dan sulit mengubah atau menghilangkannya.

Berikut beautynesia.id telah merangkum beberapa kebiasaan toxic dan jurus jitu untuk mengubahnya jadi aktivitas yang sehat dan produktif:

Makan Junk Food

Junk food
Junk food/pexels.com

Salah satu kebiasaan makan anak muda saat ini adalah mengonsumsi junk food. Bahkan dalam satu hari, bisa mengonsumsi beberapa junk food. Mulai dari sebagai menu sarapan, makan siang, makan malam bahkan camilan saat nongkrong dengan teman. Padahal junk food mengandung lemak dan kalori yang cukup tinggi. Dan bisa mengakibatkan berbagai macam penyakit kronis dalam jangka panjang.

Alih-alih memasukkan menu junk food, sebaiknya isi menu harian kamu dengan berbagai macam masakan rumahan. Meski tidak bisa masak sendiri, kamu bisa membeli makanan di warung sederhana di pinggir jalan. Lengkapilah menu makananmu dengan karbohidrat, protein, sayuran, buah-buahan dan minuman sehat.   

Berteman dengan Toxic People

Toxic people
toxic people/pexels.com

Sudah belasan tahun berteman dengan kelompok tertentu, membuat kamu sulit untuk melepaskan diri atau menjauhi mereka. Padahal kamu tahu betul bahwa lingkunganmu tersebut tidak sehat. Sahabat biasanya digambarkan sebagai sosok yang mendukung, memahami, dan juga saling membantu. Tetapi kamu terkekang di lingkungan yang negatif, saling menjatuhkan, saling memfitnah dan lainnya.

Tidak perlu berpikir terlalu lama, jika kamu merasa berada di tempat yang salah, segera tinggalkan. Cari lingkungan pertemanan yang lebih baik. Jika kesulitan, kamu bisa menyewa jasa mentor, agar memiliki teman berbagi, bercerita dan juga membantumu mencapai impianmu.

Stalking

Social media
Social media/pexels.com

Hayo ngaku, siapa nih yang masih sering stalking mantan, pacar mantan, rival, dan banyak lagi lainnya? Kamu memang sudah tidak follow akun media sosial mereka, tetapi masih sering penasaran dan mengintip unggahan terbarunya. Coba pikirkan, apa sih manfaat dari stalking?

Sebab, jika kamu melakukannya cukup sering dan intensif, maka kamu akan kehilangan banyak waktu yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk kegiatan yang lebih produktif. Alih-alih stalking, kamu bisa menggunakan waktumu untuk berolahraga, melakukan hobi, meningkatkan skill dan lain sebagainya.

Maraton Nonton Drakor

Nonton drakor
Nonton drakor/pexels.com

Belakangan ini, popularitas drakor kian meningkat tajam. Mulai dari wanita, pria, ibu-ibu, dewasa, bahkan remaja menyukai sajian hiburan ini. Bahkan tak sedikit yang merelakan banyak waktunya untuk menonton drakor. Biasanya dikenal dengan istilah, ‘maraton drakor’, yakni menonton 1 season drakor dalam 2-3 hari penuh.

Cobalah untuk menyeimbangkan waktu untuk hiburan dengan kegiatan lain. Usahakan melakukan maraton drakor hanya di waktu tertentu saja, seperti libur panjang dan lainnya. Jika sedang di hari aktif bekerja, sebaiknya kamu menggunakan waktumu untuk istirahat.

Overthinking

Overthinking
Overthinking/pexels.com

Terakhir, kebiasaan ini seringkali dialami bagi penderita insomnia. Dimana setiap malam, pikiran akan bergentayangan ke berbagai masalah. Setelah itu pusing dan tidak bisa tidur.

Daripada banyak menghabiskan waktu untuk overthinking, segera lakukan aksi konkret. Jika kamu khawatir mengenai masa depanmu, segera lakukan hal positif untuk membangun masa depan. Misalnya berolahraga, meningkatkan skill, membaca buku, berinvestasi dan banyak lagi lainnya.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id