sign up SIGN UP

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual oleh Guru Besar UI Viral di Twitter, UI Buka Suara

Nadya Quamila | Selasa, 23 Nov 2021 11:45 WIB
Kasus Dugaan Pelecehan Seksual oleh Guru Besar UI Viral di Twitter, UI Buka Suara
Viral Kasus Dugaan Pelecehan Seksual oleh Guru Besar UI/Foto: Freepik
Jakarta -

Belum tuntas kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami oleh mahasiswi Universitas Riau yang sempat viral akhir Oktober lalu, kini muncul lagi kasus dugaan pelecehan seksual yang juga viral karena media sosial. Kasus kali ini datang dari Universitas Indonesia (UI).

Pada Minggu (21/11), netizen dihebohkan dengan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang guru besar di Universitas Indonesia. Kasus tersebut diungkapkan melalui sebuah utas yang menjadi viral di Twitter oleh akun @IbnuTasrip.

Dalam utas tersebut mengungkapkan cerita korban dugaan pelecehan seksual guru besar UI. Tak hanya itu, dugaan kasus pelecehan seksual tersebut tampaknya sudah menjadi gosip selama bertahun-tahun di kampus UI. Dari tangkapan layar juga terlihat bahwa Tim Satgas UI terkait kasus pelecehan seksual akan menyingkap lebih banyak kasus lainnya yang terkait.


UI Sudah Miliki Kode Etik Terkait Pencegahan Kekerasan Seksual

Universitas Indonesia merupakan salah satu Universitas terbaik di Indonesia.Universitas Indonesia/Foto: Pinterest.com/foreignpolicynews.org

Tidak tinggal diam, pihak UI pun akhirnya buka suara untuk menanggapi kabar tersebut. Agustin Kusumayati selaku Sekretaris UI mengatakan bahwa UI sudah memiliki kode etik terkait pencegahan kekerasan seksual.

"UI telah memiliki Kode Etik dan Kode Perilaku (Peraturan Rektor Universitas Indonesia/PRUI No 14 tahun 2019) yang mengikat seluruh Warga UI, baik dosen, mahasiswa, maupun tenaga kependidikan," kata Agustin, Senin (22/11), dikutip dari detikcom.

Pasal 16 PRUI No 14 tahun 2019 berisi soal kewajiban warga UI menjunjung tinggi norma kesusilaan dan sopan santun. Peraturan yang berlaku di UI tidak hanya mencakup pelarangan kekerasan seksual, melainkan mencakup pula larangan untuk melakukan segala bentuk pelecehan dan perundungan, termasuk kekerasan dan pelecehan seksual.

Lebih lanjut, UI diketahui telah memiliki perangkat hukum dan mekanisme penyelesaian terkait dugaan penyelenggaraan yang mungkin terjadi. Apabila dalam penyelesaiannya dirasa belum memuaskan, pihak UI pun selalu terbuka untuk komunikasi lebih lanjut

"Adapun proses pemeriksaan yang dilakukan bila ada dugaan pelanggaran selalu dilaksanakan dengan memperhatikan kenyamanan dan keamanan semua pihak, terutama korban," ungkap Agustin.

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id