sign up SIGN UP

LIFE

Mulai Ramai Diperbincangkan, Apa Sih Aplikasi Clubhouse Itu?

tjitradewi | Selasa, 16 Feb 2021 10:45 WIB
Mulai Ramai Diperbincangkan, Apa Sih Aplikasi Clubhouse Itu?
caption

Akhir-akhir ini aplikasi Clubhouse mulai ramai diperbincangkan di sejumlah media sosial. Sejumlah temanmu pun kemungkinan sudah ada yang mulai menggunakan aplikasi ini. Namun, apakah kamu tahu apa aplikasi Clubhouse itu?

Clubhouse sendiri merupakan aplikasi berbasis suara yang dirilis pada 2020 oleh Paul Davidson. Aplikasi yang saat ini hanya bisa digunakan oleh pengguna iPhone tersebut, makin dikenal setelah CEO Tesla, Elon Musk, menggunakannya.

Aplikasi ini bisa disebut eksklusif, karena kamu harus membutuhkan invitation atau undangan dari temanmu yang sudah menggunakan Clubhouse untuk dapat mengunduh dan bergabung. Dilansir dari Business Insider, sebenarnya kamu bisa mengunduh langsung dan masuk dalam daftar antrian, namun tak ada jaminan kamu dapat bergabung dalam ruang percakapan. 

Setelah kamu berhasil masuk ke dalam Clubhouse, akan tertera sejumlah interest yang harus kamu pilih seperti sport, art, music. Interests ini membantu Clubhouse menyajikan sejumlah room atau ruang percakapan yang sesuai dengan apa yang kamu cari dan ikuti.

Contoh room atau ruangan dalam Clubhouse.
Contoh room atau ruangan dalam Clubhouse. (socialmediaexaminer.com)

Tak hanya sekedar mendengarkan percakapan sebuah topik secara pasif, kamu pun bisa menciptakan room sendiri dan mengundang beberapa temanmu sebagai speaker atau pembicara. 

Saat circle Clubhouse belum sebesar sekarang, para pembicaranya merupakan petinggi dan orang-orang penting di Silicon Valley, sebuah tempat di California, AS, yang berisi perusahaan besar di bidang teknologi. Hal ini membuat konten Clubhouse mirip dengan TED Talks. Namun, makin banyaknya pengguna Clubhouse saat ini, membuat pembicara makin beragam. 

Secara singkat, Clubhouse sedikit banyak mirip dengan podcast namun dilakukan secara live. Namun, di dalam room memungkinkan terjadi interaksi antara pembicara dan pendengar yang semuanya dilakukan melalui audio, tanpa video, teks, maupun foto.

Tak hanya mendengarkan, kamu pun bisa membuat room sendiri di Clubhouse.
Tak hanya mendengarkan, kamu pun bisa membuat room sendiri di Clubhouse. (socialmediaexaminer.com)

Menurut salah satu pengguna Clubhouse, Istiarto Sigit yang diwawancara Beautynesia, ia dikenalkan aplikasi ini oleh seorang temannya. Ia pun mengaku mulai addict dengan aplikasi ini.

"Simply karena dulu gue penyiar radio, platform baru ini bener bener mirip sama radio karena dia bener-bener cuma audio. Walaupun sekarang pekerjaan gue di depan kamera, but still i prefer audio only because you dont need to think about the gesture and apperance. It's just you, your friend, and the talks, jadi beda banget sama platform lain yang menggunakan video," ujar pria berusia 31 tahun yang berprofesi sebagai jurnalis itu, saat berbincang dengan Beautynesia.

"Kedua, banyak temen-temen gue penyiar radio juga yang main ini, jadi makin gede, makin sering ngobrol, dan makin seru. Terakhir, karena bisa ngomongin apa aja," ujar mantan penyiar di Oz Radio Jakarta selama 5 tahun itu.

Melalui Clubhouse, kamu bisa membuat room sendiri dan mengundang teman-temanamu dan membahas topik apapun yang kalian suka.
Melalui Clubhouse, kamu bisa membuat room sendiri dan mengundang teman-temanamu serta membahas topik apapun yang kalian suka. (freepik.com)

Menurut penuturannya, Clubhouse pun bisa menjadi tempat reunian dengan sesama teman penyiar radionya. Ia pun kini mulai meluangkan waktu untuk mengakses Clubhouse.

"Sekarang jadi addicted banget nih sama Clubhouse, karena gue tiap malam jadi bikin room sama teman-teman penyiar radio gue yang lain terus kita ngobrolin apa aja walaupun yang dengerin ga banyak, but I think that's not the point. The point is you can share anything with your friends, with your close friends."

Istiarto pun mengungkapkan bahwa kemungkinan ia akan terus melanjutkan pemakaian aplikasi Clubhouse, selama hanya mengandalkan suara tanpa ditambahkan fitur lain.

"Justru kalo nanti dia nambah fitur video gue malah mungkin jadi ilfeel. Karena menurut gue ini mengakomodir kebutuhan orang yang suka ngomong secara audio kaya gue dan orang-orang yang suka ngedenger, pendengar pasif gitu," ujarnya.

Jadi bagaimana Ladies, apakah kamu tertarik untuk menggunakan aplikasi Clubhouse? 

(kik/kik)

Our Sister Site

mommyasia.id