sign up SIGN UP

LIFE

Hati-hati, Ini Lho Gangguan Mental Akibat Main Medsos

Shinta Nikmah | Minggu, 24 Jan 2021 07:00 WIB
Hati-hati, Ini Lho Gangguan Mental Akibat Main Medsos
caption

Media sosial menjadi suatu hal yang tidak bisa dipisahkan oleh kebanyakan orang saat ini. Tidak hanya berfungsi sebagai media komunikasi, media sosial juga banyak digunakan untuk menjalankan bisnis seperti online shop. Tidak heran pengguna smartphone semakin banyak menginstal berbagai aplikasi media sosial seperti Whatsapp, Instagram, telegram, dan masih banyak lagi.

Penggunaan media sosial yang berlebihan terutama di saat pandemi mungkin membuatmu lebih banyak memiliki waktu luang, namun berpotensi menyebabkan gangguan mental lho Ladies. Bisa jadi kamu belum menyadari bahwa sudah kecanduan media sosial.

Nah, jika ciri-ciri ini sedang kamu alami, maka lebih baik kamu melakukan detoks media sosial. 

Narsis

Selfie
Sering Selfie dan Diposting di Media Sosial/ Foto: freepik.com

Istilah untuk gangguan mental ini adalah Narcissistic Personality Disorder. Hal ini ditandai dengan sering melakukan selfie kemudian diupload ke media sosial. Jika dilakukan sesekali mungkin masih wajar, namun menjadi hal yang tidak wajar jika kamu melakukannya hampir setiap saat atau setiap momen. 

Tidak hanya foto wajah atau foto bersama teman-teman, saking narsisnya kamu memfoto segala hal termasuk makanan atau kegiatan kemudian menguploadnya di media sosial. Jika hal ini terjadi padamu saat ini, maka kamu harus perlahan mengurangi kebiasaan tersebut ya.

FOMO (Fear of Missing Out)

Kecanduan
Tidak Bisa Lepas dari Sosial Media/ Foto: freepik.com

Gangguan ini berupa ketakutan jika tidak bisa mengikuti informasi, trend, atau postingan yang ada di sosial media. Orang dengan gangguan ini biasanya akan terus menerus mengecek sosial medianya dan tidak bisa terlepas dari gadget. Mereka akan takut ketinggalan informasi yang tengah ramai dibahas di media sosial sehingga merasa perlu membuka media sosial tiap beberapa menit sekali.

Depresi

Depresi
Media Sosial bisa Membuat Depresi/ Foto: freepik.com

Depresi bisa saja terjadi jika kamu terlalu sering menggunakan media sosial dan mengikuti kabar berita dari orang lain. Perlahan kamu akan membandingkan kehidupanmu dengan orang lain sehingga kamu mulai merasa rendah.

Kamu merasa tidak puas dengan kehidupan yang kamu miliki sekarang dan menganggap kehidupan orang lain lebih baik. Padahal apa yang kamu lihat di media sosial belum tentu sesuai dengan apa yang kamu pikirkan lho.

Borderline Personality Disorder (BPD)

Tersisihkan
Merasa Tersisihkan/ Foto: freepik.com

Jika kamu merasa tersisihkan oleh orang lain karena mungkin tidak diikutkan dalam postingan teman, mungkin kamu sedang mengalami gangguan ini. Kamu mulai merasa insecure dan kecewa karena berpikir orang lain sedang menyingkirkanmu. Padahal mungkin orang lain tidak bermaksud demikian, namun karena kamu sudah tenggelam oleh asumsi-mu sendiri, sehingga kamu secara perlahan mulai menyingkir dari orang lain.

Terobsesi Pada Like dan Komen

Like dan Komen
Terobsesi Mendapatkan Like dan Komen/ Foto: freepik.com

Jika kamu merasa kecewa jika mendapatkan like atau komentar yang sedikit di postinganmu, maka kemungkinan kamu mengalami social media anxiety disorder. Orang dengan gangguan ini biasanya tidak bisa lepas dari media sosial dan terobsesi mendapatkan like dan komentar yang banyak pada postingannya. Jika tidak, maka kamu akan merasa cemas dan negative thinking, menganggap banyak orang tidak suka dengan akun atau postinganmu.

Nah, itu tadi beberapa gangguan mental yang disebabkan oleh penggunaan media sosial yang berlebihan. Jika hal tersebut sedang terjadi padamu, maka mulailah untuk bijak menggunakan media sosial. Lebih baik alihkan waktu menggunakan media sosial untuk kegiatan yang lebih produktif.

(kik/kik)

Our Sister Site

mommyasia.id