sign up SIGN UP

Psikolog: Nggak Semua Masalah Psikologis yang Lagi Kamu Alami Itu, Termasuk Gangguan Mental

Fina Prichilia | Sabtu, 17 Jul 2021 21:15 WIB
Psikolog: Nggak Semua Masalah Psikologis yang Lagi Kamu Alami Itu, Termasuk Gangguan Mental
caption
Jakarta -

Frasa gangguan mental atau psikologis tengah jadi topik yang menarik dibicarakan saat ini. Sisi bagusnya, sudah banyak orang yang sadar kalau soal kesehatan itu, nggak cuma bicarakan fisik. Tapi juga pada mental atau jiwa.

Tapi sisi buruknya, tidak sedikit orang yang melakukan self diagnose, atau mendiagnosis diri sendiri terkena penyakit apa berdasarkan gejala-gejala yang dirasakan. Padahal, kamu baru dipastikan terkena penyakit tertentu, hanya bila ahli, dalam hal ini bisa dokter yang telah melakukan serangkaian tes.

Stres Selama Pandemi

Hormon kortisol akan meningkat ketika kamu sedang stres. Hal inilah yang merangsang produksi minyak sehingga wajah mudah berjerawat.Mengalami stres bukan berarti gangguan mental/ Foto: Freepik.com

Menurut Psikolog Klinis Inez Kristanti, kalau kamu merasa tertekan dan tidak baik-baik saja selama pandemi itu merupakan hal wajar. Bagaimana tidak, sudah satu tahun lebih kita hidup di situasi yang mengharuskan untuk berjaga-jaga, mengkhawatirkan, mencekam, lalu kondisi bekerja dari rumah yang bisa dibilang hampir tak ada pembeda waktu antara bekerja dan waktu beristirahat, dan sebagainya.

Nah Beauties, pernah nggak sih kamu dibilang misal sama orang rumah atau teman seperti 'Bisa WFH, enak ya, kayak liburan. Kan nggak ke mana-mana..' Padahal enggak sama sekali. Yang ada, justru rekan kerjamu di kantor bisa kirim e-mail atau chat soal pekerjaan di luar jam kerja. Urusan pekerjaan pun jadi terasa seperti 24 jam.

"WFH (Work from Home) kan itu dikiranya santai, tapi lama-lama kok rasanya bikin fatigue (kelelahan) gitu. Jadi mikir, hidup aku jadi berkualitas apa enggak? Ada juga tantangan sana sini, nah itu bisa membuat kita cemas, stres, bahkan ada yang depresif juga," katanya dalam diskusi virtual bersama Durex #BreakTime, pada Jumat (16/7).

Kiat Mengatasinya

Istirahat Setelah VaksinasiBeristirahat agar kamu tidak fatigue selama WFH/Foto : freepik.com/diana.grytsku

Menurut Inez, kita perlu mengenali dan memahami diri kita; apakah kita mengalami kelelahan. Selanjutnya adalah mengakui bahwa kita punya keterbatasan dan ingat, kita bukanlah superhero.

"Kita nggak bisa melakukan semuanya, nggak bisa kita kerja dari jam 7 pagi sampai jam 12 malam setiap hari, misalnya. Pahami bahwa tubuh butuh istirahat. Bila begitu (kelelahan), sebaiknya cari bantuan. Apakah diperlukan adanya pembagian beban kerja, dan sebagainya," katanya.

Selanjutnya, ia juga menyarankan trik sederhana agar kamu terhindar dari rasa stres berlebihan. "Cukup sederhana, coba memilah di dalam kondisi seperti ini, yakni hal-hal mana saja yang ada di dalam kontrol kita maupun sebaliknya,"

"Karena sepertinya banyak yang bikin stres itu lebih banyak ada di luar kendali kita. Seperti sampai kapan ya WFH? Kondisi kesehatan orang rumah, dan lain-lain. Nah, pahami bahwa kita hanya bisa mengontrol apa yang ada di bawah kendali kita."

Nggak Semua Masalah Psikologis = Gangguan

Istirahat Setelah VaksinasiBerolahraga bantu hilangkan perasaan negatif/Foto:Freepik.com/Ourteam

Inez mengingatkan, nggak semua masalah psikologis itu termasuk gangguan, Beauties. "Kalau disebut gangguan itu kalau sudah didiagnosa sama profesional," ujarnya.

Tetapi, bukan berarti kita abai saat kita merasa cemas maupun stres. Kenali mulai sekarang agar kamu dapat memastikan seperti apa penanganan yang sedang dialami. Kosultasikan dengan tenaga profesional bila aktivitas harianmu sudah sampai terganggu.

(fip/fip)

Our Sister Site

mommyasia.id