sign up SIGN UP

Apa Itu Self-Sabotage dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Marly Azwar | Minggu, 28 Mar 2021 15:30 WIB
Apa Itu Self-Sabotage dan Bagaimana Cara Mengatasinya?
caption

Self-sabotage atau menyabotase diri sendiri merupakan sebuah tindakan atau perilaku yang dilakukan secara sadar maupun tidak yang sudah mempengaruhi diri kamu sendiri secara negatif. Self-sabotage juga dapat mengacu pada perilaku atau pola pikir yang menahan dan mencegah kamu melakukan apa yang ingin kamu lakukan. 

Perilaku self-sabotage yang paling umum terlihat dapat meliputi procrastination, mengobati diri sendiri dengan obat-obatan atau alkohol, comfort eating, dan menyakiti diri sendiri. Selain itu, self-sabotage juga bisa berbentuk verbal seperti memberitahu atau meyakinkan diri sendiri dengan kata-kata yang kurang baik. Terkadang, masih banyak orang yang belum sadar bahwa sedang atau pernah melakukan self-sabotage terhadap diri sendiri.

Self-sabotage juga dapat muncul dalam sebuah hubungan. Mungkin kamu secara terus menerus berhubungan dengan tipe orang yang sama walaupun hubungan tersebut berakhir dalam keadaan yang kurang baik. Kamu juga mencoba agar semuanya berjalan dengan pasanganmu yang secara jelas memiliki tujuan yang berbeda di masa depan. Mungkin kamu juga mencoba untuk bertahan dalam sebuah hubungan yang tidak memiliki tujuan ke depannya atau tidak memiliki perkembangan. 

Hal-hal yang sebelumnya sudah disebutkan, terdapat beberapa latar belakang yang dapat menyebabkan kamu melakukan self-sabotage

Pola yang dipelajari di masa kecil

masa kecil mu dapat mempengaruhimu di masa depan.
childhood/unsplash.com

Pola yang ditetapkan dalam hubungan awal kamu sering kali berulang dalam hubungan yang kamu jalani sepanjang hidup. 

Dinamika hubungan di masa lalu

masa lalu merupakan pengalaman yang dapat mempengaruhimu.
past/freepik.com

Jika kamu tidak merasa didukung atau didengar saat kamu membutuhkan sesuatu dalam hubunganmu sebelumnya, ada kemungkinan kamu akan mengalami kesulitan untuk berkomunikasi secara efektif dalam hubungan kamu saat ini. 

Takut akan kegagalan

takut akan kegagalan dapat mempengaruhi mu.
failure/unsplash.com

Ingin menghindari kegagalan dapat membuatmu untuk menghindari mencoba. Jika kamu tidak mencoba, kamu tidak akan mengetahui apakah kamu akan gagal atau tidak. Sehingga, akal bawah sadar kamu mungkin memberimu alasan dan cara untuk menyabotase diri kamu sendiri. 

Kebutuhan untuk mengendalikan

hal ini juga mempengaruhimu.
take control/freepik.com

Perilaku self-sabotage juga dapat berkembang dari kebutuhanmu untuk mengendalikan situasi. Ketika kamu sudah memegang kendali, kamu mungkin akan merasa aman dan kuat. Apa yang kamu lakukan mungkin kurang baik untuk kesehatan emosional atau hubungan, namun dapat membantumu untuk tetap terkontrol ketika kamu merasa rentan.

Lalu, bagaimana cara untuk mengatasi self-sabotage?

Dilansir dari healthline, terdapat beberapa cara yang bisa kamu terapkan untuk mengatasi perilaku self-sabotage

Identify the behaviors

Tidak selalu mudah untuk memeriksa tindakanmu secara mendalam untuk mencatat pola self-sabotage. Jika kamu merasa nyaman untuk memeriksa perilakumu untuk mencari tahu polanya, itu akan membantu untuk melihat area kehidupan di mana segala sesuatunya terlihat selalu salah. 

Learn what sets you off

Setelah mengetahui bagaimana kamu self-sabotage, catatlah kapan kamu melakukan hal-hal ini. Apa yang membuat kamu merasa harus bertindak. 

Mungkin nada marah ketika suara pasanganmu berbicara mengingatkanmu saat dimarahi di masa kecil. Kamu selalu menutup diri, bahkan ketika kemarahan tidak ditujukkan kepadamu. 

Practice getting comfortable with failure

Merasa takut akan penolakan, kegagalan, dan rasa sakit emosional lainnya. Namun, ini akan menjadi masalah jika kamu sudah mengambil tindakan untuk melibatkan self-sabotage. Mungkin kamu ingin mencegah pengalaman yang tidak diinginkan, tapi kamu juga akan melewatkan hal-hal yang kamu inginkan, seperti hubungan yang kuat, teman dekat, atau peluang karir. 

Talk about it

Jika kamu sadar akan pola yang terus bermunculan dalam hubunganmu, cobalah untuk bicarakan hal ini dengan orang terdekatmu. Dengan berbicara melalui pola self-sabotage dengan lantang dapat mencegahmu untuk melakukannya. Ini juga dapat menjadi pembelajaran yang kuat ketika situasinya berjalan di jalur yang berbeda, bukan di jalur self-sabotage.

Identify what you really want

Self-sabotage dapat terjadi ketika kamu mencari jalan keluar. Perilaku ini membantumu untuk menyarankan sesuatu tentang situasi yang tidak berhasil untuk kamu. Jika kamu tidak merasa puas di tempat kerja karena tugas yang tidak menggunakan keahlian khusus apapun, kamu boleh mulai untuk menonton tayangan yang kamu sukai setiap kali merasa bosan. 

When to seek help

Tidak selalu mudah untuk mengenali dan menghentikan beberapa perilaku self-sabotage, terutama pola yang sudah diikuti selama bertahun-tahun. Jika upayamu mencoba berbagai perilaku dan respons tidak berhasil atau hanya sementara, terapi mungkin merupakan pilihan yang baik. Tidak perlu malu dalam membutuhkan dukungan profesional. 

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id