sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

Anak Memiliki Kebiasaan Berteriak dan Membentak? Berikut Penyebabnya!

Hani Arifah | Selasa, 04 May 2021 15:30 WIB
Anak Memiliki Kebiasaan Berteriak dan Membentak? Berikut Penyebabnya!
caption
Jakarta -

Seperti layaknya orang dewasa, anak-anak juga memiliki emosi negatif seperti kesal, marah, galak, atau jengkel. Emosi-emosi ini sangat normal karena anak-anak juga manusia. Hanya saja, mungkin anak-anak punya cara sendiri untuk meluapkannya.

Foto:pinterest/francesvidakovic
Ilustrasi anak yang sedang menangis

Biasanya anak-anak cenderung meluapkan emosi negatifnya dengan cara menangis. Namun, ada juga meluapkan emosi negatif mereka dengan cara berteriak, membentak, hingga mengamuk.  Hal ini bisa menjadi kebiasaan buruk jika tidak diatasi dengan baik. Ada beberapa faktor yang menyebabkan anak membentak, berteriak hingga mengamuk saat marah. Apa saja? Simak 5 hal di bawah ini!

Mood yang Buruk

Jangan salah, bukan hanya orang dewasa saja yang kadang mengalami mood swing, anak-anak juga bisa mengalami hal ini. Dikutip dari Alodokter, mood swing biasanya dialami anak-anak yang menginjak usia remaja atau pubertas. Ketika mood anak sedang buruk, mereka akan cenderung melampiaskannya dengan cara berteriak bahkan membentak.

Untuk itu, ketika anak sedang dalam suasana hati yang buruk, orang tua sebaiknya menemani dan memahami perasaan si anak. 

Pengaruh Orang Tua

Seperti yang kita tahu, anak-anak memiliki kemampuan meniru yang baik. Jika orang tua terbiasa berbicara keras dan membentak dalam rumah, cepat atau lambat anak akan menyerap kebiasaan tersebut. Alhasil, anak akan melakukan hal yang sama pada momen-momen tertentu.

Pengaruh Orang-orang Sekitar

Selain orang tua, orang-orang sekitar seperti tetangga, teman sekolah, atau teman bermain juga turut berpengaruh dengan sikap anak sehari-hari. Lingkungan yang keras akan membuat anak memiliki sikap yang keras pula. Maka, tugas kita sebagai orang tua adalah memberi bekal kepada anak sikap-sikap yang baik.

Terbiasa Dikekang dan Dipaksa

Anak-anak sejatinya butuh kebebasan dalam melakukan hal-hal baru. Anak yang terbiasa dikekang dan dipaksa akan memiliki sikap pemberontak dan tidak terima dalam dirinya. Dikutip dari Halodoc, pola asuh seperti ini bisa menyebabkan anak menjadi agresif. Alhasil, tak jarak anak-anak seperti ini terbiasa membentak dan berteriak untuk mengekspresikan sikap tidak terimanya itu.

Pengaruh Tontonan Anak

Tontonan anak juga berpengaruh terhadap sikap anak sehari-hari. Tontonan yang baik cepat atau lambat dapat mempengaruhi sikap anak sehari-hari. Begitu juga dengan tontonan yang buruk dan cenderung kasar, anak juga akan dengan mudah meniru hal-hal tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari itu, sebagai orang tua, bijaklah dalam memberi tontonan pada anak.

(mel/mel)

Our Sister Site

mommyasia.id