sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

Hamil di Usia 50an? Ini yang Harus Kamu Tahu!

Rumaysha Milhania | Jumat, 26 Jun 2020 22:00 WIB
Hamil di Usia 50an? Ini yang Harus Kamu Tahu!
caption
Jakarta -

Saat ini, kehamilan di atas usia 35 tahun memang sudah menjadi hal yang lebih umum dan banyak dipilih oleh para pasangan. Pasalnya, di usia itu seorang wanita sudah berada dalam kondisi yang lebih matang secara mental dan finansial. Namun, bagaimana dengan kehamilan di usia lebih dari 50 tahun? Apakah itu aman dan apa saja risiko yang harus dihadapi para wanita?

Kehamilan di usia 50-an memungkinkan orangtua untuk mematangkan diri terlebih dahulu.
Hamil/ Sumber: Pexels.com

Kelebihan Hamil di Usia 50an

Sementara orang secara umum memiliki anak saat sedang berusia 20-an dan 30-an, banyak yang merasa bahwa kehamilan di usia 50an lebih memberikan banyak manfaat. Sebagian pasangan mungkin ingin melakukan traveling sebelum akhirnya memutuskan untuk menetap dan membesarkan anak di satu tempat. Ada pula yang memilih untuk berkarir dan bersekolah terlebih dahulu. Satu hal yang pasti, pasangan yang memutuskan untuk hamil di usia yang lebih lanjut akan lebih siap karena mereka cenderung sudah menyelesaikan keinginannya terlebih dahulu. Dengan begitu, mereka tak akan lagi merasa waktunya untuk diri sendiri tersita karena harus mengurus anak.

Selain itu, pasangan yang sudah memasuki usia 40-an dan 50-an akan lebih cenderung memiliki stabilitas dan fleksibilitas keuangan yang dapat membuatnya anak-anak lebih aman dari segi finansial. Orangtua ini juga akan memiliki lebih banyak pengalaman hidup karena sudah menjalani dan banyak mengamati hal-hal menarik tentang kehidupan di sepanjang hidupnya.


Wanita yang hamil di usia lebih tua berisiko tinggi mengalami preeklampsia.
Wanita hamil/ Sumber: Pexels.com

Risiko Hamil di Usia 50-an

Meskipun memiliki banyak kelebihan dari segi parenting, memiliki bayi di usia yang lebih tua juga dapat memberikan banyak risiko secara kesehatan di mana kehamilan di usia lebih tua lebih berisiko tinggi. 

Nah, beberapa risiko yang harus diantisipasi para calon ibu saat hamil di usia 50-an antara lain:

  • risiko tinggi preeklampsia (kondisi tekanan darah tinggi yang berkembang selama kehamilan yang dapat berisiko tinggi)
  • kemungkinan diabetes gestasional
  • kecenderungan kehamilan ektopik (kondisi di mana sel telur yang dibuahi menempel di luar rahim)
  • berisiko lebih tinggi hingga membutuhkan sesar
  • keguguran
Dokter menggunakan stetoskop saat memeriksa pasien.
Stetoskop/ Sumber: Pexels.com

Jadi, jika kamu ingin menjalani kehamilan di usia 50-an, pastikan untuk selalu memeriksakan diri ke dokter untuk terus memantau kondisi kesehatan janin dan ibu.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id