sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

Jangan Sepelekan, Ini Pentingnya Menjaga Privasi Anak

Rumaysha Milhania | Selasa, 17 Nov 2020 20:15 WIB
Jangan Sepelekan, Ini Pentingnya Menjaga Privasi Anak
caption
Jakarta -

Menjadi orang tua lebih dari sekadar mengajari anak tentang mana yang benar dan mana yang salah, baik atau buruk, atau tentang kesehatan dan kebugaran tubuh. Ini juga tentang "rasa hormat".

Ini bukan berarti kamu harus menjadi orangtua yang menuntut untuk dihormati oleh anak, melainkan dengan membiasakan anak untuk menghargai, menghormati, dan menjaga perasaan orang lain.

Satu-satunya cara untuk mendapatkan hal ini adalah dengan menjaga menghormati dan menghargai mereka sebagai seorang individu. Dengan begitu, mereka akan lebih terbuka dan menghormatimu sebagaimana mereka benar-benar menghargaimu dari hatinya.

Menjadi orang tua lebih dari sekadar mengajari anak tentang mana yang benar dan mana yang salah, baik atau buruk, atau tentang kesehatan dan kebugaran tubuh.
Mendidik Anak/ Sumber: Freepik.com


Ketika anak-anak menginjak masa remaja, mereka akan mulai berpisah dari orang tua mereka sebagai bagian alami dari pertumbuhan. Ironisnya, ini juga saat ketika orang tua mulai mengkhawatirkan keselamatan putra atau putri mereka saat mereka menjelajah lebih jauh ke dunia seorang diri.

Tidak bisa dipungkiri, ini adalah waktu yang cukup sulit bagi kebanyakan orang tua. Masa ini merupakan waktu perubahan dan pengujian bagi orangtua dan anak. Hasilnya akan berpengaruh pada hubungan anak dan orangtua di masa depan dan pembentukan karakter anak itu sendiri.

Di satu sisi sebagai orangtua tentu kamu akan merasa frustrasi karena anak kamu tidak sedekat dulu, dan di sisi lain kamu terus mendorong dan mendukung mereka untuk mengetahui lebih banyak tentang apa yang terjadi dalam hidup mereka. 

Menyeimbangkan keinginan kamu untuk mengetahui semua detail dengan hak privasi anak-anak dan rasa hormat yang kamu berikan untuk menghargai batasan itu adalah hal yang sangat sulit untuk dicapai.
Tips Parenting/ Sumber: Freepik.com

Menyeimbangkan keinginan kamu untuk mengetahui semua detail dengan hak privasi anak-anak dan rasa hormat yang kamu berikan untuk menghargai batasan itu adalah hal yang sangat sulit untuk dicapai.

Namun, ini adalah tindakan penyeimbangan yang sepadan dengan usaha, terutama bagi kamu yang ingin menjadi orang tua terbaik.

Langkah pertama adalah dengan melakukan yang terbaik untuk tidak menjadi orang tua yang usil. Jangan mencari-cari informasi dengan membongkar barang-barang anakmu ketika ia tumbuh remaja.

Jangan pernah mencoba mendengarkan percakapan saat ia sedang berbicara di telefon, dan jangan sekali-kali membuka ponsel mereka. Kamu juga bisa menjaga sikap saat ia sedang bersama teman-temannya. Perlakukan mereka sebagaimana kamu memperlakukan orang yang kamu percaya.

Sebaliknya, jika kamu menjadi terlalu posesif dan berusaha mencari tahu, anak akan menjadi tidak nyaman dan semakin menjauh untuk menutup diri lebih dalam. Ini adalah kebalikan dari hasil yang diinginkan kita sebagai orangtua di mana keterbukaan dan kedekatan antara anak dan orangtua terbentuk atas dasar kepercayaan.

Pertimbangkan dengan sungguh-sungguh apa arti privasi dalam hidup kamu sendiri. Pikirkan tentang bagaimana kamu ingin dihormati sebagai orang dewasa saat ini dan bagaimana kamu berharap orang tuamu dulu memperlakukan kamu ketika kamu masih kecil.

Sebaliknya, jika kamu menjadi terlalu posesif dan berusaha mencari tahu, anak akan menjadi tidak nyaman dan semakin menjauh untuk menutup diri lebih dalam.
Parenting/ Sumber: Freepik.com

Apa Pentingnya Privasi Bagi Anak?

Privasi anak digambarkan sebagai “ruang psikologis dan fisik”. Mereka ingin melakukan percakapan pribadi dengan teman-temannya yang tidak didengar oleh orang tua mereka. Mereka ingin bisa pergi sendiri dan memikirkan apa yang mereka inginkan.

Mereka menginginkan sebuah ruangan sendiri, tidak peduli apakah itu rapi atau berantakan. Mereka ingin menulis jurnal pribadi tanpa takut orang tua mereka menyelinap masuk dan membacanya.

Tentu saja, sebagai orang tua kita harus berhati-hati dan waspada, tetapi kita juga harus menggunakan akal sehat, dan memberi mereka ruang untuk tumbuh. Bukankah akan lebih baik jika kita memberikan ruang dan kepercayaan pada anak agar ia juga melakukan hal yang serupa pada kita sebagai orangtua?

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id