sign up SIGN UP

Mengenal Penyakit Progeria, Salah Satu Kelainan yang Membuat Anak-anak Terlihat Tua Sebelum Waktunya

kotakisti | Kamis, 19 Aug 2021 07:15 WIB
Mengenal Penyakit Progeria, Salah Satu Kelainan yang Membuat Anak-anak Terlihat Tua Sebelum Waktunya
caption

Penuaan dini merupakan istilah ‘anti’ bagi orang dewasa, khususnya para perempuan. Tidak heran jika banyak brand kosmetik yang menawarkan skincare dengan kandungan untuk mengurangi penuaan sedini mungkin.

Namun, tahukah Beauties jika penuaan dini tidak hanya dapat muncul pada orang dewasa? Tapi, juga bisa terjadi pada anak-anak.

Dilansir dari Detik Health, kelainan ini disebut sebagai penyakit progeria. Seperti apa penyakit genetik satu ini? Apa saja tandanya? Berikut ulasan selengkapnya di bawah ini, Beauties!

Apa Itu Progeria?

Claudia Amaral, pengidap progeria / Foto : instagram.com/claudiiaamarall
Claudia Amaral, pengidap progeria / Foto : instagram.com/claudiiaamarall

Progeria merupakan kelainan genetik dengan gejala mengalami penuaan sebelum waktunya. Progeria terdiri dari dua jenis yaitu sindrom Hutchinson-Gilford (HGPS) dan Werner. 

Untuk sindrom Hutchinson-Gilford terjadi pada masa anak-anak. Sedangkan sindrom werner, terjadi pada masa dewasa. Khusus untuk Hutchinson-Gilford, tanda penuaan mulai terjadi pada 12 bulan setelah kelahirannya.

Penyebab Penyakit Progeria

Pengidap progeria di dunia / Foto : instagram.com/amber.vandeweert/
Pengidap progeria di dunia / Foto : instagram.com/amber.vandeweert/

Dikutip dari Detik Health yang melansir dari Progeria Research, HGPS disebabkan karena adanya mutasi gen yang disebut LMNA, yang memproduksi protein Lamin A, yang dapat mengganggu stabilitas inti sel (nukleus) dalam tubuh. Pun demikian, hasil tersebut masih belum menjadi kesimpulan penyebab progeria sebenarnya. 

Pengidap progeria sendiri memiliki harapan hidup sekitar 13 tahun, beberapa yang meninggal lebih muda. Namun, ada juga beberapa kasus yang bertahan hingga lebih dari 20 tahun. Sebagian besar penyebab kematian pengidap progeria mengalami masalah jantung atau stroke.

Gejala Anak Idap Progeria

Gejala Progeria / Foto : instagram.com/theantropus
Gejala Progeria / Foto : instagram.com/theantropus

Progeria sendiri tidak dapat terdeteksi saat masih bayi maupun dalam kandungan. Justru, tandanya muncul setelah anak berusia 12 bulan. Penuaan terjadi dengan kecepatan 4-7 kali lipat dari penuaan normal. Ilustrasinya, seorang progeria berusia 10 tahun akan nampak berusia 40-70 tahun, termasuk fungsi organ pernafasan, jantung, dan sendi.

Tanda progeria meliputi, lambatnya pertumbuhan hingga di bawah rata-rata, mengalami kerontokan rambut (termasuk bulu mata dan alis), kulit menua, kepala terlalu besar untuk wajah, mata menonjol, rahang bawah kecil, lemah tubuh dan otot menghilang, sendi kaku, hingga suara bernada tinggi. 

Kasus Progeria di Indonesia

Sosok pengidap penyakit progeria / Foto : instagram.com/michielvandeweert
Sosok pengidap penyakit progeria / Foto : instagram.com/michielvandeweert

Kelainan genetik ini terbilang langka di dunia. Kemungkinan kasus ini hanya terjadi pada 1 orang dari 4 hingga 8 juta anak-anak di dunia.  Di Indonesia sendiri, ada satu sosok anak yang mengidap progeria. Adalah Wiradianty yang akrab dipanggil Ranti. Kini Ranti telah beristirahat dengan tenang setelah melawan penyakit langka tersebut. 

Hingga saat ini, kasus ini masih didalami oleh para ahli, namun belum ada obat atau perawatan yang menjamin kesembuhan penyakit.

(ria/ria)

Our Sister Site

mommyasia.id