sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

Mengenal Tokophobia, Fobia Takut Hamil dan Melahirkan pada Wanita

Sylvia Yuliasar | Selasa, 05 Jan 2021 15:30 WIB
Mengenal Tokophobia, Fobia Takut Hamil dan Melahirkan pada Wanita
caption

Hamil dan melahirkan merupakan pengalaman yang tak mudah sehingga mendebarkan bagi sebagian besar kaum wanita. Rasa takut untuk hamil dan melahirkan sebenarnya adalah hal yang wajar, namun ketakutan ini harus dilawan agar hilang dengan sendirinya.

Istilah tokophobia masih terasa asing di telinga sebagian besar masyarakat. Tokophobia merupakan rasa takut yang dirasakan berlebihan dan menganggap kehamilan dan melahirkan sebagai sesuatu yang sangat menakutkan dan berbahaya bagi dirinya.

Tokophobia dapat terjadi pada wanita yang belum pernah hamil ataupun pada wanita yang mengalami trauma semasa kehamilan atau persalinan sebelumnya. Rasa takut hamil dan takut melahirkan yang sangat kuat ini akan mengakibatkan wanita tidak ingin hamil.

Tokophobia terbagi menjadi dua jenis, yaitu tokophobia primer dan tokophobia sekunder. Berikut penjelasannya:

Tokophobia Primer

Tokophobia Primer terjadi pada orang yang belum pernah hamil dan melahirkan
Tokophobia Primer / unsplash.com (boram kim)

Rasa takut yang tidak wajar ini terjadi pada wanita yang belum pernah hamil atau melahirkan. Selain itu,dapat terjadi pada wanita yang mengalami pengalaman buruk di masa lalu, misalnya pelecehan seksual, pemerkosaan, dan melihat proses persalinan yang mengalami penyulit atau pendarahan. Fobia ini dapat muncul saat remaja hingga dialami oleh wanita dewasa yang telah menikah.

Ketika melihat orang hamil atau melahirkan atau sekadar memikirkannya, penderita tokophobia dapat mengalami cemas dan gelisah berlebihan, dada berbedar-debar, mimpi buruk, bahkan depresi. Ia akan cenderung menghindari topik pembicaraan yang berhubungan dengan kehamilan dan proses melahirkan.

Tidak sedikit wanita yang menderita tokophobia memutuskan untuk tidak hamil walaupun ia ingin memiliki momongan karena sulit mengendalikan perasaan takutnya.

Tokophobia Sekunder

Tokophobia Sukender muncul karena pengalaman melahirkan yang buruk
Tokophobia Sukender / pexels.com (Kat Jayne)

Fobia terhadap kehamilan atau persalinan yang dialami oleh wanita yang sudah pernah melahirkan dikenal dengan istilah tokophobia sekunder. Rasa takut ini biasanya muncul akibat pengalaman melahirkan yang buruk, seperti keguguran atau bayi meninggal.

Terkadang, gejala post-traumatic stress disorder (PTSD) dapat dialami setelah melahirkan. Tak jarang pula tokophobia dianggap sebagai kondisi depresi setelah melahirkan karena gejalanya mirip.

Sebagian penderita tokophobia akan menggunakan segala cara untuk tidak hamil dan melahirkan. Ia akan membatasi hubungan seksual hingga melakukan aborsi jika dinyatakan hamil. Jika terlanjur hamil dan ingin mempertahankannya, ia mungkin akan lebih memilih melahirkan dengan cara operasi.

Tokophobia tidak segera ditangani dapat megalami masalah dalam hubungan seksual dengan pasangan, terlebih jika pasangannya ingin memiliki anak. Selain itu, wanita yang menderita tokophobia sangat rentan mengalami depresi saat hamil dan pasca-melahirkan.

Jika kamu mengalami tokophobia dapat berkonsultasi dengan dokter kandungan. Jika diperlukan, dokter akan merujuk ke psikiater atau psikolog. Namun, sebelum melakukan hal tersebut, kamu dapat melakukan beberapa upaya antara lain:

Curhat Pada Orang yang Dipercaya

Curhat pada orang yang dipecaya adalah salah satu upaya mengatasi tokophobia
Curhat pada orang yang dipecaya / unsplash.com (Christina wocintechchat)

Hal ini dapat dilakukan agar tokophobia tidak semakin parah. Langkah awal ini dapat kamu coba dengan berbagi cerita pada orang-orang yang dipercaya, misalnya pasangan, keluarga, atau sahabat. Ungkapkan apa yang kamu rasakan. Dengan dukungan moral dari orang lain, perasaan takut hamil dan kecemasan yang muncul akibat tokophobia terasa lebih ringan.

Ikuti Kelas kehamilan

Kelas kehamilan dapat membantu mengatasi tokophobia
Ikuti kelas kehamilan / unsplash.com (The Climate Reality Project)

Cobalah untuk mengikuti kelas kehamilan. Kamu akan dibimbing dengan ilmu kehamilan dan persalinan yang membuat kamu semakin matang dan kuat menghadapinya. Kamu akan mendapatkan informasi yang akurat tentang apa yang terjadi selama masa kehamilan dan apa yang dapat lakukan untuk mengatasi nyeri persalinan. Hal tersebut akan membuat perasaan lebih tenang.

Konsultasi ke Psikoterapi

Konsultasi dengan psikoterapis adalah upaya untuk mengatasi tokophobia
Konsultasi dengan psikoterapis / pexels.com (cottonbro)

Psikiater atau psikolog akan melakukan pemeriksaan kejiwaan terlebih dahulu. Setelah itu, kamu akan menjalani konseling dan psikoterapi dengan psikiater atau psikolog.

Terapi ini akan sangat membantu kamu untuk menghadapi ketakutan. Jika kamu serius dan yakin dalam menjalani konseling ini maka rasa takut yang kamu alami dapat teratasi dengan baik.

Fobia hamil dan melahirkan ini dapat diatasi dengan cara yang tepat. Namun, penanganannya membutuhkan waktu dan kesabaran. Dukungan dari pasangan dan orang-orang terdekat sangat dibutuhkan.

Jika kamu mengalaminya, tidak perlu merasa sungkan atau malu berkonsultasi ke psikiater atau dokter kandungan. Psikiater mungkin akan meresepkan obat-obatan jika diperlukan, seperti obat penenang atau antidepresan yang biasanya diberikan dalam jangka pendek dengan pemantauan dokter.

(kik/kik)

Our Sister Site

mommyasia.id