sign up SIGN UP

SKINCARE

Asal Usul Milia, Si Bintik Kecil Putih yang Mengganggu Penampilan

Nisrina Salsabila | Selasa, 06 Apr 2021 19:00 WIB
Asal Usul Milia, Si Bintik Kecil Putih yang Mengganggu Penampilan
Bintik-bintik kecil milia di bawah mata/ Foto: Pinterest.com/salud180

Punya bintik-bintik kecil berwarna putih atau kuning yang timbul di bawah mata? Bisa jadi itu adalah milia. Walau bentuknya seperti beruntusan dengan warna yang senada dengan kulit atau keputihan, milia tumbuh berasal dari sel kulit mati maupun keratin (protein kulit) yang terperangkap di bawah permukaan kulit. Bintik ini bisa tumbuh di area-area wajah seperti dahi, kelopak mata, hidung, pipi, dan dagu.

Biasanya, milia umum ditemukan pada bayi yang baru lahir. Selain akibat terjebaknya keratin di bawah kulit, kemunculan milia pada orang dewasa juga bisa dipicu oleh faktor paparan sinar matahari, produk skincare/makeup yang berpotensi menyumbat pori-pori, luka bakar atau penggunaan krim kortikosteroid dalam jangka panjang.

Milia
Milia timbul karena sumbatan keratin di bawah kulit/Foto: Pinterest.com/casualkaren

Milia tidaklah berbahaya dan bisa hilang sendiri meski keberadaannya bisa bertahan sampai berbulan-bulan bahkan lebih lama lagi. Di sisi lain, terkadang mila juga dianggap dapat mengganggu penampilan, khususnya saat sedang pakai makeup karena milia membuat tekstur kulit tidak halus dan tampak menonjol.

Bagaimana Cara Atasi Milia?

Peraturan pertama: Jangan pernah memencet milia. Pasalnya, tindakan itu malah membuat kulit iritasi hingga menyebabkan bekas luka di wajah. Pada sebagian besar kasus, milia tidak bisa dicegah. Namun begitu, ada cara-cara aman untuk mencegah dan mengatasi milia, apalagi jika keberadaannya sudah benar-benar mengganggu penampilan kamu.

1. Gunakan Produk Skincare Berbahan Ringan

Milia
Somethinc Ceramic Skin Saviour yang bertekstur gel dan non-komedogenik/Foto: Instagram.com/somethincofficial

Pemakaian produk kosmetik dan perawatan kulit yang berat dan bersifat komedogenik, khususnya pada area kelopak mata yang sangat tipis, berpotensi menimbulkan milia. Makanya, gunakan produk kosmetik dan skincare yang berformula non-komedogenik dengan tekstur ringan seperti gel atau losion.

2. Lakukan Deep Cleansing

Milia
Deep cleansing dengan clay mask dan masker timun/Pinterest.com/dannielabueno

Melakukan skincare routine yang tepat sanggup meminimalisir penampakan milia. Bersihkanlah wajah secara rutin dengan pembersih berformula lembut dan bebas paraben. Lanjutkan dengan menguap wajah menggunakan air hangat atau manfaatkan clay mask guna membuka pori-pori dari kulit mati yang terperangkap. Kamu pun mesti melakukan chemical exfoliating dengan AHA/BHA setiap 1-3 kali seminggu.

3. Kandungan Retinoid untuk Atasi Milia

Milia
Serum dan moisturizer yang mengandung retinoid/Foto: Instagram.com/truetoskinofficial/forskinssake

Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa retinoid dapat mempercepat proses pergantian sel-sel kulit mati, sehingga mampu mengurangi milia di wajah. Oleh karena itu, aplikasikanlah serum atau moisturizer dengan kandungan retinoid, ataupun bakuchiol untuk versi yang less irritant. Perlu diingat, ya, penggunaan retinoid harus selalu dibarengi dengan pemakaian sunscreen SPF 30 atau lebih di siang hari untuk melindungi kulitmu dari iritasi karena sinar matahari.

4. Konsultasikan ke Dokter Kulit

Milia
Treatment dermabrasi untuk milia/Foto: Freepik

Bila kamu menginginkan hasil yang lebih optimal, kunjungilah ahli dermatologi untuk melakukan treatment seperti dermabrasi, deroofing, maupun laser.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id