sign up SIGN UP

Kontroversi Sunscreen Purito, Benarkah Tidak Sesuai Klaim?

Budi Rahmah Panjaitan | Rabu, 09 Dec 2020 14:15 WIB
Kontroversi Sunscreen Purito, Benarkah Tidak Sesuai Klaim?
caption

Baru-baru ini, para beauty enthusiats cukup dibuat shock dengan kabar berbalut kontroversi dari sebuah brand asal Korea, yaitu Purito. Adapun kabar kontroversi yang dimaksud adalah soal keabsahan nilai UV Filter pada produk sunscreen bernama Purito Centella Green Level Unscented Sun SPF 50+/pa++++.

Jelas saja hal ini mendatangkan banyak tanda tanya, terlebih lagi, produk satu ini memang banyak digandrungi bahkan telah dipasarkan hingga Eropa. Lantas, apa yang sebenarnya terjadi?

Awal Mula Kontroversi

Sunscreen Purito dikhawatirkan tidak memiliki nilaian SPF sebesar klaim/instagram.com/incidecodercom
Sunscreen Purito/instagram.com/incidecodercom

Berbicara soal kontroversi, tentu ada awal mulanya. Demikian halnya dengan kasus sunscreen Purito ini. Dikutip dari Femaledaily, semua bermula ketika sebuah platform bernama incidecoder.com merasa bingung soal konsentrasi UV filter yang begitu rendah di dalam produk sunscreen Purito.

For your information, incidecoder sendiri memang sudah dikenal sebagai platform yang menyediakan informasi lengkap soal ingredients produk-produk skincare sehingga siapa saja bisa melakukan akses untuk mengecek kandungan skincare yang mereka pakai.

Usut punya usut, kebingungan yang terjadi berubah jadi kecurigaan karena Judit sang pelopor incidecoder yang juga merupakan seorang cosmetic formulators menganggap bahwa bagaimana mungkin konsentrasi UV filter serendah itu dapat menghasilkan coverage hingga SPF 50 dan PA ++++. Meski demikian, tidak sedikit pula yang berpendapat bahwa nilai coverage suatu sunscreen tidak hanya dilihat dari persentase UV filter saja, melainkan ada beberapa aspek lainnya.

Hasil Beberapa Uji Lab

Sunscreen Purito berdasarkan uji lab memiliki nilai SPF berbeda dengan klaim/youtube.com/Cassandra Bankson
Sunscreen Purito/youtube.com/Cassandra Bankson

Tidak ingin hanya menaruh curiga yang tidak ada ujungnya, Judit pun melakukan pengecekan ke kalkulator BASF dan memasukkan angka yang tertera pada produk sunscreen Purito. Perlu diketahui bahwa kalkulator tersebut bisa memberitahu perkiraan kasar tentang coverage yang bisa dihasilkan UV filter. Nyatanya, hasil menunjukkan SPF di angka 10.3.

Tidak sampai di situ, Judit kembali menanyakan hal yang masih mengganjal di hatinya tersebut kepada perumus tabir surya yang ahli di bidangnya soal konsentrasi UV filter tersebut. Jawaban yang diberikan pun masih related dengan hasil sebelumnya, dimana ahli tersebut menilai bahwa nilai persentase UV filter demikian sangat diragukan bisa menghasilkan SPF maun PA sebesar klaim pada produk.

Setelah mendengar pendapat tersebut, Judit pun mengambil tindakan lanjutan dengan mengirim sampel produk sunscreen Purito ke laboratorium Eropa. Opsi paling cepat dan hemat biaya yang bisa dilakukan saat itu adalah uji in vitro dan Ita-Test di laboratorium Polandia. Hasil uji lab menunjukkan bahwa kandungan SPF di dalam produk hanya 15.8.

Mengingat bahwa pengujian in vitro ini masih estimasi dan bukan pengukuran yang diperlukan untuk meletakkan nilai SPF, maka pengujian dilanjutkan secara in vivo dengan standar ISO 24444. Adapun hasil yang didapat dari pengujian in vivo tersebut adalah SPF yang terkandung dalam sunscreen Purito bernilai 19.

Melakukan Uji Lab Independen

Sunscreen Purito diuji secara independen dan hasilnya tetap berbeda dengan klaim nilai SPF produk/youtube.com/Cassandra Bankson
Sunscreen Purito/youtube.com/Cassandra Bankson

Dari beberapa hasil uji lab yang dilakukan, Judit merasa semakin skeptis soal pengukuran SPF pada produk sunscreen Purito. Ia kemudian melakukan pengukuran yang sepenuhnya independen di laboratorium lain dan di negara lain. Adapun laboratorium tujuannya kali ini adalah proDerm di Jerman dengan biaya uji lab 5 kali lipat dari yang sebelumnya. pengujian yang dilakukan di proDerm ini merupakan in-vivo skrining yang menghadirkan 5 orang untuk sampel pengujian.

Adapun hasil lab yang didapat menunjukkan bahwa SPF yang terkandung sebesar 19.2. Jika dilihat dari segi angka, memang tidak jauh berbeda dari yang sebelumnya. Atas hasil tersebut, Judit menyarankan kepada para pengguna produk supaya meningkatkan kekhawatiran dan rasa ingin tahu soal kebenarannya. Akan sangat baik lagi jika mau melakukan uji ke laboratorium.

Tanggapan dan Tindak Lanjut Purito

Sunscreen Purito sudah diklarifikasi resmi oleh pihak brand/instagram.com/purito_official
Sunscreen Purito/instagram.com/purito_official

Kontroversi produk sunscreen yang kian merebak tidak membuat Purito tinggal diam. Melalui akun media sosial resmi instagram @purito_official, pihak brand mengungkapkan permintaan maaf atas keterlambatan respon/klarifikasi soal kabar yang sudah santer beredar.

Meski demikian, Purito juga tidak membantah hal yang dituduhkan. Hanya saja Purito memberi penjelasan bahwa produk sunscreen yang mereka produksi sejatinya sudah dipercayakan pada pihak manufacture yang selama ini dianggap sangat terpercaya untuk memberikan nilaian terhadap besaran SPF dan PA yang ada pada produk.

Bahkan, sunscreen yang dimaksud juga sudah lolos uji KFDA dan sah secara hukum.  Meski demikian, menjawab segala keresahan yang ada, Purito memutuskan untuk melakukan penelitian dan pengujian soal kebenaran nilai SPF dan PA yang selama ini diklaim pada produk. Untuk sementara waktu, beberapa produk sunscreen Purito yang terdiri dari Purito Centella Green Level Safe Sun, Purito Centella Green Level Unscented Sun dan Purito Comfy Water Sun Block distop penjualannya hingga hasil uji lab keluar.

Cara Tepat Menanggapi Kontroversi Sunscreen Purito

Sunscreen Purito bisa dihentikan dulu pemakaiannya hingga hasil uji lab keluar/youtube.com/Cassandra Bankson
Sunscreen Purito/youtube.com/Cassandra Bankson

Beralih dari kontroversi yang belum menemui jawaban pasti, lantas, apa yang harus dilakukan jika menjadi salah satu pengguna sunscreen yang bersangkutan?

Ya, ada beberapa tindakan yang bisa kamu lakukan. Pertama, menyetop penggunaannya. Kedua, tetap mengaplikasikan karena sejatinya tidak ada kandungan berbahaya yang perlu dikhawatirkan, hanya saja nilai SPF nya yang disinyalir lebih rendah dari yang diklaim selama ini.

Untuk itu, agar lebih aman, kamu bisa memberi anggapan bahwa SPF produk tersebut sekitar 19. Jadi, untuk kegiatan yang tidak begitu terpapar matahari terik dan jangkanya yang tidak panjang, kamu tetap bisa menggunakannya. Selain itu, satu hal yang tidak kalah penting adalah secara berkala, silakan re-apply sunscreen pada wajah untuk memastikan perlindungannya tetap ada.

(kik/kik)

Our Sister Site

mommyasia.id