sign up SIGN UP

Mengapa Sinar UVA dan UVB Membawa Dampak Buruk Buat Kulit?

Nisrina Salsabila | Rabu, 30 Jun 2021 15:30 WIB
Mengapa Sinar UVA dan UVB Membawa Dampak Buruk Buat Kulit?
caption

Tanpa perlindungan kulit, kulit kita amat berisiko terpapar sinar UVA dan UVB dari matahari. Oleh karena itu, penggunaan sunblock wajah wajib banget diaplikasikan pada pagi dan siang hari. Belum lagi, Indonesia termasuk ke dalam negara dengan Indeks UV yang cukup tinggi, terutama pada pukul 10.00-16.00. Wah, berisiko banget, kan, kalau kamu sampai skip sunscreen!

Kulit membutuhkan perlindungan SPF dengan dukungan PA dari paparan sinar UVA dan UVB. Nah, itulah sebabnya kamu akan menemukan angka SPF dan PA+ pada label kemasan tabir surya. Namun, apa sebenarnya kaitan SPF dan PA dengan sinar UV? Cari tahu lebih lanjut dalam artikel ini.

Apa Itu UVA?

sunscreen
Dampak UVA pada kulit/Foto: Pinterest.com/shannonfeetham

Sinar UV A (Ultra Violet A) memiliki gelombang panjang dengan tingkat energi rendah. Sehingga, jangkauan sinar UVA mampu menembus awan, kaca jendela, bahkan hingga menyerap ke lapisan dalam kulit (dermis). Bila kulitmu terpapar sinar UVA matahari terlalu lama, maka akan berdampak pada munculnya tanda penuaan pada kulit serta warna kulit tidak merata. Bahkan, efek paling bahaya bisa menyebabkan kanker kulit, loh!

Protection Grade of UVA atau PA merupakan tingkat perlindungan terhadap sinar UVA. Semakin banyak tanda plus (+), berarti semakin tinggi tingkat proteksinya. Di Indonesia, tabir surya dengan PA+++ mampu memberi perlindungan tinggi pada kulit.

Apa Itu UVB?

sunscreen
Dampak UVB pada kulit/Foto: Pinterest.com/shannonfeetham

Sinar Ultra Violet B ialah gelombang pendek dengan tingkat energi yang lebih tinggi. Sementara itu, ada pula radiasi sinar UVC sebagai sinar yang paling merusak. But thanks to ozone layer, berkatnya sinar UVC dapat dicegah masuk ke bumi.

Jangkauan sinar UVB tidak dapat menembus kaca dan hanya mencapai lapisan epidermis. Meski begitu, sinar ini membawa dampak buruk berupa kulit terasa terbakar dan kemerahan (sunburn) dan membuat kulit tampak gelap.

suncreen
Gambaran kulit yang terlindung sunscreen/Foto: Pinterest.com/skinincmag

Untuk melindungi kulit dari sinar UVB, kamu butuh tabir surya dengan kandungan Sun Protection Factor (SPF) yang dapat memantulkan radiasi sinar UVB dari kulit. Angka SPF 15, 30 atau 50 pada tabir surya menunjukkan bahwa, 1 SPF mampu melindungi sunburn pada kulit selama 1 menit. Nah, kira-kira begini perbandingan beberapa angka SPF:

  • SPF 15 mampu melindungi kulit hingga 150 menit
  • SPF 30 mampu melindungi kulit hingga 300 menit
  • SPF 50 mampu melindungi kulit hingga 500 menit atau 8 jam

Itu artinya, semakin besar angka SPF pada tabir surya, maka semakin kuat kemampuannya untuk melindungi kulit dari sinar UVB. Namun begitu, para dermatologis tetap menyarankan agar selalu re-apply sunscreen tiap 2-4 jam sekali demi perlindungan optimal.

Apa Rekomendasi Sunscreen yang Bagus?

sunscreen
Sunscreen untuk kulit remaja dan kulit sensitif/Foto: Pinterest.com

Meski begitu, berjemur di bawah sinar matahari untuk mendapatkan vitamin D tetap dianjurkan, ya. Cukup berjemur 5-15 menit pada rentang jam 7 sampai jam 9 dengan durasi 2-3 kali seminggu. Selebihnya, selalu aplikasikan sunblock wajah saat beraktivitas sehari-hari.

Butuh rekomendasi? Sunscreen untuk kulit sensitif bagusnya memiliki klaim formula yang bebas alkohol, fragrance, non-komedogenik, serta telah teruji klinis. Contohnya, seperti Carasun Solar Smart UV Protector SPF 45 PA++++ dan juga N’Pure Cica Beat The Sun SPF 50 PA++++ yang mengandung Centella asiatica water.

BLP X Avoskin Multipurpose Tinted Sunscreen 50 PA++++ paling pas dipilih sebagai sunscreen untuk kulit remaja dengan sheer coverage yang natural. Sunscreen untuk kulit remaja selanjutnya adalah Skin Aqua UV Moisture Milk SPF 50 PA+++ yang dijual dengan harga terjangkau.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id