sign up SIGN UP

Apa Sih Gaslighting Itu? Ini 4 Tanda Terjadinya Gaslighting dalam Hubungan

Penny Fatikasari | Selasa, 24 Mar 2020 08:00 WIB
Apa Sih Gaslighting Itu? Ini 4 Tanda Terjadinya Gaslighting dalam Hubungan
caption
Akhir-akhir ini jagat twitter dihebohkan dengan postingan yang mengungkapakan percakapan seorang pria bernama Nicholas Chen dengan kekasihnya. NC diduga merupakan predator seks dan juga melakukan kekerasan kepada kekasihnya dengan cara gaslighting. Percakapan mereka menjadi viral dan menggemparkan jagat maya. Namun apa sih gaslighting itu? Berikut penjelasan dan 4 tanda terjadinya gaslighting dalam hubungan!

Fenomena Gaslighting




Foto: Istimewa

Fenomena gaslighting yang terjadi dalam sebuah hubungan asmara biasanya terjadi akibat adanya argumentasi dan perbedaan pendapat di dalamnya. Namun, gaslighting ini terjadi akibat salah seorang pasangan lebih menonjolkan opininya, selalu mengaku bahwa dirinya yang paling benar, dan selalu berupaya mengintimidasi pasangan untuk mengaku salah padahal dirinya benar.
 


Foto: Istimewa

Saat kamu mencoba mengelak dan mempertahankan argumenmu yang benar, pelaku gaslighting akan memanipulasi pikiranmu hingga akhirnya kamu merasa bersalah. Mereka akan membuat korban semakin terpuruk sehingga menyerah dan kalah.

Korban gaslighting dituntut untuk mengikuti segala keinginan dari pelaku dengan berbagai cara. Salah satunya dengan memanipuasi keadaan dan berkata tidak jujur. Dalam tahap ini, korban akan mengalami depresi yang mendalam, kehilangan kepercayaan diri dan mentalnya pun bisa terganggu akibat timbulnya kekerasan psikis di dalam hubungan.

 


Penyebab Perilaku Gaslighting




Foto: Istimewa

Munculnya perilaku gaslighting pada diri seseorang dikarenakan ia ingin menguasai korbannya. Ia akan selalu mencari titik kelemahan dari pasangan agar ia tak bisa mengelak bahkan menghindar dari sisinya.
 


Foto: Istimewa

Selain itu, seseorang dengan perilaku gaslighting akan memperlakukan pasangan sesuai dengan keinginan dan sesuka hatinya tanpa menghiraukan korbannya sedang mengalami kesakitan psikis yang mendalam. Selain itu para pelaku gaslighting tidak menyadari bahwa ia telah melakukan kekerasan psikis yang tidak semestinya kepada pasangannya.

 


4 Tanda Perilaku Gaslighting



Nggak dapat dipungkiri bahwa sesorang yang memiliki mental stabil juga bisa melakukan tindakan gaslighting. Gaslighting bisa merusak kepercayaan seseorang, bahkan apa yang telah mereka yakini, walaupun dari seseorang yang mereka cintai sekalipun.

Berikut 4 tanda perilaku yang bisa menunjukan gejala gaslighting dalam sebuah hubungan:
 


Foto: Istimewa
1.Sering Berbohong

Salah satu tanda yang muncul dari dalam diri seseorang yang melakukan gaslighting adalah sering berbohong. Biasanya kebohongan yang direkayasa berawal dari masalah-masalah sepele yang diberikan kepada pasangannya. Nggak jarang, masalah sepele tersebut bisa dijadikan besar bahkan dibuat sebuah drama sedemikian rupa.

Misalnya, dikarenakan kamu telat memberinya kabar atau terlambat merespon pesan singkatnya, maka ia bisa membuat skenario luar biasa dan menyalahkan dirimu sepenuhnya.

2. Mendominasi dan Mengontrol Hubungan

Tanda selanjutnya yang ditimbulkan oleh pelaku gaslighting adalah selalu mengendalikan, mendominasi serta mengambil keuntungan dari pasanganannya, sekaligus mengontrol arus hubungannya. Nggak jarang mereka akan membuat pasangan atau korbannya menjadi lemah, bersalah bahkan mengeksploitasinya.

3. Memberikan Harapan Palsu

Ibarat seorang malaikat, pelaku gaslighting akan memperlakukan korbannya dengan lembut, memberi kasih sayang, memberikan janji-janji manis serta kasih sayang yang terlihat tulus. Namun hal tersebut merupakan bentuk awal dari manipulasi yang mereka lakukan. Mereka juga akan mencoba untuk menyesali perbuatannya, namun hal tersebut hanya bertujuan untuk membuat pasangan atau korbannya luluh. Saat korban terkecoh, biasanya korban akan kembali memberikan kesempatan kedua bagi pelaku dan kekerasan pun kembali terjadi.

4. Melemahkan Korbannya

Dalam menjalankan aksinya, para pelaku gaslighting akan mencoba mempertahankan opininya, mempertahankan cerita palsunya, bahkan tak tanggung-tanggung untuk melebih-lebihkan kebohongannya. Hal ini membuat korbannya menjadi tersudut dan merasa paling bersalah. Selain itu, mereka nggak tanggung-tanggung membuat korbannya menjadi bingung, cemas, terpuruk dan semakin depresi.
 
 


(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id