sign up SIGN UP

Aturan 'Mencari Hiburan' Saat Libur Nataru: Boleh Nge-Mal dan ke Tempat Wisata, Tapi Pahami Ini Dulu yuk!

Tim Redaksi detikNews | Jumat, 26 Nov 2021 12:30 WIB
Aturan 'Mencari Hiburan' Saat Libur Nataru: Boleh Nge-Mal dan ke Tempat Wisata, Tapi Pahami Ini Dulu yuk!
Aturan 'Mencari Hiburan' Saat Libur Nataru/Foto: freepik.com
Jakarta -

Tak lama lagi bulan Desember akan datang. Di bulan penutup tahun ini, biasanya banyak orang mencari hiburan untuk menyambut tahun baru yang lebih bahagia. 

Ada dari mereka yang melakukan perjalanan, menghabiskan waktu di tempat hiburan, sampai hanya berjalan-jalan di pusat perbelanjaan saja. Beragam hal dilakukan untuk menyambut hal ini ya, Beauties. 

Namun berbeda dengan dahulu yang bisa bebas akses, setelah adanya pandemi Covid-19, kita dituntut untuk lebih menjaga pergerakan di luar rumah agar tidak terinfeksi virus tersebut. Termasuk saat hari Natal dan Tahun Baru yang akan datang. 

Untuk menghindari lonjakan kasus, kebijakan PPKM Level 3 pun akhirnya dikeluarkan oleh Pemerintah. Berbagai aturan mulai dari syarat perjalanan, aturan pelaksanaan ibadah Natal, sampai aturan tempat hiburan pun dikeluarkan. 

Berikut ini aturan untuk 'mencari hiburan' saat Nataru 2021. Simak selengkapnya di sini ya!

Aturan Mal Buka: Kapasitas 50% dan Buka Pukul 09.00 - 22.00

Ilustrasi liburan natal dan tahun baruIlustrasi Liburan Natal dan Tahun Baru/ Foto: Pexels.com/Tim Douglas

Dalam Instruksi Mendagri (Inmendagri) yang dikeluarkan oleh Pemerintah menyatakan, mal tetap diperbolehkan untuk buka dengan kapasitas 50 persen pengunjung pada pukul 09.00 - 22.00 WIB. Berikut ini aturan lengkapnya:

1. Perayaan Tahun Baru 2022 sedapat mungkin tinggal di rumah berkumpul bersama keluarga, menghindari kerumunan dan perjalanan, serta melakukan kegiatan di lingkungan masing-masing yang tidak berpotensi menimbulkan kerumunan, sambil melakukan antisipasi menyiapkan diri dan lingkungan dalam menghadapi potensi bencana Hidrometeorologi, seperti banji dan longsor sesuai dengan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

2. Melarang adanya pawai dan arak-arakan tahun baru serta pelarangan acara Old and New Year baik terbuka maupun tertutup yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

3. Menggunakan aplikasi PeduliLindungi pada saat masuk (entrance) dan keluar (exit) dari mall/pusat perbelanjaan serta hanya pengunjung dengan kategori kuning dan hijau saja yang diperkenankan untuk masuk.

4. Meniadakan event perayaan Nataru di pusat perbelanjaan dan mall, kecuali pameran UMKM.

5. Melakukan perpanjangan jam operasional pusat perbelanjaan dan maal yang semula 10.00 - 21.00 waktu setempat menjadi 09.00 - 22.00, untuk mencegah kerumunan pada jam tertentu dan melakukan pembatasan dengan jumlah pengunjung tidak melebihi 50% dari kapasitas total pusat perbelanjaan dan mall serta penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat.

6. Bioskop dapat dibuka dengan pembatasan kapasitas maksimal 50%, dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat.

7. Kegiatan makan dan minum di dalam pusat perbelanjaan atau mall dapat dilakukan dengan pembatasan kapasitas maksimal 50%, dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat. 

Aturan Tempat Wisata Saat Nataru: Kapasitas 50%, Diterapkan Ganjil-Genap

Travelling ke negara di Eropa/ Foto: freepik.comIlustrasi Liburan Natal dan Tahun Baru/ Foto: Freepik.com

Sementara itu, ada 10 poin pengaturan di tempat wisata selama periode Nataru. Ini aturan lengkapnya:

1. Meningkatkan kewaspadaan sesuai pengaturan PPKM level 3 khusus untuk daerah-daerah sebagai destinasi pariwisata favorit, antara lain: Bali, Bandung, Bogor, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Medan, dan lain-lain.

2. Mengidentifikasi tempat wisata yang menjadi sasaran liburan di setiap kabupaten/kota agar memiliki protokol kesehatan yang baik.

3. Menerapkan pengaturan ganjil-genap untuk mengatur kunjungan ke tempat-tempat wisata prioritas.

4. Tetap menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat dengan pendekatan 5M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun/handsanitizer, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan).

5. Menggunakan aplikasi PeduliLindungi pada saat masuk dan keluar dari tempat wisata serta hanya pengunjung dengan kategori kuning dan hijau yang diperkenankan masuk. 

6. Memastikan tidak ada kerumunan yang menyebabkan tidak bisa jaga jarak.

7. Membatasi jumlah wisatawan sampai dengan 50% dari kapasitas total.

8. Melarang pesta perayaan dengan kerumunan di tempat.

9. Mengurangi penggunaan pengeras suara yang menyebabkan orang berkumpul secara masif.

10. Membatasi kegiatan seni budaya dan tradisi, baik keagamaan maupun non-keagamaan yang biasa dilakukan sebelum pandemi Covid-19.

Beauties, itu dia aturan 'mencari hiburan' saat PPKM Level 3 di Hari Natal dan Tahun Baru. Untuk aturan lengkap berbagai kegiatan lainnya, baca selengkapnya di sini. 

_______________

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)

Our Sister Site

mommyasia.id